Buletin Paroki Katedral Ruteng: Keping Hidup

Buletin Paroki Katedral Ruteng Swardika, pada edisi Oktober November 2013 mengajak pembaca untuk sejenak berhenti dan melihat kembali perjalanan hidup yang telah dilaluinya untuk selanjutnya dipakai sebagai dasar pijak hari-hari selanjutnya. Hal tersebut tampak dalam Suara Redaksi, Kolom, suara DPP dan aneka informasinya.

Buletin Paroki Katedral Ruteng Swardika

Buletin Swardika

Pimpinan Redaksi Swardika, Rm. Beben Gaguk menulis, “Hidup adalah serangkaian cerita yang tak pernah selesai. Dalam ruang kesadaran diri, setiap keping kisah yang tercecer akan menjadi suatu cerita yang utuh.” Karena itu menurut Pastor Kapelan Katedral Ruteng ini, kita perlu sejenak ‘berhenti’ untuk melihat kembali keping-keping apa saja yang telah membentuk kita selama ini. “Saat ini adalah moment refleksi untuk melihat kembali modal di masa lalu sebagai basis kekuatan untuk merencanakan apa yang mesti dilakukan demi masa depan yang lebih baik,” tulisnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Erlan Yusran dalam Suara DPP mengingatkan kita tentang pentingnya sikap konsisten. “Ada begitu banyak rencana yang telah kita buat tetapi tidak maksimal. Harapan dan kesempatan terkadang lewat berlalu begitu saja tanpa mampu dimaksimalkan,” paparnya. Padahal menurut Ketua DPP, tidak peduli dan tidak konsisten adalah musuh utama yang mempengaruhi menurunya partisipasi dan militansi, dalam hal ini pengurus DPP Katedral Ruteng. Karenanya Erlan mengajak agar momentum adventus dipakai untuk melihat dan mengumpulkan semangat yang sempat hilang dan tercecer. “Kita satupadukan dalam koor indah persatuan dan kebersamaan melanjutkan tugas pelayanan kita,” ungkap Ketua DPP.

Pada bagian lain di Swardika edisi terakhir 2013 ini, ajakan untuk mengumpulkan dan melihat kembali keping hidup yang tercecer juga tampak dalam tulisan Mencari Angga. Armin Bell yang mengasuh kolom ini berkisah tentang seorang bernama Angga dalam hidupnya yang tiba-tiba terlupakan begitu saja. Padahal Angga adalah bagian penting dalam satu bagian hidupnya. “Saya lupa dan saya bersalah. Mestilah saya belajar untuk menghargai perkara-perkara kecil,” tulisnya. Di bagian lain, Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr mengingatkan, “Pengalaman hidup menjadi peristiwa iman ketika kita menyadari kehadiran Tuhan yang senantiasa mengarahkan langkah kita pada keselamatan.”

Buletin Paroki Katedral Ruteng Swardika edisi ini adalah yang ke delapan sejak pertama kali terbit September 2012 silam. Hadir dengan liputan tentang perayaan ulang tahun paroki, pentasan opera OMK Lumen Gratiae dalam peringatan Sumpah Pemuda serta aneka informasi lainnya. Informasi keuskupan juga dihadirkan seperti retret imam projo dan persiapan Sinode III Keuskupan Ruteng. Buletin ini bisa didapatkan di Gereja Katedral Ruteng (dijual setiap hari Sabtu dan Minggu) dan di sekretariat paroki setiap hari. Ganti ongkos cetak sebesar Rp. 5.000,- (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *