Himbauan Pastoral Uskup Ruteng Terkait Pilgub NTT

“Hendaklah para imam dan biarawan-biarawati tidak masuk dan tidak bergerak dalam wilayah politik praktis untuk membuat kampanye atau promosi atas nama paket tertentu lewat telpon atau SMS, lewat mimbar sabda atau khotbah atau lewat pertemuan atau visitasi terang atau gelap,” kata Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng dalam arahan pembukaan sidang pastoral post Natal 2012 Keuskupan Ruteng di Aula Efata Ruteng Senin (7/1) lalu. Hal tersebut disampaikannya terkait agenda Pemilihan Gubernur NTT pada tahun 2013 ini.

Kepada para imam, biarawan, biarawati dan tokoh umat yang hadir pada sidang pastoral tersebut, Uskup Ruteng mengungkapkan bahwa dalam pesta demokrasi seperti ini, akan ada banyak paket yang berbeda baik secara teritorial wilayah maupun agama atau iman. “Banyaknya paket pasti akan mempersulit masyarakat untuk menjatuhkan pilihan. Kita memang berharap agar paket-paket itu bisa duduk bersama dan bisa bersikap jujur, objektif dan rendah hati untuk menilai dan mengakui paketnya sendiri dan paket lain, akan tetapi harapan seperti itu tampaknya akan sulit terjadi,” kata Mgr. Hubert yang juga mengungkapkan bahwa kondisi seperti itu akan membuat suara masyarakat terpecah-pecah.

Karenanya, beliau berharap agar para imam dan biarawan biarawati tidak membuat propaganda baik terbuka maupun terselubung untuk mempengaruhi masyarakat atau umat. “Adalah baik dan bijaksana kalau di dalam gedung gereja (mimbar khotbah), tidak diberikan kesempatan kepada paket apa saja untuk memberi sambutan atau ucapan selamat kepada masyarakat atau umat,” lanjutnya seraya menghimbau agar atribut paket tidak ditempel pada lokasi-lokasi sekitar gedung gereja. Selain itu, Uskup Ruteng berharap agar aneka kegiatan menyongsong Pilgub tidak mengorbankan pelbagai pelayanan publik bagi kepentingan umum dan masyarakat.

Sementara itu kepada masyarakat atau umat, Uskup Ruteng Mgr. Hubert mengingatkan pentingnya bersikap kritis dan objektif dalam melihat dan menilai, menentukan dan memilih paket yang pantas dan layak untuk memimpin masyarakat NTT yang kebanyakan hidupnya bergantung dari pertanian dan peternakan, nelayan dan pariwisata. Dalam sidang pastoral tersebut Uskup Ruteng juga menyampaikan sentra refleksi pastoral tahun 2013 secara lokal (Keuskupan Ruteng) yakni persiapan pelaksanaan sinode di bawah awah dasar visi dan misi keuskupan Ruteng yakni membangun Gereja Lokal Keuskupan Ruteng yang beriman solid, mandiri dan solider. Sidang Pastoral Post Natal 2012 Keuskupan Ruteng berlangsung selama empat hari yakni tanggal 7 sampai 10 Januari 2013. (bell)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

2 gagasan untuk “Himbauan Pastoral Uskup Ruteng Terkait Pilgub NTT

  1. Sebagai umat, Saya tentu sangat berharap bahwa Gereja sungguh2 dijadikan tempat berdoa yang suci dan bebas dari praktek dagang politik dan berbagai kepentingan kelompok atau pribadi. Bagi kaum klerus, jangan mudah terperosok dalam rayuan politik yang berdampak buruk pada pelayanan spiritual umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *