Imam Baru dari Katedral Ruteng

Tahun 2013 ini empat imam baru yang berasal dari Paroki Katedral Ruteng, ditahbiskan di berbagai wilayah, yakni  di Spanyol, di Keuskupan Agung Padang, di Keuskupan Ruteng dan di Keuskupan Maumere.

Imam Baru dari Katedral Ruteng

Gereja Katedral Ruteng | Foto: Kaka Ited

Berdasarkan data yang diperoleh dari sekretariat paroki, Imam baru dari Katedral Ruteng tersebut adalah P. Dionisius P. A. Nandut, CMF, P. Reynaldo Fulgentio Tardelly, SX, Rm. Aleksius Arwandi Jerama, Pr dan Diakon Ewaldus Eduard Waldi Rodriques, SVD. Tiga orang di antaranya ditahbiskan di luar Keuskupan Ruteng, yakni Pater Dion, CMF di Vic – Barcelona, Spanyol tanggal 29 Juni 2013, Pater Reynald di Padang pada 7 September 2013 dan Diakon Waldi di Ledalero pada 6 Oktober mendatang. Sementara itu Rm. Andy ditahbiskan di Paroki Ka Redong tanggal 22 Agustus 2013.

Pater Dion: Pater Dion adalah putra dari pasangan Bapak Petrus Nandut dan Ibu Theodora Iding (almh). Pernah mengenyam pendidikan di Seminari Pius XII Kisol, imam muda ini memutuskan untuk menjadi bagian dari ordo Claretian. Pendidikan tingginya ditempuh di Unwira Kupang dan di Madrid Spanyol. Setelah ditahbiskan menjadi Imam, Pater Dion selanjutnya menjadi misionaris di Spanyol. Tanggal 26 Juli silam, misa perdananya dilaksanakan di rumah keluarga di Nekang.

Pater Reynald: Sama seperti Pater Dion, Imam yang satu ini juga pernah menjadi bagian dari lembaga pendidikan calon imam Seminari Pius XII Kisol. Anak dari pasangan Bapak Dami Lanur (alm) dan Mama Elisabeth Jelu ini menempuh pendidikan tinggi di Driarkara Jakarta. Sampai saat ini Pater Reynald telah menulis tiga buku yakni Akulah Kembang Perawan (2008), Merasul Lewat Internet (2009) dan Mencari Magdalena (2011), diterbitkan oleh Penerbit Kanisius Yogyakarta. Selanjutnya, beliau akan bertugas sebagai misionaris di Thailand.

Romo Andy: Imam asal Wilayah V Nekang ini adalah putra dari Bapak Geradus Jeramat dan Ibu Yosefina Edisali Kendo. Pendidikan tingginya di STFK Ledalero Maumere. Refleksi perjalanan imamatnya tertuang dalam motto tahbisannya yakni Magnificat Anima Mea Dominum atau Jiwaku Memuliakan Tuhan (Lukas 1:46). Sebelum menerima tahbisan imamat,  Romo Andy berpraktek diakon di Paroki Denge. Ditahbiskan bersama 4  Imam lainnya oleh YM. Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng di Gereja Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong tanggal 22 Agustus 2013. Sehari setelahnya, Misa Perdana dilaksanakan di halaman timur SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng.

Diakon Ewald: Bernama lengkap Ewaldus Edward Waldi Rodriques. Putra dari pasangan Bapa Marsianus Rodriques (alm.) dan   Mama Benedikta Dudet ini akan ditahbiskan menjadi imam di Ledalero tanggal 6 Oktober 2013. Anak Katedral asal Wilayah IX ini menempuh pendidikan dasar di SDK Ruteng II, sebelum ditempa di SMP dan SMA Seminari Pius XII Kisol. Setelahnya, sebagai calon frater dibina di Novisiat Sang Sabda Kuwu. Menjalani pendidikan tinggi di STFK Ledalero, Diakon Ewald kemudian menjalani masa TOP di Keuskupan Sorong – Papua. Sebelum ditahbiskan, beliau menjalani TOP Diakon di Adonara. Tentang putranya ini, Mama Benedikta menuturkan bahwa semasa kecil, dia adalah anak yang ceria dan senang dengan olahraga. “Dia pemain bola dan sangat menyukai olahraga itu,” kata Mama Dita kepada Swardika. Setelah ditahbiskan, imam muda ini akan menjadi misionaris. (bell/swa)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

2 gagasan untuk “Imam Baru dari Katedral Ruteng

  1. Selamat kepada keempat imam baru, semoga Tuhan yang selalu mununtun langkah panggilan hidup imamat ke depan. Sukses berkarya di tempat perutusannya masing-masing. (Hans R.@ watu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *