Homili Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Hari Minggu, 7 Juni 2015 dalam kalender Gereja Katolik adalah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Mengisi kolom homili kali ini, kami hadir dengan renungan Romo Ivan yang memimpin perayaan ekaristis di Gereja Katedral Ruteng pada misa ketiga pukul 16.00 Wita. Selamat menikmati.

homili hari raya tubuh dan darah kristus

RD Ivan Selman, Pr

Homili Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Kel. 24:3-8 ; Ibr. 9:11-15 ; Mrk. 14:12-16.22-26

Oleh: RD Ivan Selman, Pr

Kita semua yang hadir dalam perayaan hari ini, kalau saya perhatikan, adalah murid-murid Tuhan Yesus yang setia hadir misa. Mengapa? Ya…. misa setiap hari Minggu seperti saat ini, umatnya kita semua yang hadir ini. Tetapi pertanyaan saya begini: apa alasan saudari-saudara setia hadir dalam setiap perayaan ekaristi seperti hari ini? Apakah kita hadir, karena diajak orang lain? Apakah kita hadir karena tidak ada kesibukan di rumah? Apakah kita hadir, karena misa pada setiap hari minggu adalah rutinitas mingguan dalam Gereja katolik? Atau kita setia hadir karena kita mau berjumpa secara pribadi dengan Tuhan, mendengarkan sabdaNya, makan Tubuh dan DarahNya?

Hari ini kita merayakan hari raya Tubuh dan Darah Kristus. Merayakan Tubuh dan Darah Kristus berarti merayakan Kristus yang sungguh-sungguh hadir dalam ekaristi, menyerahkan tubuh dan DarahNya sebagai santapan jiwa kita.

Nah, terkait dengan hari raya ini, ada dua pokok iman yang perlu kita sadari ulang.

Pertama, soal Tubuh dan Darah Kristus yang diserahkan kepada kita. Terkait hal ini, seringkali orang bertanya begini: apa maksudnya Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia menyerahkan Tubuh dan DarahNya untuk kita? Apa benar Tuhan Yesus serahkan Tubuh dan DarahNya sebagai santapan kita?

Saudari-saudaraku, sebenarnya, Tuhan Yesus memakai term Tubuh dan DarahNya untuk menunjukkan kehendak Tuhan yang begitu kuat untuk menjalin persatuan dengan kita. Dia rela menjadi santapan yang kemudian dirasakan secara nyata oleh orang yang mengimaniNya. Persatuan erat ini secara konkret dimengerti sebagai santapan yang menguatkan badan dan jiwa kita. Dia memberikan daya kehidupan karena apa yang disantap oleh kita, umatNya, akan menyatu dengan daging dan darah kita sendiri.

Kedua, soal perayaan ekaristi. Saudari-saudaraku, apa yang dibuat Tuhan Yesus pada perjamuan malam terakhir dilanjutkan oleh gereja katolik melalui perayaan ekaristi. Dengan merayakan ekaristi, kenangan akan penyerahan Yesus dihidupkan kembali. Nah terkait dengan hal ini, perayaan ekaristi kita terdiri atas dua meja utama, meja sabda dan meja kurban. Meskipun ada dua meja, keduanya tidak bisa dilepaspisahkan. Perayaan ekaristi akan menjadi utuh ketika keduanya dirayakan dalam satu kesatuan.

Ini artinya, kita tidak bisa hanya datang untuk menyantap Tubuh dan Darah Tuhan, dan melewatkan begitu saja meja sabda. Kita mesti memulai persatuan kita dengan Tuhan sejak awal, termasuk pada meja sabda. Karena pada meja sabda, kita mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita. Apa yang kita dengar itu kita resapi ke dalam hati kita. Sedangkan pada meja kurban, kita menyantap Tubuh dan Darah Tuhan. Kita membiarkan Tuhan masuk ke dalam seluruh sendi-sendi hidup kita dan menggerakan kehidupan kita selanjutnya.

Inilah dua pokok iman yang harus kita sadari ulang hari ini. Oleh karena itu, ketika ada yang bertanya kepada kita: apa alasan kita selalu setia hadir dalam setiap perayaan ekaristi seperti sore ini? Harapannya, jawaban kita bukan lagi karena diajak orang lain, bukan juga karena tidak ada kesibukan di rumah, atau karena misa di gereja itu adalah rutinitas mingguan yang sudah biasa. Tetapi kita hadir karena ekaristi adalah satu hal yang sangat penting dalam ziarah iman kita.

Dalam ekaristi, kita bisa berjumpa secara pribadi dengan Tuhan, mendengarkan sabdaNya, menyantap Tubuh dan DarahNya. Dan kita hadir mulai dari awal perayaan dimulai sampai akhir yang ditutup dengan lagu penutup. Selamat hari raya Tubuh dan Darah Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita. (*)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *