APP adalah Bentuk Ungkapan Tobat

Aksi Puasa Pembangunan APP adalah wujud nyata dari bentuk pertobatan dan bukan sekedar aksi mengumpulkan uang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi PSE Keuskupan Ruteng, Rm. Simon Nama, Pr dalam kotbahnya pada empat kali misa (Sabtu dan Minggu, 2 dan 3 Maret 2013) di Gereja Katedral Ruteng.
Ilustrasi dari: paroki-sragen.or.id
Romo Simon sengaja meminta kesempatan kepada Paroki Katedral Ruteng untuk berbicara secara khusus mengenai APP, setelah mendengar banyak umat yang belum memiliki pemahaman yang cukup tentang hal tersebut. “Mungkin karena kita kurang memahami apa tujuan sebenarnya dari APP ini, maka kemudian banyak umat yang protes bahkan menulis kritikan yang cukup keras pada amplop APP yang sudah dibagikan,” tuturnya. Menurut Romo Simon, Aksi Puasa Pembangunan adalah aksi solidaritas, karena dana yang terkumpul akan disalurkan kepada umat Katolik di seluruh dunia yang sangat membutuhkan bantuan.
“Tetapi lebih dari itu, APP sebenarnya adalah bentuk nyata dari ungkapan tobat kita. Paling tidak ada dua bentuk yakni, pertobatan bathin yakni melalui perubahan sikap setelah menyadari dosa dan kesalahan kita, serta pertobatan sosial dengan cara menyisihkan sedikit penghasilan kita untuk aksi solidaritas bersama ini melalui dana APP,” ungkapnya. Karena ini adalah bentuk ungkapan tobat, maka sebaiknya dilakukan dengan ikhlas. Pada kotbahnya, Romo Simon yang juga adalah pegiat koperasi di Manggarai ini menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan dibagi-bagi, yakni untuk aksi solidaritas internasional yang dananya dikumpulkan melalui KWI, kemudian untuk menjawab proposal-proposal dari paroki-paroki di Keuskupan Ruteng, serta kebutuhan lain di Keuskupan ini.
Seperti diketahui, Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng telah menandatangani SK mengenai jumlah minimal dana APP di Keuskupan Ruteng, yakni Dewasa sebesar Rp. 5.000,-/orang, SMP/SMA/Mahasiswa sebesar Rp.2.000,-/siswa dan TK/SD Rp. 1.000,-/siswa. Menindaklanjuti hal tersebut, DPP Katedral Ruteng telah mencetak dan mengedarkan brosur yang berisi ajakan untuk ikut terlibat secara iklas dalam pengumpulan dana APP tahun ini. Dalam brosur itu tertulis: APP merupakan gerakan pertobatan seluruh umat Katolik (Gereja) pada masa prapaska untuk memperbaharui (memperbaiki) kehidupan dan keadaan umat, masyarakat dan lingkungan hidup setempat.

Pelantikan petugas LiturgiĀ 

Sementara itu, pada Misa Pertama (pukul 06.00 WITA) Minggu, 3 Maret 2013, Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr melantik para petugas liturgi di paroki ini yakni lektor, pemazmur, dirigen dan organis. Usai pelantikan, Romo Deny mengungkapkan harapannya agar para petugas baik yang sudah dilantik maupun yang belum dilantik tetapi sudah dipercayakan untuk menjadi petugas liturgi dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Profisiat kepada para petugas liturgi Katedral, semoga kepercayaan ini dibayar dengan tanggung jawab yang baik dan selamat menjalankan tugas,” tuturnya. (bell)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *