Di Balik Keberhasilan dan Kegagalan Kita

Di balik keberhasilan dan kegagalan kita adalah judul homili Pastor Kapelan Katedral Ruteng RD Lian Angkur pada Minggu Paskah III. Selamat menyimak.

di balik keberhasilan dan kegagalan kita

RD Lian Angkur

Di balik Keberhasilan dan Kegagalan Kita

Oleh: RD Lian Angkur

Kita punya keyakinan teguh bahwa Yesus yang bangkit hadir dalam keseharian hidup orang beriman; di dalam pekerjaan-kesibukan, di dalam persahabatan, di dalam doa, dan juga untuk sebagian orang, Yesus hadir dalam kesepian dan pergulatan hidup lainnya. Yesus hadir dan menjumpai seseorang dalam segala situasi; di dalam suka maupun duka, pada saat gagal atau pun saat berhasil-sukses. Inilah yang dialami oleh para murid, Simon Petrus dkk, sebagaimana yang diceriterakan oleh penginjil Yohanes: Yesus menampakkan diri di pantai danau Tiberias, pada saat mereka sibuk dengan pekerjaan harian sebagai nelayan, menangkap ikan.

Saat itu, nasib sial sedang menimpa mereka. Telah sepanjang malam mereka bekerja, tetapi tidak menghasilkan apa-apa, tak satu pun ikan yang berhasil ditangkap. Mereka gagal. Yesus hadir persis pada saat itu. Namun, sangat disayangkan bahwa semulanya mereka tidak mengenal sosok Yesus yang hadir di sana. Mengapa? Karena mereka sedang dirundung rasa kecewa, sedih, dan putus asa-kehilangan harapan, yang membutakan mata mereka; tidak mampu lagi mengenal dan merasakan kehadiran Yesus yang sedang menjumpai dan menyapa mereka.

Yesus tahu betul apa yang sedang dialami-dirasakan para murid itu. Tanpa peduli apakah mereka mengenal diriNya atau tidak, Yesus segera memerintahkan mereka bekerja lagi danĀ  menebarkan jala di samping kanan perahu dengan janji bahwa mereka akan memperoleh ikan. Menariknya, mereka taat terhadap perintah Yesus dan toh usaha itu kemudian membuahkan hasil yang berlimpah; jala mereka dipenuhi dengan ikan.

Segera setelah memperoleh rejeki itu, mata salah satu murid (murid yang dikasihi), segera terbuka dan serentak berkata, Itu Tuhan! Ia memberitahu Petrus dan kawan-kawan tentang sosok yang hadir di pantai dan yang telah menyuruh mereka menebarkan jala di samping kanan perahu. Sang murid ini melihat bahwa di balik keberhasilan atau keberuntungan itu, ada Tuhan. Keberhasilan telah membawa dirinya untuk mengenali dan merasakan kehadiran Tuhan. Berbeda halnya dari Petrus dan kawan-kawan yang lain. Mereka lamban untuk mengenal dan menyadari kehadiran Yesus yang bangkit. Ini terjadi karena mereka terlalu sibuk dan terlarut dalam euforia, gembira melihat ikan yang begitu banyak. Dan bagi mereka, perolehan ikan seperti itu adalah hal yang biasa, sebagai buah dari perjuangan keras atau bisa juga dilihat sebagai suatu kebetulan.

Patut disyukuri bahwa Petrus kemudian disadarkan oleh pemberitahuan seorang murid tadi tentang kehadiran Yesus. Pada akhirnya mereka semua mengenal Yesus dan melihat keberhasilan yang diperoleh sebagai buah nyata kehadiran dan campur tanganNya. Itulah tanda nyata kehadiran Yesus yang bangkit dalam keseharian para murid di pantai danau Tiberias. Kehadiran Yesus sangat berarti bagi mereka.

Gagal dan sukses/berhasil silih berganti di dalam hidup kita. Ada yang gagal dan berhasil dalam belajar, gagal dan berhasil dalam usaha, gagal dan berhasil dalam pekerjaan, gagal dan berhasil dalam bercinta, gagal dan berhasil dalam berumah tangga, gagal dan berhasil dalam hidup membiara, gagal dan berhasil dalam hidup bermasyarakat, dan sebagainya.

Jika dihubungkan dengan pengalaman para murid tadi, ada beberapa poin permenungan yang muncul sehubungan dengan kegagalan dan keberhasilan yang mewarnai hidup kita orang beriman.

  1. Tuhan senantiasa hadir di dalam hidup kita, apa pun situasinya; entah saat kita berhasil atau pun saat kita gagal. Hanya saja, seseorang mungkin kurang bahkan tidak menyadari kehadiranNya karena terlalu sibuk atau terlarut dalam rasa kecewa-putus asa atau sebaliknya terlalu bergembira ketika berhasil, sampai melupakan Tuhan.
  2. Kegagalan menyadarkan kita bahwa sepandai-pandainya/sehebat-hebatnya seseorang, toh tetap ada batasnya. Kembali ke kasus kegagalan para murid tadi; kita simak bahwa tidak mendapatkan ikan sepanjang malam justeru dialami oleh para murid; para nelayan yang sudah mahir dan profesional. Sekali lagi hal ini mau menunjukkan bahwa kekuatan, kepintaran, dan kemampuan manusia itu terbatas. Dengan itu, orang juga akanĀ  kembali rendah hati, sadar akan kerapuhannya, dan kemudian berpaling kepada Tuhan dan juga membutuhkan kehadiran sesama.
  3. Keberhasilan para murid tadi sekurang-kurangnya ditentukan dua faktor, yaitu campur tangan Yesus di satu sisi dan ketaatan Petrus dkk di sini yang lain. Mereka taat atau menuruti perintah Yesus untuk menebarkan jala di samping kanan perahu, tanpa banyak komentar.

Agar berhasil, dua faktor ini yang harus kita perhatikan; beriman dan berdoa mohon campur tangan Tuhan dan taat terhadap perintah dan ajaranNya. Jika kesadaran ini ada, maka di setiap keberhasilan yang kita alami, akan selalu muncul seruan; Itu Tuhan! Ada Tuhan di balik setiap kesuksesan yang membuat kita selalu bersyukur.

Kehadiran Yesus yang bangkit menjadikan setiap pengalaman hidup kita; gagal atau pun berhasil beralih menjadi sesuatu yang bernilai. Itu menjadi sarana sekaligus kesempatan bagi kita untuk semakin mengenal dan merasakan kehadiran Tuhan.

Ada saatnya kita berada dalam situasi buntu, semua terasa begitu sulit, tidak menyenangkan, hambar, kosong, bahkan menakutkan. Yakinlah, itulah saatnya di mana Tuhan mengijinkan kita diuji, supaya kita menyadari keberadaanNya dan kembali berharap padaNya. Karena Tuhan tahu, kadang kita sudah mulai melupakanNya dalam keberhasilan dan kesenangan. Singkatnya, Tuhan sering mendemonstrasikan-menunjukkan Kasih dan KuasaNya saat kita manusia merasa diri tidak mampu. Tuhan selalu memikirkan kita.

Akhirnya, kita berdoa semoga dari hari ke hari, kita semakin merasakan kehadiran dan campur tangan Tuhan dalam hidup kita. Kegagalan tidak boleh membuat kita putus asa, kecewa, dan kehilangan harapan. Atau sebaliknya, keberhasilan tidak boleh membuat kita bermegah dan lupa akan kebaikan Tuhan. Inilah ciri orang yang mengalami kebangkitan dan kehadiran Tuhan di dalam kehidupannya.

Semoga!

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *