Jelang AYD 2017, Catatan dari AYD 2014 di Korea Selatan 2

Jelang pelaksanaan 7th Asian Youth Day (AYD) di Jogjakarta bulan Agustus mendatang, katedralruteng.id menyajikan catatan salah seorang peserta 6th AYD di Korea Selatan tahun 2014 silam.

Catatan dari Wilhemina Da Rossy, anggota OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng ini diharapkan menjadi informasi tambahan bagi orang-orang muda Katolik yang akan mengikuti perhelatan se-Asia tersebut.

jelang ayd 2017 catatan dari ayd 2014 di korea selatan 2

Indonesian Pilgrims, delegasi Indonesia pada 6th AYD di Korea Selatan

Pada bagian kedua ini, kita akan mendapat cerita tentang bagaimana Rossy dan 74 peserta lainnya dari Indonesia menikmati perjalanan dari Indonesia ke Korea Selatan; mengunjungi tempat-tempat penting di Keuskupan Jeju. Selamat menikmati.

Jelang AYD 2017, Catatan dari AYD 2014 di Korea Selatan (Bagian Kedua)

Oleh: Wilhelmina Da Rossy

Dari Jakarta ke Daejeon, Korea Selatan

75 delegasi Indonesia pada 6th Asian Youth Day di Korea Selatan telah siap diutus. Rangkaian persiapan yang dilakukan selama dua hari di Jakarta, pengakuan dosa pribadi, refleksi dan beberapa kegiatan lain telah dilalui. Nama resmi delegasi orang-orang muda Katolik tersebut adalah Indonesian Pilgrims.

Berangkat dari bandara internasional Soekarno – Hatta pukul 23.55 WIB dan tiba di bandara Incheon Korea Selatan tanggal 9 Agustus 2014 pukul 09.00 waktu Korea–perbedaan waktu dua jam, delegasi Indonesia kemudian di bagi menjadi dua grup yang akan berangkat ke dua Keuskupan berbeda.

Grup 1 menuju keuskupan Cheongju dan Grup 2 menuju Keuskupan Jeju. Grup 1 memerlukan waktu dua jam untuk sampai ke keuskupan Cheongju menggunakan bus sedangkan Grup 2 harus pindah ke Bandara Kimpo, selanjutnya menggunakan pesawat menuju pulau Jeju, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Peserta dari Keuskupan Ruteng mendapat kesempatan untuk live in di Keuskupan Jeju. Untuk diketahui, selain Rossy, Keuskupan Ruteng juga mengutus Febry Jumpa dari Paroki Borong pada 6th Asian Youth Day tersebut.

Grup 2 tiba di Pulau Jeju pukul 18.00 dan langsung menuju Sinjeju Catholic Church untuk Welcoming Ceremony dan juga bertemu dengan host parents atau para orang tua angkat. Di gereja ini delegasi Indonesia juga bertemu dan berbaur bersama delegasi dari Jepang, Nepal, Laos dan Korea.

Setelah Welcoming ceremony seluruh peserta menuju ke ‘rumah masing-masing’ untuk makan malam bersama keluarga baru mereka. Saya tinggal bersama keluarga Mr. Andrew yang kemudian hingga kini menjadi “abeoji” saya.

jelang ayd 2017 catatan dari ayd 2014 di korea selatan 2

Rossy bersama Host Parent | Foto: Dok. Pribadi

Baca bagian Pertama: Jelang AYD 2017, Catatan dari AYD 2014 di Korea Selatan 1

10 Agustus 2014 adalah hari di mana kegiatan di Keuskupan Jeju di mulai. Seluruh peserta berkumpul di Cathedral Church, mengikuti misa dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Pada pukul 14.00 dalam agenda City Tour, peserta AYD mengunjungi tempat-tempat di sekitar kota, yakni:

  • Jeju Mokgwana yang merupakan bekas gedung kepemerintahan dari tahun 1392 hingga 1910.
  • Yongyeon, sebuah danau di daerah timur Yongduam. Nama danau ini berasal dari legenda naga yang selalu mandi di danau ini.
  • Jeju Dongmun Traditional Market.
  • Jungang Underground Shopping Center.
  • Ditutup dengan makan malam di pinggir Pantai Yongduam.

11 Agustus 2014, perjalanan dimulai dengan mengunjungi Haenyeo Museum yang merupakan museum di mana disimpan berbagai macam benda-benda dari para nelayan wanita yang pertama kali masuk dan tinggal di pulau Jeju.

Kegiatan pada hari itu dilanjutkan ke Seongsan Ilchulbong, lalu makan siang bersama di Paroki Seongsanpo, kemudian menuju Peace Park, sebuah area pekuburan masyarakat yang di tembak mati oleh penjajah. Tempat ini juga di lengkapi dengan museum yang berisi senjata-senjata yang digunakan pada masa perang.

Kegiatan hari ini diakhiri dengan diskusi kelompok, misa, makan malam, serta festival. Semuanya agenda tersebut dilaksanakan di Kwangyang Catholic Church.

12 Agustus 2014 adalah hari terakhir pelaksanaan live in di Keuskupan Jeju. Perjalanan dimulai pada pukul 09.00 waktu setempat.

Saat itu, para peserta mengunjungi St. Father Kim Daegun Memorial Hall. Kim Daegun adalah imam pertama di Korea pada abad ke-18. Usai mengenal kisah Kim Daegun, para peserta menikmati makan siang bersama di Samiso Isidore Center sebelum melanjutkan perjalanan ke Jusangjeollidae yang merupakan pantai wisata di Jeju yang terkenal karena pemandangan bawah lautnya yang indah.

Kegiatan hari ini diakhiri dengan makan malam bersama di Sinjeju Catholic Church setelah Misa penutupan kegiatan bersama di Keuskupan Jeju. Misa dipimpin oleh Father Kim Peter, dihadiri seluruh peserta live in bersama host parents.

Asian Youth Day (AYD) atau hari orang muda asia adalah perjumpaan orang muda Katolik se-Asia. Acara ini diselenggarakan tiap tiga tahunan dan dihadiri kurang lebih seribu sampai tiga ribu OMK perwakilan dari berbagai negara di Asia. Dalam acara inilah berbagai kegiatan menumbuhkan semangat pewartaan dibuat. Bersambung.

Bagian selanjutnya: Bertemu Paus dan Merayakan HUT RI di Korea Selatan

Editor: Armin Bell

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *