Film Pendek Warnai Malam Natal di Katedral Ruteng

Perayaan Malam Natal di Katedral Ruteng tahun 2013 diwarnai dengan pemutaran film pendek produksi Orang Muda Katolik OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng. Secara keseluruhan, rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini berlangsung sukses dan meriah.

Film pendek warnai malam natal di Katedral Ruteng

OMK Lumen Gratiae pada Malam Natal 2013 | Foto: Adeng Crova

Misa Malam Natal di Katedral Ruteng (24/12) dilaksanakan dua kali, yakni pukul 18.00 dan 22.00 Wita. Misa pertama dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr. Perayaan peringatan kelahiran Sang Juru Selamat ini berlangsung khidmat. Meski Ruteng saat itu diguyur hujan deras, ribuan umat tetap memadati Gereja Katedral serta tenda yang telah disiapkan oleh tim kerja Natal. Koor oleh Wilayah V. Seperti pada perayaan besar lainnya, kali ini umat yang mengikuti misa dari tenda yang dibangun di bagian barat Gereja Katedral juga tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian perayaan melalui dua layar lebar yang telah disiapkan.

Pada Misa kedua yang dipimpin oleh Rm. Beben Gaguk, Pr bersama Rm. Andy Latu Batara, Pr dan P. Bastian Gaguk, OFM umat mendapat suasana yang sedikit berbeda. Perayaan ekaristi diawali dengan pemutaran film pendek berjudul Sejoli Lilin Putih produksi OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng yang juga menjadi penanggungjawab liturgi pada Misa itu. Film tersebut berkisah tentang tentang pasangan suami istri yang mengalami dilema besar, antara mengikuti hati nurani atau menuruti godaan penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Film yang diadaptasi dari Naskah Teater dengan judul yang sama karya Rm. Beben Gaguk, Pr tersebut (ditulis ketika beliau masih menjadi frater di Ritapiret) menjadi pengantar bagi umat untuk mengikuti misa. Pesan film kemudian dipentaskan secara live pada akhir misa (sebelum berkat penutup), dan mendapat sambutan meriah dari umat. “Film ini mau bercerita bahwa Natal memiliki semangat dan pengaruh yang kuat untuk membuat orang mendengar dan mengikuti suara hatinya ketika berhadapan dengan godaan atau pilihan yang sulit,” tutur Rm. Beben setelah Misa.

Ratu Felicitas, Lorens ‘Lowas’ Waso, Celly Djehatu dan Ferdy ‘Mozak’ Iring bermain dengan baik di bawah arahan sutradara Armin Bell bersama Kaka Ited, videografer profesional dari Cakra Studio Ruteng dan Gusti Stat. Menurut Kaka Ited, proyek ini adalah sesuatu yang luar biasa karena orang-orang muda Katolik terlibat dengan cara kreatif dalam memeriahkan dan memberi warna pada perayaan Natal tahun ini. “Saya senang terlibat secara langsung pada proses ini dan berharap bisa melakukannya dengan lebih baik pada kesempatan selanjutnya,” tutur Ketua Seksi Humas, Publikasi dan Dokumentasi DPP Katedral Ruteng ini yang juga mengerjakan seluruh proses editing dan scoring pada film pendek tersebut.

Misa Natal (25/12) juga berlangsung dua kali yakni pukul 06.00 dan 08.00 Wita. Misa pertama dipimpin oleh Rm. Ompy Latu dan Misa kedua dipimpin oleh Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng. Dalam kotbahnya Uskup Hubert menyampaikan, semangat Natal adalah kedamaian. Suasana damai itu nyata dengan munculnya sukacita. Sukacita akan terwujud ketika semua orang menjadi pewarta kabar gembira dan menyebarkan sukacita. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *