Atap Aula Katedral Selesai Dipasang, Selanjutnya Lantai

Selama dua bulan sejak tanggal 20 April sampai 20 Juni 2014, tahapan pembangunan aula Katedral Ruteng memasuki tahapan pendirian rangka besi dan pemasangan atap. Seluruh proses pada tahap ini dikerjakan oleh tenaga kerja dari PT. Gemilang Surabaya.

Atap aula katedral selesai dipasang, selanjutnya lantai

Atap Aula Selesai Dipasang (tampak utara) | Foto: Kaka Ited

PT Gemilang adalah mitra kerja panitia pembangunan aula Katedral Ruteng, dengan tanggungjawab mengerjakan konstruksi rangka baja dan atap di Surabaya, melakukan shipping atau pengiriman via laut dan mendirikan rangka baja serta memasang atap aula. Pekerjaan tersebut telah selesai pada tanggal 20 Juni 2014 kemarin. Menurut konstultan perencana Richard Sin Idrus, secara keseluruhan pekerjaan yang dilakukan oleh PT Gemilang Surabaya sesuai dengan perencanaan awal. “Rangka baja dan atap aula katedral selesai dipasang. Semua sesuai dan selanjutnya tinggal beralih ke tahapan berikut,” paparnya.

Dengan berdirinya rangka baja dan selesainya pemasangan atap, maka tanggungjawab PT. Gemilang Surabaya untuk seluruh proses pembangunan aula Katedral Ruteng telah selesai. Berita acara tahapan ini telah ditandatangani pada hari Sabtu (21/6) silam oleh Sutoyo selaku kepala tukang dari PT Gemilang, Silvester Jemi Haryanto selaku site manager, disaksikan oleh konsultan perencana Richard Sin Idrus, Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran dan Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr.

Selesainya pengerjaan rangka baja dan atap oleh PT Gemilang sekaligus menandai dimulainya babak baru yang menjadi tanggungjawab panitia yakni pengerjaan lantai serta tahapan selanjutnya. “Dalam waktu dekat kita akan segera mulai meratakan tanah untuk lantainya dan ini rencananya akan dikerjakan secara swadaya oleh umat dari tigabelas wilayah di paroki Katedral,” kata Ketua DPP Erlan Yusran. Ditambahkannya, setelah lantainya nanti selesai, panitia berencana untuk menghentikan sementara proses pembangunannya sampai dana yang dibutuhkan untuk melanjutkan seluruh proses bisa terkumpul.

“Kendala terbesar untuk pembangunan ini adalah dana. Karenanya, kita terpaksa menggunakan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan ketersediaan dana. Yang penting, rangka, atap dan nantinya lantai akan selesai, setelah itu gedungnya langsung bisa disewapakaikan. Harapannya, untuk proses selanjutnya sebagian biaya pembangunannya bisa didapat dari hasil sewa pakai. Ini juga sesuai dengan pembicaraan dengan Pastor Paroki,” tutur Erlan. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *