Cerita Natal Romo Beben dari Passau 1

Romo Benediktus Gaguk, Pr adalah mantan Pastor Kapelan Katedral Ruteng yang kini sedang menempuh pendidikan lanjutan di Jerman. Di Passau, tahun 2015 adalah tahun pertama Romo Beben mengikuti perayaan Natal di luar Keuskupan Ruteng. Imam asal Karot Ruteng ini berbagi cerita sebagai hadiah Natal dan Tahun Baru kepada kita semua; tentang Natal pertamanya di negeri Beethoven tersebut. Tulisannya akan disajikan secara bersambung, kali ini tentang hal-hal yang ditemukan pada Masa Adven. Selamat menyimak.

cerita natal romo beben dari Passau

Romo Beben dan Keluarga Yohanes

Cerita Natal dari Passau

Natal merupakan moment yang selalu dinantikan semua umat Kristiani di pelbagai belahan bumi. Melalui peristiwa yang berahmat ini, Allah mau ber-Emannuel : tinggal beserta kita, membawa terang yang menghalau kegelapan dosa dan mengangkat jiwa manusia yang rapuh dan lemah dari lembah derita yang kelam kepada penebusan dan kasih berlimpah. Misi keselamatan inilah yang menjadi alasan utama, mengapa Natal selalu dinanti dan disambut dengan sukacita dan kegembiraaan.

Oleh karena itu, setiap umat beriman tidak ingin membiarkan perayaan berahmat ini berlalu tanpa makna. Maka mendandani diri, baik tampilan lahiriah dan terutama spiritual-batiniah, menjadi sebuah “kewajiban keberimanan” yang mesti dilakukan agar moment Natal tidak sebatas seremonial belaka tetapi menjadi sesuatu yang berdaya-ubah dan berdaya-ledak bagi pembaharuan martabat diri manusia sebagai citra Allah.

Tahun ini pun saya merayakan Natal yang sama, dengan kesadaran dan makna yang sama dan juga dengan penantiaan serta sukacita yang sama,meski di tempat yang berbeda. Ini adalah kesempatan pertama saya merayakan Natal di negeri Bavaria. Saya menetap bersama Keluarga Yohanes dan Monica di Hacklberg, tepatnya di Paroki Sankt Kondrad-Sankt Korona, yang berada di wilayah Keuskupan Passau-Jerman. Letaknya, bagian Timur daerah Bayern, yang berbatasan langsung dengan Austria. Di kota yang terletak di antara tiga sungai inilah saya mengalami suasana yang unik dan istimewa dalam menantikan dan merayakan kelahiran Tuhan Yesus.

Sejujurnya, yang pertama kali muncul dalam benak saya adalah merayakan Natal di tengah musim dingin yang bertaburkan salju, yang macam di film-film itu. Tetapi mengapa sial, kerinduan ini tak tersampai, lantaran salju tidak nongol-nongol sampai Natal usai. Mereka bilang, kemungkinan pertengahan Januari 2016 baru muncul. Meskipun demikian, perayaan Natal kali ini sungguh menyadarkan dan meneguhkan iman saya, betapa Tuhan senantiasa menyapa, menyatu dan hadir pada setiap bangsa dan budaya yang beraneka ragam. Tuhan benar-benar menjumpai secara relevan pada setiap manusia, dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing dalam mengungkapkan dan merayakan iman.

Untuk Keuskupan Passau, tema Natal kali ini tidak lepas dari situasi riil yang sedang terjadi di Eropa pada umumnya, yakni Pengungsian. Sebagaimana Allah, melalui peristiwa Inkarnasi, bersolider dengan manusia, Gereja mengajak umatnya untuk bersolider dengan sesama yang menderita, terutama mereka yang mengungsi akibat peperangan. Bukankah Keluarga Kudus Nazareth juga pernah mengalami hal serupa ketika mereka harus mengungsi ke Mesir? Atau juga Bangsa Israel yang pernah mengalami penderitaan ketika berstatus sebagai pengungsi di negeri Mesir?

***

Suasana Natal di Passau, sebagaimana di tempat lain tentunya, sudah amat terasa ketika memasuki Minggu Pertama Advent. Ada beberapa tradisi unik, yang kiranya dapat saya bagikan di sini:

Christkindelmarkt

Adalah semacam Pasar Natal yang berlangsung sejak minggu I masa Adven dan berakhir pada tanggal 23 Desember. Lokasinya di halaman parkir Gereja Katedral St. Stephan Passau. Di sini terdapat berbagai macam stand yang bernuansa Natal, seperti kuliner, pelbagai jenis kue khas Natal, cinderamata, permainan anak-anak dan sebagainya. Yang khas adalah Glühwein, semacam sopi hangat dengan daya oleng yang lumayan kalau diminum lebih dari satu gelas. “Beben, kalau ada teman-teman yang ajak minum Glühwein, cukup satu gelas,“ demikian Yohanes menasihati saya. Mungkinkah dia tahu, bahwa kita orang Manggarai punya bakat lebih dari satu gelas. Ha ha ha.

Buku Cerita Natal

Pada masa Advent, di setiap toko buku begitu mudah ditemukan buku tentang Natal. Pelbagai cerita Natal dari banyak belahan dunia dapat dijumpai di sini. Tentunya, yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Banyak orang tua membelikan anaknya buku tengant kisah-kisah Natal. “Ini menjadi tradisi kami. Anak-anak dibiasakan mengenal kisah dan cerita seputar Natal,“ kata Monica, istri Yohanes. Saya pun mendapat beberapa buku cerita dari Monica, yang dulu dibeli untuk anak-anak mereka. Gratis, Bro! Selain cerita anak, juga terdapat buku bernuansa Natal untuk orang dewasa, yang berisikan permenungan pribadi tentang Natal atau catatan perjalanan Natal di tempat Liburan. Tak kalah banyak juga buku resep Kue Natal.

Dongeng

Di jantung Kota Passau terdapat pusat perbelanjaan yang yang bernama Stadtgalerie. Di situ ada spot khusus untuk pernak-pernik Natal, dengan pohon Natal yang menjulang nyata. Persis di samping pohon Natal, terdapat sebuah panggung kecil. Di situlah anak-anak mendengarkan dongeng, baik yang bernuansa Natal ataupun yang lain. Anak-anak ditemani oleh orangtuanya mendengarkan dongeng yang disampaikan dengan penuh jenaka. Tetapi memang tradisi mendongeng masih cukup kental di sini. Beberapa kali saat di dalam bis, saya melihat orangtua sedang membacakan dongeng untuk anaknya.

KalenderAdvent

Pada masa ini, orang-orang juga memiliki Kalender Advent. Pada kalender tersebut, orang bisa menulis agenda, rencana dan kegiatan yang dapat dilakukan pada masa advent. Tidak hanya menuliskan rutinitas harian dan aktivitas kantor, tetapi juga kegiatan spiritual, baik pribadi maupun bersama keluarga. Saya memiliki kalender tersebut, dan syukur bisa setia dan semuanya dapat dijalankan sesuai dengan rencana. (bersambung)

Catatan: Bagian selanjutnya akan berkisah tentang lampu Natal dan perayaan di Passau

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Satu gagasan untuk “Cerita Natal Romo Beben dari Passau 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *