348 Peserta Terima Komuni Pertama

348 orang menerima sakramen Komuni Pertama di Gereja Katedral Ruteng, Minggu (12/4) lalu. Dari data sekretariat paroki Katedral Ruteng, sebanyak 347 peserta adalah pelajar dari sekolah-sekolah di Katedral Ruteng dan satu umat dewasa.

komuni pertama

Komuni Pertama

Anggota tim kerja Komuni Pertama Paroki Katedral Ruteng Maximus Tandu menjelaskan para siswa berasal dari enam sekolah dasar di wilayah paroki katedral yakni SDK Ruteng II, SDK Ruteng III, SDK Ruteng V, SDK Ruteng VI, SDI Konggang dan SDLB Karya Murni Ruteng. “Ada enam sekolah dan para peserta adalah siswa-siswi kelas empat di masing-masing sekolah. Sedangkan umat dewasa berasal dari KBG St. Benediktus Wilayah III,” paparnya. Max Tandu juga menjelaskan bahwa sebelum menerima komuni pertama, semua peserta mendapatkan rekoleksi yang diberikan oleh RD Lian Angkur, Pr, Rm. Daniel Sulbadri, Pr, Rm. Emil Jehadus, Pr, RD Ivan Selman, Pr dan RD Martin Wilian, Pr.

Misa Komuni Pertama yang dipimpin oleh RD Lian Angkur, Pr mulai pukul 08.00 Wita, didampingi oleh Pastor Paroki Katedral RD Daniel Sulbadri, Pr, RD Ivan Selman, Pr, RD Emil Jehadus, Pr dan P. Rick James SDV. Pada pekan sebelumnya telah diumumkan bahwa perayaan misa kedua tersebut hanya khusus untuk peserta penerima sakramen komuni pertama dan keluarga.

Dalam kotbahnya, Romo Lian mengungkapkan tentang pentingnya persekutuan seperti yang dilakukan oleh jemaat perdana. Menurut Pastor Kapelan Katedral Ruteng ini, tidak sedikit persoalan muncul, ketika orang lebih memilih menyendiri dan keluar dari kebersamaan dan persekutuan. Salah satu contoh yang disampaikannya adalah ketika seseorang jarang mengikuti doa bersama, katekese, syering Kitab Suci, pertemuan kelompok, merayakan ekaristi secara bersama-sama, maka dapat dipastikan bahwa orang tersebut akan ketinggalan banyak informasi dan dapat berujung pada sikap apatis; tidak peduli dengan orang lain atau situasi sekitar.

“Agar lekas keluar atau luput dari situasi seperti ini, salah satu langkah yang tepat adalah belajar dari jemaat perdana. Mereka selalu berkumpul untuk berdoa bersama, syering: saling memberikan kesaksian iman, solider dan berbagi suka- duka satu sama lain. Dengan itu, iman mereka bertumbuh subur dan berhasil meletakkan dasar yang kokoh bagi generasi selanjutnya sampai pada generasi kita,” paparnya. Ditambahkannya, di atas semuanya itu, tidak ada persatuan dengan sesama tanpa terlebih dahulu bersatu dengan Tuhan. “Dengan kata lain, roh persatuan dengan sesama bersumber dari persatuan kita dengan Yesus yang secara sempurna terjadi dalam Ekaristi. Persatuan inilah yang akan dialami oleh anak-anak, adik-adik kita, para peserta komuni pertama hari ini,” ungkapnya lagi.

Kepada peserta penerima sakramen komuni pertama Romo Lian mengatakan mereka adalah orang-orang yang paling berbahagia karena akan bersatu lebih erat lagi dengan Yesus yang bangkit, dengan menyantap tubuh dan darahNya. Dengan itu menurutnya, mereka akan menjadi sahabat-sahabat Yesus yang sejati dan menjadi sahabat yang baik bagi satu sama lain.

Sementara itu para peserta di Paroki Katedral Ruteng mendapatkan kenang-kenangan komuni pertama berupa buku lagu “Dere Serani” dan piagam. Penerimaan sakramen komuni pertama secara serempak juga dilaksanakan di hampir semua paroki di Kevikepan Ruteng. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *