Gerakan Seribu Rupiah Disalurkan ke Waso

Ketua Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) DPP Katedral Ruteng Felix Manggur, bersama Kepala Sekretariat Markus Tarut, Jumat (6/9) kemarin kembali menyalurkan hasil kolekte Gerakan Seribu Rupiah atau GESER periode Juli – Agustus 2013. Berdasarkan data dari sekretariat paroki, kali ini kolekte Gerakan Seribu Rupiah disalurkan ke Waso, yakni kepada umat di kelompok St. Arnoldus Yansen Waso Golo, Wilayah XII.

Gerakan Seribu Rupiah disalurkan ke Waso

Gerakan Seribu Rupiah – GESER

Seperti diketahui, penentuan keluarga penerima bantuan Gerakan Seribu Rupiah atau GESER dilakukan berdasarkan usulan dari para ketua kelompok umat basis (KUB) dan pertimbangan Dewan Pastoral Paroki (DPP). “Selain itu, kriteria lain adalah, KUB yang salah satu keluarganya sudah pernah mendapatkan bantuan GESER, tidak bisa diberikan lagi sampai semua KUB pernah mendapatkannya. Konsepnya bergilir,” kata Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Bulan September ini, berdasarkan usulan dari Ketua Kelompok St. Arnoldus Yansen Benediktus Habun dan pertimbangan DPP, yang berhak mendapatkan bantuan dari dana kolekte GESER adalah Miselsius Jehamin.

Bapak Miselsius telah sangat lama menderita sakit, dan tidak bisa bekerja lagi. “Ketika kami ke rumahnya, Pak Miselsius ini masih terbaring di tempat tidur. Dia menderita sakit yang parah, tangan dan kakinya seperti mengalami kelumpuhan. Selama ini, kehidupan mereka ditopang oleh pendapatan istrinya dari hasil menjadi buruh tani atau ‘pala’ dalam bahasa Manggarai, dan itu sudah sejak lama sejak lima orang anak mereka kecil sampai beberapa di antaranya telah menikah,” kata Markus Tarut setelah mengunjungi rumah penerima bantuan.

Sementara itu berdasarkan data dari bendahara paroki Helena M. Palu, periode Juli – Agustus dana yang terkumpul melalui kotak kolekte Gerakan Seribu Rupiah atau GESER ditambah dengan saldo dari periode sebelumnya adalah Rp. 768.500,-. Berdasarkan kesepakatan awal, keluarga penerima bantuan masing-masing mendapatkan lima ratus ribu rupiah. Saldonya akan disimpan dan digabungkan dengan hasil kolekte GESER periode selanjutnya. Umat diharapkan untuk terus terlibat mendukung gerakan ini dengan cara memasukkan sumbangan kasihnya pada delapan peti kolekte khusus di Gereja St. Maria Assumpta Katedral Ruteng. Pada akhir bulan, hasilnya akan langsung dihitung oleh bendahara paroki. Jika jumlahnya mencukupi (atau mencapai limaratus ribu rupiah) maka akan langsung disalurkan sebagai bantuan langsung. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *