Akolit Katedral Dapat Pembekalan

Akolit adalah orang yang bertugas melayani altar pada saat misa dan juga membantu membagi komuni saat misa. Tidak semua orang bisa melakukan tugas tersebut, kecuali mereka yang telah mendapatkan pembekalan dan dilantik secara resmi oleh Pastor.
akolit katedral
Romo Ompy Latu memberikan pembekalan para Akolit Katedral (foto: Dok DPP)
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Ruteng Rm. Ompy Latu, saat memberikan pembekalan kepada para petugas akolit Katedral Ruteng, Selasa (5/2) kemarin. “Pada prinsipnya, mereka yang menjadi akolit harus mendapat pembekalan dan pengetahuan mengenai tugas-tugasnya dan mereka harus dilantik,” jelasnya. Romo Ompy juga menambahkan, akolit bisa berasal dari biarawan/ti juga bisa dari awam.
Pembekalan petugas akolit Katedral diikuti oleh delapan orang suster, seorang bruder dan seorang awam. Hadir juga Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri. Para petugas diberi bekal dan pengarahan tentang bagaimana menjadi akolit yang mendukung hikmatnya perayaan ekaristi. “Nantinya, tempat duduk akolit disiapkan khusus sehingga para petugas tidak datang dari tempat umat,” tuturnya.
Masih menurut Romo Ompy, hal penting yang harus diperhatikan akolit saat membagi komuni adalah sikap hormat pada sakramen. “Saat berjalan dari altar menuju tempat pembagian komuni, Sibori harus diangkat tinggi sebagai lambang pengakuan dan hormat kita pada Kristus,” jelas Romo Ompy lalu mempraktekkannya kepada para peserta pembekalan. Sementara itu, pelantikan petugas akolit Katedral Ruteng akan dilaksanakan pada hari Minggu (10/2) dalam perayaan ekaristi misa kedua. (bell)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

4 gagasan untuk “Akolit Katedral Dapat Pembekalan

  1. Saya bangga dengan gebrakan yang sedang dan akan terjadi di paroki Katedral yang kita cintai. Namun, satu hal dan sekaligus krusial segala perubahan harus berdampak terhadap mutu pelayan rohani dan iman umat. Catatan lain, gereja harus bersih dari praktek “profit-taking”. Bagi, kaum awam yang telah dilantik menjadi “akolit”, integritas Anda menjadi taruhan.

  2. Terima kasih atas apresiasinya. Kami sangat berterimakasih karena telah diingatkan betapa setiap perubahan harus berdampak pada mutu pelayanan rohani dan iman. Pada dasarnya, setiap perubahan kecil yang dilakukan, mengarah pada tujuan tersebut. Tentang Gereja harus membebaskan diri dari praktek mengambil keuntungan, Amiiin. Kita sama-sama berupaya agar hal itu tetap terjaga. Tentu saja segala bentuk perhatian umat dalam bentuk kritik dan poin-poin lain sangat diharapkan senantiasa. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *