HUT Katedral dan Buletin Swardika

Paroki Katedral Ruteng genap berusia 94 tahun pada tanggal 23 September 2014 kemarin. Di saat yang sama, Swardika – Buletin Paroki St. Maria Assumpta St. Yosef Katedral Ruteng merayakan ulang tahun yang ke-2.

HUT 94 Katedral dan 2 Tahun Swardika

Gereja Katedral Ruteng

Penetapan 23 September sebagai hari ulang tahun paroki Katedral berdasarkan pertimbangan bahwa pada tanggal tersebut tahun 1920 silam, Ruteng ditetapkan sebagai stasi induk karya misi untuk wilayah Manggarai Tengah. Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng pada tahun 2011 silam menetapkan keputusan tersebut melalui SK nomor: 311/III/1/2011. Sejak dikeluarkannya SK tentang hari ulang tahun Paroki Katedral Ruteng, selama tiga tahun berturut-turut dari 2011 sampai 2013, DPP Katedral Ruteng selalu melaksanakan kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahun tersebut.

Tahun 2011 silam, dilaksanakan pertandingan olahraga (volley, takraw dan tarik tambang) yang melibatkan semua wilayah di paroki Katedral Ruteng. Setahun setelahnya, pada 2012, ulang tahun paroki yang ke-92 diwarnai kegiatan menarik yang baru pertama dilaksanakan di Ruteng yakni Malam Kuliner. Saat itu, dengan nama kegiatan Malam Kuliner 92, belasan pengusaha kuliner diundang untuk menjual aneka makanan dan minuman di pelataran parkir Katedral Ruteng selama satu malam. Umat dan pencinta kuliner diundang untuk hadir dan menikmati makan malam santai bersama keluarga di tempat tersebut.

Pada saat yang sama, OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng bersama musisi-musisi se-kota Ruteng mempersembahkan sajian live music. Di hari yang sama juga dilakukan peluncuran Swardika – Buletin Paroki St. Maria Assumpta St. Yosef Katedral Ruteng yang terbit dua bulan sekali sampai saat ini. Tahun 2013, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Paroki Katedral yang ke-93 adalah Lomba Masak Antar KUB.

Namun, pada tahun ini, DPP Katedral tidak melaksanakan kegiatan khusus dalam rangka memperingati HUT Paroki Katedral yang ke-94. Ketua DPP Katedral Ruteng, Erlan Yusran mengatakan alasan tidak dilaksanakannya kegiatan khusus dalam rangka HUT ke-94 ini adalah karena bertepatan dengan penyelenggaraan Sinode III Keuskupan Ruteng. “Tahun ini jadwal bulan September memang penuh. Tanggal 18 sampai 20 itu ada kegiata lomba dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional. Tanggal 22 sampai 25 September itu ada sidang III Sinode III Keuskupan Ruteng, lalu setelahnya Paroki Katedral langsung melaksanakan KPPK,” tuturnya. Menurutnya, jika dipaksakan ada kegiatan khusus justru dikhawatirkan akan menjadi tidak maksimal.

Meski tidak dirayakan, Ketua DPP berharap perayaan ulang tahun melahirkan semangat baru dan kesadaran bahwa dengan bertambahnya usia paroki, seluruh umat akan semakin aktif dalam kehidupan menggereja. “Saya yakin, seluruh umat selalu mendoakan paroki ini agar semakin baik di hari-hari mendatang,” tutur Erlan. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *