Akhir Mei, Rangka Baja Aula Katedral Berdiri

Pembangunan Aula Paroki Katedral Ruteng memasuki tahapan baru. Setelah sekian lama tertunda karena kendala cuaca dan pembiayaan, mulai hari Senin (28/4) kemarin prosesnya memasuki tahapan pemasangan rangka baja yang ditangani langsung oleh mitra kerja panitia yakni tenaga ahli dari PT. Gemilang Surabaya.

Akhir Mei, Rangka Aula Katedral Berdiri

Jika selesai, beginilah tampak depan Aula Katedral

“Mei ini rangka baja Aula Katedral berdiri. Tidak hanya itu, setelah rangka bajanya selesai, atap juga akan langsung dipasang. Prosesnya memang lebih mundur dari yang dijadwalkan tetapi itu bisa dimaklumi karena kita mengalami beberapa kendala,” kata Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Kendala yang dimaksudkan adalah cuaca yang beberapa bulan terakhir kurang bersahabat, serta masalah pembiayaan. “Selama ini memang agak sulit karena kita tidak punya biaya yang cukup untuk mendatangkan tenaga ahlinya serta mencicil biaya pengerjaan konstruksi baja tersebut kepada PT. Gemilang. Tetapi dengan dimulainya proses pendirian rangkanya, kita yakin akhir Mei tahap ini sudah selesai,” tambahnya.

Masih menurut Ketua DPP, proses pembangunan Aula Katedral Ruteng selama ini dibiayai dengan dana pinjaman. “Sebenarnya kita punya beberapa kemungkinan sumber dana, misalnya dana pembangunan aula dari umat berdasarkan Pleno DPP tahun 2007 silam. Tetapi sampai sekarang baru terkumpul Rp. 436.056.000,- dari target Rp. 990.000.000,-. Jadi baru sekitar 40-an persen. Sementara itu dari donatur Rp. 101.870.000,- dari target 3 miliar lebih. Sedangkan total biaya untuk pembangunannya cukup besar yakni 4,25 miliar rupiah. Jadi kita memang terpaksa meminjam,” jelasnya. Karenanya, menurut Erlan Yusran pihak panitia pembangunan benar-benar berharap agar umat yang belum melunasi dana pembangunan aula bisa segera melunasinya. Selain itu, harapan besar terutama dititipkan kepada pihak-pihak yang peduli untuk memberikan donasi bagi pembangunan aula katedral ini.

Sementara itu untuk membiayai proses pembangunan yang terus berjalan selama ini, pihak panitia telah melakukan beberapa terobosan seperti meminjam pada lembaga-lembaga keuangan, membentuk kelompok keluarga peduli yang setiap bulan menanggung Rp. 50.000,-/KK untuk pengembalian dana pinjaman serta menghubungi calon-calon donatur. “Setiap peluang yang ada coba kita gunakan supaya rencana ini bisa terlaksana, agar Paroki Katedral punya aula sendiri dan pastoran tersendiri,” kata Erlan.

Seperti diketahui, salah satu alasan pembangunan aula adalah agar gedung aula yang ada saat ini sepenuhnya berfungsi sebagai rumah pastor dan sekretariat paroki. Selama ini, rumah pastor dan sekretariat paroki menempati gedung yang sama dengan Aula Assumpta. Hal tersebut menyebabkan banyak kegiatan menjadi terganggu, terutama ketika aula dipakai untuk kepentingan pesta atau pertemuan. “Pastor selama ini tidurnya ya di aula. Jadi kalau aulanya dipakai, imam-imam terpaksa harus terganggu jam istirahatnya. Apalagi kalau ada pesta pada malam hari. Selain itu, tempat pintu masuk aula itu satu dengan pintu timur Gereja, sehingga mengganggu kenyamanan serta ketenangan lingkungan gereja. Yang baru nanti (aula, red), itu pintu masuk dan tempat parkirnya sendiri,” papar Ketua DPP yang juga berharap, dana pembangunan aula bisa semakin banyak terkumpul. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *