Himbauan Uskup Ruteng tentang Pilkada

Dua Kabupaten di Keuskupan Ruteng yakni Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat, tahun ini menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Terkait perhelatan besar Pilkada tersebut, Uskup Ruteng mengeluarkan himbauan kepada umat Katolik di dua wilayah tersebut.

pilkada

Pilkada 2015

Himbauan Uskup Ruteng tentang Pilkada 2015

Para imam, biarawan/biarawati, seluruh umat Katolik sewilayah Kabupaten Manggarai dan Wilayah Manggarai Barat, serta semua orang yang berkehendak baik,

Saat ini kita sedang berada dalam suasana ‘pesta demokrasi’ menyongsong pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai dan Manggarai Barat yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2015. Melalui peristiwa penting ini, kita semua dipanggil untuk memilih pemimpin yang dapat menuntun kita menuju masa depan kehidupan bersama yang lebih sejahtera, solid, mandiri dan solider.

Tugas dalam bidang politik dan pelayanan pemerintah adalah hal yang luhur dan mulia. Konsili Vatikan II menandaskan bahwa, “Gereja memandang layak dipuji dan dihormati kegiatan mereka yang demi pengabdian kepada sesama membaktikan diri kepada kesejahteraan negara” (GS 75). Sejalan dengan itu Gereja juga terpanggil untuk terlibat dalam kehidupan sosial politik, bukan untuk mencari kekuasaan tetapi demi mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune) (GS 76). Dalam kaitan ini, Sinode III Sesi I Keuskupan Ruteng menegaskan pentingnya keterlibatan kritis profetis Gereja dalam kehidupan politik dalam rangka mendukung penyelenggaraan sistem politik yang demokratis maupun lahirnya pemimpin politik daerah yang sungguh menjadi garam, terang dan ragi masyarakat (Nr. 51-53).

Atas dasar itu kami ingin menyampaikan beberapa hal dasar sebagai berikut ini:

Pertama, kami ingin mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat Manggarai dan Manggarai Barat untuk terlibat aktif mewujudkan Pemilukada tanggal 9 Desember 2015 menjadi ‘pesta demokrasi’ yang damai dan jujur serta membawa sukacita dan pengharapan bagi semua pihak.

Kedua, perbedaan pilihan politik adalah sesuatu yang wajar dan penting dalam masyarakat demokratis. Karena itu kami menghimbau semua pihak untuk menghargai pilihan politik setiap orang serta dalam pelbagai keragaman pilihan politik, tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan sebagai satu keluarga besar di tanah kuni agu kalo Manggarai tercipta.

Ketiga, kami mendorong semua pihak agar tidak terjebak dalam politik primordial sempit, yang hanya memperhatikan kepentingan kelompok, suku dan wilayah tertentu. Marilah kita memperjuangkan politik inklusif yang tidak mengkotak-kotakan tetapi memberdayakan semua potensi dan keragaman yang ada menjadi gerakan
besar untuk membangun bumi Nucalale tercinta ini.

Keempat, suara setiap warga bernilai sangat luhur. Karena itu kami menuntut semua pihak untuk tidak memanipulasi dan merekayasa suara warga, serta tidak membeli dan memperdagangkan suara. Selain itu umat Katolik dilarang untuk berjudi dalam peristiwa Pemilukada ini. Marilah kita membiarkan diri dituntun oleh Rohkudus untuk dengan tegas menolak kejahatan politik uang.

Kelima, kami mendorong umat Katolik dan seluruh warga untuk menggunakan hak pilih secara bebas sesuai dengan hati nurani yang jernih dan bertanggungjawab. Untuk itu pilihlah pemimpin yang tepat, yang memenuhi kriteria berikut:

  • Jujur dan tidak korup
  • Memiliki kemampuan memimpin demi mewujudkan kebahagiaan lahir dan batin
  • Mempunyai integritas moral yang teruji dan terpuji serta memiliki perilaku politik yang diresapi oleh nilai-nilai kebenaran, kebebasan, keadilan dan cinta kasih
  • Mampu mempersatukan, tidak primordialistis serta menjadi pelopor pengampunan dan perdamaian dalam kehidupan politik
  • Memiliki hati dan komitmen bagi orang-orang miskin, sakit, sengsara dan terpinggirkan dalam masyarakat
  • Memperjuangkan pelestarian dan perlindungan alam menuju keutuhan ciptaan

Keenam, kami menghimbau calon bupati, wakil bupati beserta tim sukses dan para pendukungnya untuk bertarung secara jujur dan kestria, menghindari kampanye hitam, menolak cara-cara yang tidak demokratis dan tidak bermoral dalam proses Pemilukada serta menerima hasil Pemilukada dengan lapang dada dan hati yang ikhlas.

Ketujuh, kami menghimbau penyelenggara Pemilu seperti lembaga KPU, PPK, PPS, Panwaslu, maupun aparat keamanan dan aparat pemerintahan untuk menyelenggarakan Pemilukada yang demokratis, transparan, jujur dan adil.

Akhirnya, kami mengajak para imam, biarawan/wati dan seluruh umat Katolik untuk berdoa secara khusus pada perayaan ekaristi hari Minggu tanggal 6 Desember demi penyelenggaraan Pemilukada yang damai, jujur dan adil. Semoga Tuhan membimbing dan memberkati kita.

Ruteng, 26 November 2015

Uskupmu,

Mgr. Hubertus Leteng

Baca juga: Homili Minggu Biasa XXI, Menentukan Sikap

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *