Bata Ringan untuk Aula dari Donatur

Proses pembangunan aula baru Katedral Ruteng terus berjalan. Saat ini, pengerjaan dinding sedang dilaksanakan. Seperti diberitakan sebelumnya, dinding aula ini menggunakan bata ringan. (Baca: Bata Ringan untuk Aula Katedral)

10.000 bata untuk Aula Katedral Ruteng

Dinding utara aula Katedral Ruteng | Dok. Panitia

Pada tahapan ini, dari total kebutuhan bata untuk dinding aula ini, seorang donatur telah bersedia menyumbang sepuluh ribu bata . “Kita mendapat donasi total 10.000 bata ringan dari Bapak Herman Hermanto. Beliau telah bersedia menanggung biaya untuk itu, dan produksi batanya di Labuan Bajo. Sistemnya, produsen bata akan mendrop bata periode sesuai dengan pengerjaannya dan Bapak Herman akan melakukan pembayaran,” tutur Ketua DPP Katedral Erlan Yusran.

Sementara itu, data dari bendahara pembangunan aula Katedral Ruteng, sampai September ini sudah ada 4.000 bata ringan yang tiba di lokasi pembangunan. “Proses pengerjaan dinding sudah berjalan selama ini. Bagian atas untuk dinding timur barat sudah, bagian utara juga sudah selesai pemasangan batanya. Sekarang dinding bagian selatan yang mulai dikerjakan,” tutur bendahara pembangunan Helena M. Palu. Elen menambahkan, proses pembangunan aula Katedral sejauh ini banyak mendapat dukungan dari donatur, baik berupa uang maupun bahan bangunan. “Dukungan tersebut sangat membantu, selain tentu saja swadaya umat Paroki Katedral Ruteng,” jelasnya.

Baca juga: Dari Austria Ikut Sumbang Aula Katedral

Konstruksi Bata Ringan

Terkait penggunaan bata ringan untuk aula baru Katedral Ruteng, konsultan perencana pembangunan Aula Katedral Ruteng, Richard Sin Idrus mengatakan bata ringan adalah terobosan baru dalam bidang arsitektur. “Jauh lebih murah. Konstruksi baja memang disarankan untuk menggunakan bahan yang murah dan kuat. Ada semen khusus untuk pemasangan. Banyak kemudahan, bersih, praktis, murah. Pengerjaannya mudah,” jelas Richard Sin Idrus. Ditambahkannya, bata ringan sebenarnya sudah sejak lama digunakan dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat di Indonesia. Tetapi dahulu bata ringan selalu diimport dari luar negeri. “Sekarang di Indonesia sudah banyak diproduksi oleh industri-industri bangunan,” jelasnya lagi.

Pembangunan aula baru Katedral Ruteng adalah hasil Pleno DPP Katedral Ruteng pada tahun 2007 silam. Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan pleno, di antaranya: sebagai upaya mewujudkan kemandirian finansial paroki, pemenuhan kebutuhan umat akan ruang pertemuan dan kegiatan yang representatif serta rencana pengalihfungsian aula yang ada sekarang ini menjadi rumah pastoran. Biaya pembangunan berasal dari swadaya umat, kerjasama dengan pihak lain serta donasi. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *