Bata Ringan untuk Aula Katedral Ruteng

Bata ringan untuk dinding aula baru Katedral Ruteng sudah tiba di lokasi pembangunan aula hari Kamis (9/4). Prioritas penggunaan bata tersebut adalah untuk sisi lebar yang dinding timur dan barat.

Bata Ringan untuk Aula Katedral Ruteng

Bata ringan untuk Aula Katedral | Foto: Dok. DPP

Tibanya bata ringan tersebut menandai tahapan lanjutan pembangunan aula Katedral Ruteng setelah pada pertengahan bulan Maret silam pembuatan lantai kasar telah selesai. Menurut rencana, pembangunan dinding sisi lebar ini akan dimulai setelah pembuatan drainase yang saat terus dilaksanakan.

Site manajer pembangunan aula Katedral Ruteng Jimmy Haryanto mengatakan prioritas pengerjaan dinding pada sisi lebar sengaja dilakukan terkait beberapa pertimbangan. “Kita mulai dinding dari sisi lebar karena untuk sisi panjangnya sudah ada dinding sementara berupa terpal yang disumbangkan oleh donatur. Selain itu juga karena ketersediaan dana pembangunan. Harapannya, tahapan ini akan membuat aula baru ini semakin nyaman dipakai,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Menurutnya, lanjutan pengerjaan aula Katedral Ruteng dengan tahapan-tahapan tersebut menggunakan pertimbangan kenyamanan penggunaan dan ketersediaan dana untuk pembiayaan pembangunan. “Sejak awal kita sudah sadar bahwa dana untuk pembangunan aula ini cukup besar dan tidak bisa sekaligus diperoleh. Maka tahapan-tahapannya kita rancang sehingga meski belum seratus persen selesai, aula tetap dapat disewakan sehingga sebagian sumber pembiayaan lanjutannya juga berasal dari hasil sewa pakai gedung tersebut,” jelas Erlan Yusran.

Terkait penggunaan bata ringan untuk aula baru Katedral Ruteng, menurut Erlan hal tersebut telah dipertimbangkan dengan baik oleh konsultan perencana. “Ada banyak keuntungan dari penggunaan bata ringan ini, di antaranya biayanya lebih murah dan hasil pengerjaan lebih rapi,” jelasnya. Ditambahkannya, umat tidak perlu khawatir dengan kualitas bata ringan tersebut. “Bata ringan memang baru untuk kita di Ruteng tetapi sudah banyak gedung yang memakai teknologi ini,” sambungnya.

Sementara itu konsultan perencana pembangunan Aula Katedral Ruteng, Richard Sin Idrus mengatakan bata ringan adalah terobosan baru dalam bidang arsitektur. “Jauh lebih murah. Konstruksi baja memang disarankan untuk menggunakan bahan yang murah dan kuat. Ada semen khusus untuk pemasangan. Banyak kemudahan, bersih, praktis, murah. Pengerjaannya mudah,” jelas Richard Sin Idrus. Ditambahkannya, bata ringan sebenarnya sudah sejak lama digunakan dalam pembangunan gedung-gedung bertingkat di Indonesia. Tetapi dahulu bata ringan selalu diimport dari luar negeri. “Sekarang di Indonesia sudah banyak diproduksi oleh industri-industri bangunan,” jelasnya lagi. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *