Bank Sampah Tuluk Rop Layani Nasabah Tiap Sabtu

Bank sampah pertama di Ruteng yang dibentuk oleh Yayasan Tuluk Rop Ruteng mulai beroperasi. Pelayanan terhadap nasabah dibuka setiap hari Sabtu, di lokasi Bank Sampah Tuluk Rop di bagian belakang kantor sekretariat Paroki Katedral Ruteng.

bank sampah tuluk rop layani nasabah tiap sabtu

Bank Sampah Tuluk Rop Ruteng | Foto: Armin Bell

Bank sampah Tuluk Rop adalah salah satu aksi nyata dari pertemuan dan pelatihan pengolahan sampah yang dilaksanakan di LG Corner Ruteng beberapa waktu yang lalu. Saat itu, sejumlah pegiat dan kaum muda peduli lingkungan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Eco Flores untuk Green Indonesia. Di akhir kegiatan, terbentuklah Yayasan Tuluk Rob yang bergerak di bidang lingkungan hidup, terutama soal sampah. Timoteus Terang, Tonie Hagul, Wawan Rafael, Rm. Beben Gaguk, Pr dan pegiat lingkungan muda bergabung dalam yayasan ini, dengan target utama mengajak semakin banyak orang untuk peduli lingkungan.

Salah satu langkah yang langsung dibuat adalah dengan mendirikan Bank Sampah. Karena kegiatan ini sejalan dengan rekomendasi Sinode III Keuskupan Ruteng serta sikap cinta lingkungan yang selalu diwartakan gereja, maka Paroki Katedral Ruteng bersedia menyiapkan fasilitas berupa tempat atau lokasi bank sampah ini. “Kebetulan, paroki memang punya satu ruangan yang bisa dipakai. Sebelumnya bangunan ini adalah sekretariat OMK, tetapi karena OMK bisa melakukan kegiatan/pertemuan di tempat lain seperti aula atau LG Corner, maka kita silakan Bank Sampah Tuluk Rop ini memakainya,” kata Ketua DPP Erlan Yusran. Ditambahkannya, bagi Paroki Katedral Ruteng, salah satu keuntungan nyata dari bank sampah ini adalah bahwa semakin banyak umat yang diajak terlibat dalam kegiatan yang sejalan dengan sikap gereja, termasuk gerakan cinta lingkungan.

Saat ini, Bank Sampah Tuluk Rop telah resmi beroperasi. Puluhan nasabah sudah terdata dan menyetorkan sampah mereka. “Prinsip kerja bank sampah ini sama dengan bank pada umumnya, hanya bedanya transaksi kita menggunakan sampah,” kata Wawan Rafael. Karena itu, pria yang sebelumnya juga bergabung dalam kegiatan serupa di Labuan Bajo mengatakan bahwa setiap orang bisa jadi nasabah. “Syarat pembukaan rekeningnya mudah, datang ke Katedral (lokasi bank sampah, red) setiap hari Sabtu, bawa sampahnya, lalu kita timbang dan nanti pada waktu tertentu akan diuangkan. Tapi inti kegiatan ini sebenarnya bukan uang, melainkan mengurangi jumlah sampah yang dibiarkan berserakan di halaman rumah, jalan atau fasilitas umum lainnya,” tuturnya.

Di lokasi bank sampah ini, sejumlah relawan pada setiap hari Sabtu juga dilatih mengelola sampah menjadi barang-barang produksi. Misalnya bagian gelas air mineral yang diolah jadi keranjang belanja, gelas-gelas plastik menjadi tas dan lain-lain. Sejauh ini, anggota atau nasabah Bank Sampah Tuluk Rop adalah pribadi-pribadi dan komunitas. “Ada rekening pribadi, ada juga rekening komunitas. Yang paling penting, setiap orang kita ajak untuk lebih peduli dan mencintai lingkungan,” kata Tonie Hagul. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

3 gagasan untuk “Bank Sampah Tuluk Rop Layani Nasabah Tiap Sabtu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *