Agenda Akhir 2015 dan Awal 2016 di Katedral

Pastor Paroki Katedral Ruteng RD Daniel Sulbadri akan memimpin Misa Tutup Tahun 2015 di Gereja Katedral Ruteng, hari ini Kamis (31/12) pukul 17.00 Wita. Sementara itu pada tahun baru 2016 juga akan dibuka dengan Perayaan Ekaristi pada tanggal 1 Januari 2016 pukul 08.00 Wita, dipimpin oleh Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng.

agenda akhir 2015 dan awal 2016

Selamat Tahun Baru 2016

Agenda Akhir 2015 dan Awal 2016 di Katedral Ruteng

Dua perayaan ekaristi tersebut adalah rangkaian kegiatan yang menjadi tanggungjawab Tim Kerja Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 Paroki Katedral Ruteng. Ketua Tim Kerja Bernadus Nalang mengungkapkan, petugas liturgi pada perayaan tutup tahun adalah Wilayah XIV, sedangkan pada misa tahun baru ditanggung oleh Wilayah XII. Rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Katedral Ruteng juga akan berlangsung sampai pada Pesta Tiga Raja pada hari Sabtu dan Minggu, 2 dan 3 Januari 2015.

Lihat jadwal selengkapnya di sini: Petugas Natal 2015 dan Jadwal Misa

Khusus untuk Misa Tahun Baru, juga menjadi misa peringatan Hari Ulang Tahun Uskup Ruteng yang ke – 57. Terkait dengan perayaan Natal 2015, Uskup Ruteng dalam Surat Gembala Adven dan Natal tahun ini mengingatkan tentang pentingnya Liturgi dalam Gereja Katolik. Karenanya Gereja Lokal Keuskupan Ruteng menetapkan tahun baru 2015 sebagai tahun pertama implementasi Sinode III Keuskupan Ruteng, dengan tema “Liturgi: sumber kerahiman ilahi dan puncak kehidupan umat beriman”.”

Seperti diketahui, Sinode III Keuskupan Ruteng yang dimulai dari tahun 2013 dan ditutup dengan perayaan puncak tanggal 13-19 Juli 2015 telah menetapkan arah dasar Keuskupan Ruteng, yaitu; persekutuan Umat Allah yang beriman solid, mandiri dan solider (SMS). Iman yang solid, mandiri dan solider ini ingin kita wujudkan melalui aneka gerakan dan program pastoral tahunan dalam lingkaran 10 tahun.

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Ruteng mengungkapkan, “Dalam tahun 2016, kita memusatkan diri pada liturgi. Sebab liturgi menurut Konsili Vatikan II merupakan sumber sekaligus puncak kehidupan Gereja (SC 10). Liturgi adalah “puncak yang dituju oleh kegiatan Gereja”. Seluruh karya pastoral Gereja terarah kepada persatuan mesra Allah dengan umatNya. Di lain pihak, perjumpaan dengan Allah dalam liturgi menjadi sumber kekuatan hidup umat Allah sehingga “sehati-sejiwa dalam kasih” dan dapat mengamalkan kasih Allah dalam hidup sehari-hari.” (adm)

Selamat Tahun Baru 2016

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *