Jelang AYD 2017, Catatan dari AYD 2014 di Korea Selatan 3

Kali ini kita sampai di bagian ketiga catatan Jelang AYD 2017. Pada bagian Wilhelmina Da Rossy berkisah tentang lagu Indonesia Raya yang berkumandang di Korea Selatan.

Rossy adalah salah seorang dari 75 delegasi Indonesia pada kegiatan 6th Asian Youth Day di Korea Selatan tahun 2014 silam. Pada bagian ketiga ini, anggota OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng dari Kampung Larantuka, Ruteng – Manggarai ini berkisah tentang kegiatan puncak AYD 2014.

jelang ayd 2017 catatan dari ayd 2014 di korea selatan 3

Indonesian Pilgrims, Delegasi Indonesia pada 6th Asian Youth Day di Korea Selatan | Dok. Pribadi Rossy

Setelah mengikuti beberapa hari kegiatan di Jeju, para peserta bergabung dengan utusan lain dari seluruh Asia, mengikuti kegiatan puncak Asian Youth Day dan bertemu dengan Paus Fransiskus. Selamat menikmati.

Jelang AYD 2017, Catatan dari AYD 2014 di Korea Selatan (Bagian Ketiga, Terakhir)

Oleh: Wilhemina Da Rossy

Bertemu Paus dan Merayakan HUT RI di Korea Selatan

Rabu, 13 Agustus 2014 merupakan hari di mana para peserta meninggalkan pulau Jeju yang sangat indah. Pada pukul 07.40 waktu setempat, para peserta menuju Jeju Airport diantar oleh orang tua angkat masing-masing.

Pukul 08.45 boarding, selanjutnya menuju Gwangju dan pukul 09.30. Para peserta kemudian menggunakan bus menuju Jeonju Hanok Village. Jeonju Hanok Village ini merupakan kampung tradisional masyarakat Korea Selatan. Di tempat ini berdiri sebuah gereja megah serta tempat-tempat untuk berwisata kuliner.

Perjalanan dilanjutkan ke Solmoe untuk Misa Pembukaan Pekan Puncak 6th Asian Youth Day 2014. Di tempat inilah para semua dari seluruh negara Asia.

Setelah Misa, para peserta menikmati makan malam bersama lalu mengikuti Festival Pembukaan Puncak AYD 2014. Acara tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 22.00. Para peserta kemudian menuju National Youth Center yang menjadi asrama untuk seluruh peserta AYD untuk beristirahat.

Kamis, 14 Agustus 2014. Pukul 08.00 para peserta menikmati sarapan pagi bersama di Youth Center sebelum mengikuti Animation dan Morning Pray di Auditorium Hall.

Para peserta kemudian duduk bersama anggota grupnya yang baru, setiap grup beranggotakan 10 sampai 12 orang dari negara yang berbeda. Dalam grup, para peserta melakukan sharing pengalaman terutama tentang kegiatan di keuskupan saat live in (pengalaman yang paling indah, makanan favorit, perbedaan korea dan Negara kita, dll), dan diskusi tentang iman.

Istirahat untuk makan siang kurang lebih 2 jam hingga jam 14.30, jam 15.00 para peserta yang tergabung dalam grup melanjutkan kegiatan sharing dengan membuat grafik iman, dilanjutkan dengan dikusi tentang perkembangan Gereja Katolik dari setiap peserta.

Kegiatan ini sungguh menarik, karena kita dapat mendengar perjalan hidup beriman dari setiap teman grup kita. Tentu saja ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan. 30 menit setelah istirahat, dilanjutkan dengan misa bersama, makan malam dan doa Rosario hingga pukul 22.00. Pukul 22.20 para peserta kembali ke asrama untuk beristirahat.

Bertemu Paus Fransikus

Jumat, 15 Agustus 2014. Hari ini merupakan hari yang istimewa karena para peserta akan bertemu dengan Paus Fransiskus. Pagi ini kegiatan dimulai dengan Misa pagi pukul 06.30. Para peserta selanjutnya bergegas untuk sarapan pagi lalu mengikuti animasi serta workshop yang membahas tentang toleransi umat beragama di Negara masing-masing. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 12.00.

Para peserta kemudian menuju Solmoe Shrine dengan menggunakan bus serta melakukan makan siang spesial; di dalam bus. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, peserta kemudian dengan sabar mengantri untuk masuk ke Auditorium Hall.

jelang ayd 2017 catatan dari ayd 2014 di korea selatan 3

Paus Fransiskus di tengah para peserta 6th AYD di Korea Selatan | Foto: Wilhelmina Da Rossy

Pukul 17.30, peserta akhirnya bertemu dengan Paus Fransiskus dan puji Tuhan Indonesia dapat melakukan pertunjukan tari tradisional yang menampilkan budaya Indonesia di hadapan Paus Fransiskus.

Setelah bertemu Paus Fransiskus para peserta menyaksikan Knocking Festival sambil makan malam bersama. Kegiatan ini hingga pukul 23.00. Peserta selanjutnya pulang, kembali ke asrama menggunakan bus.

Sabtu 16 Aguatus 2014. Dimulai dengan sarapan bersama, lalu animasi dan misa pagi, kegiatan ini berlangsung hingga pukul 10.00, di lanjutkan dengan Lecture oleh Kardinal Savio Tai fai Hon dan kemudian sharing bersama teman-teman grup.

Selesai makan siang, para peserta menuju ke Hanseo University menggunakan bus ± 2 jam. Dari Hanseo University para peserta melakukan Walking Pilgrimage menuju Haemi Castle. Para peserta berjalan kaki sejauh 5 kilometer, selama sekitar satu jam.

Tiba di Haemi Castle pukul 06.30, kemudian makan malam bersama, dan menyaksikan final festival yang menampilkan pertunjukan menarik serta penampilan para bintang Korea dan juga pesta kembang api yang sangat meriah. Para peserta kembali ke asrama pukul 23.30 menggunakan bus.

Merayakan HUT RI di Korea Selatan

Minggu, 17 Agustus 2014 adalah hari yang sangat spesial. Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dan kami merayakannya di Korea Selatan. Benar-benar spesial; merayakan Misa Penutupan kegiatan AYD yang dipimpin langsung oleh Paus Fransiskus sekaligus merayakan kemerdekaan Indonesia di luar negeri.

Hari ini dimulai dengan sarapan bersama, animation dan doa pagi bersama. Pukul 09.00 delegasi dari tiap negara berkumpul untuk membuat statement atau pernyataan mengenai AYD 2014 ini. Pukul 09.30 acara sharing country dimulai, di mana perwakilan dari setiap delegasi membacakan hasil evaluasi kegiatan AYD yang menghasilkan sebuah statement.

Pukul 11.30 para peserta menuju Haemi Castle untuk menghadiri Misa Penutupan 6th Asian Youth Day bersama Paus Fransiskus. Perjalanan menggunakan bus selama sekitar dua jam, pukul 13.30 – 15.30 para peserta mulai masuk ke Haemi Castle. Agenda ini memakan waktu yang cukup lama karena pemeriksaan yang ketat dari petugas imigrasi serta keamanan.

Misa penutupan dimulai pukul 16.30. Perayaan Misa yang begitu meriah ini membuat para peserta larut dalam sukacita yang besar sembari dengan khidmatnya mengikuti Misa.

Di akhir Misa diumumkan bahwa AYD selanjutnya akan dilaksanakan di Indonesia. Seluruh peserta dari Indonesian Pilgrims maju dan mengikuti perarakan salib AYD dengan perasaan yang sangat bahagia.

jelang ayd 2017 catatan dari ayd 2014 di korea selatan 3

Wilhelmina Da Rossy, Delegasi Indonesia pada 6th Asian Youth Day di Korea Selatan | Dok. Pribadi

Di panggung puncak, para peserta dari delegasi Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kabar bahagia ini bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah misa dilanjutkan dengan makan malam bersama dan pukul 19.00 para delegasi pulang ke asrama.

Senin, 18 Agustus 2014 seluruh peserta mempersiapkan diri untuk kembali ke negara mereka masing-masing. Suasana haru menyelimuti asrama di pagi hari; para peserta berpelukan, menangis sedih, karena akan segera berpisah.

Pukul 10.00 semua peserta menuju Incheon Airport untuk check in. Delegasi Indonesia kembali ke tanah air pukul 17.00, tiba di Soekarno-Hatta pada pukul 23.00. Di tempat itu kami saling mengucapkan salam perpisahan karena segera mengatur perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Kami dipertemukan Tuhan untuk sebuah Misi yang sama dan dengan iman yang sama untuk menjadi Martir Tuhan. Karena itu kami saling menyayangi satu sama lain. Kami berpisah dengan harapan yang sama bahwa akan bertemu kembali di tahun 2017, pada 7th Asian Youth Day yang akan di selenggarakan di Tanah Air tercinta, Indonesia Raya.

Peserta 6th Asian Youth Day dari Keuskupan Ruteng kembali ke Manggarai tanggal 21 Agustus 2014.

Tahun 2017 ini, Asian Youth Day akan dilaksanakan di Indonesia. Informasi selengkapnya dapat disimak di tautan ini(Habis)

Editor: Armin Bell

 

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *