Aksi Sosial Karitatif Natal 2013

Aksi Sosial Karitatif menjadi bagian dari perayaan Natal 2013 di Paroki Katedral Ruteng. Semangat aksi ini adalah berbagi dengan sesama. Wujudnya tampak melalui aksi pengumpulan beras 1 kg/KK dan sumbangan sembako serta pakaian layak pakai. Tahun ini, terkumpul sebanyak 1.467 kg beras dan ratusan pakaian layak pakai.

Aksi Sosial Karitatif Natal 2013 di Katedral Ruteng

Misa Natal 2013 di Katedral Ruteng | Foto: Kaka Ited

Oleh tim kerja Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 Paroki Katedral Ruteng, beras disalurkan ke 247 keluarga di tigabelas wilayah; setiap keluarga mendapat jatah 5 kg beras. Penentuan keluarga sasaran aksi ini dilakukan berdasarkan usulan dari para ketua kelompok di Paroki Katedral Ruteng. Sementara itu, pakaian layak pakai yang disumbangkan oleh keluarga-keluarga melalui sekretariat paroki, disalurkan pada dua panti yakni Panti Asuhan Hanura di Dongang dan Panti Asuhan Wae Peca. Dua panti asuhan ini juga mendapatkan jatah beras, masing-masing sebesar 50 kilogram.

Penanggungjawab aksi sosial karitatif Natal 2013 Marsel Tagung menuturkan, kegiatan ini selalu dilakukan pada setiap perayaan Natal sebagai wujud nyata kepedulian pada sesama. “Ini selalu dibuat. Tahun ini beras yang terkumpul itu hanya dari umat. Kita tidak mengajukan permohonan kepada pemerintah seperti tahun-tahun sebelumnya, karena paroki sudah mengajukan permohonan beras juga kepada pemerintah melalui dinas sosial untuk proses pembangunan aula,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. “Untuk beras dari pemerintah kita memang khusus minta untuk bantu pembangunan aula. Sampai sekarang memang belum ada, tetapi kita berharap nanti akan diberikan sehingga proses pembangunan menjadi lebih mudah,” jelasnya.

Tentang mekanisme penyaluran aksi sosial karitatif tahun ini, Marsel Tagung menjelaskan bahwa setiap kelompok yang sudah mengajukan nama-nama penerima, mengambil sendiri di sekretariat paroki dan langsung disalurkan. “Tim kerja mengaturnya ke dalam plastik per lima kilogram dan dua bungkus mie instan, pengurus kelompok yang datang ambil. Sedangkan untuk panti asuhan, langsung disalurkan oleh tim kerja pada tanggal 21 Desember kemarin,” tutur tokoh umat Katedral Ruteng ini. Ditambahkannya, pada tahun ini ada juga kelompok yang langsung menyalurkannya kepada keluarga yang membutuhkan tanpa mengumpulkannya terlebih dahulu di sekretariat paroki. “Yang seperti itu juga bisa, karena setelah disalurkan pengurus langsung memberikan laporan kepada tim kerja,” kata Marsel.

Ketua DPP Erlan Yusran mengucapkan terima kasih atas partisipasi umat dalam aksi ini. Ditambahkannya, selain aksi sosial karitatif spesial Natal, pada bulan Desember 2013 juga disalurkan aksi sosial karitatif GESER atau Gerakan Seribu Rupiah. “Seperti bulan-bulan sebelumnya, bulan Desember ini juga disalurkan dana dari hasil kolekte Geser. Keluarga yang menerimanya berasal dari KUB St. Agustinus Wae Palo. Jumlahnya sama yakni lima ratus ribu rupiah, berdasarkan keputusan DPP,” jelasnya.

Meski disalurkan menjelang Natal, namun untuk penerima Geser dananya tidak diambil dari dana perayaan Natal. “Dananya tetap dari peti kolekte Geser,” kata bendahara DPP Helena M. Palu. Gerakan Seribu Rupiah telah menjadi    aksi bersama sejak kegiatan ini pertama kali dicanangkan pada Maret 2013. (ktdrl)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *