Katedral Ruteng Dicat Ulang

Gereja Katedral Ruteng dicat ulang dan akan dipercantik lagi. Warna dinding yang memudar akibat terpaan panas dan hujan selama beberapa tahun terakhir membuat Dewan Pastoral Paroki DPP Katedral Ruteng memutuskan untuk melakukan pengecatan ulang.

Pleno DPP Katedral Ruteng | Foto: Dok. DPP

Pleno DPP Katedral Ruteng | Foto: Dok. DPP

Kegiatan tersebut mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2012 ini dan akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama yakni pengecatan dinding luar akan dilakukan selama dua setengah bulan. “Ini adalah kali pertama dilakukan pengecatan ulang sejak Gereja Katedral diresmikan tahun 2002 silam. Kami harapkan, pertengahan September 2012 sudah selesai tahap pertama,” jelas Ketua DPP Erlan Yusran.

DPP Katedral Ruteng dalam Rapat Pleno tentang Penetapan Anggaran dan Belanja Paroki tahun 2012, menetapkan total anggaran sebesar tujuh puluh lima juta rupiah untuk biaya mempercantik wajah bangunan megah ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengecatan dinding luar dan dalam Gereja. “Karena berbagai pertimbangan, pengerjaan akan dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah pengecatan dinding luar dan menara, itu yang dilakukan sekarang, sedangkan tahap kedua untuk bagian dalam akan dijadwalkan kemudian,” tuturnya.

Khusus untuk tahap pertama, yang mengerjakannya adalah tukang bangunan dari wilayah Paroki Katedral dan dibantu sepenuhnya oleh kelompok THS/THM Katedral sebagai salah satu kelompok kategorial yang aktif di paroki ini, serta relawan dari kalangan umat yang bersedia meluangkan waktunya. Proses pengecatan ini akan melalui tiga tahapan yakni pengelupasan cat lama yang dilanjutkan dengan dempul, terutama pada bagian yang sudah mulai berjamur, kemudian pewarnaan dasar dan selanjutnya pengecatan terakhir. “Pilihan warna tidak berubah, kita sesuaikan dengan warna asli ketika Gereja ini pertama kali dibangun. Bagi umat yang ingin bergabung dalam pembangunan, dengan senang hati kami ajak untuk datang ke Gereja dan ikut membantu di sela-sela kesibukannya” kata Erlan Yusran.

Gereja St. Maria Assumpta – St. Yosef Katedral Ruteng mulai dibangun pada tahun 1996 setelah peletakan batu pertama oleh Mgr. Eduardus Sangsun, SVD pada 3 Mei 1996. Dibangun di atas area seluas 4.000 meter persegi, proses pembangunannya memakan waktu selama enam tahun. Gereja ini diresmikan pada tanggal 15 Agustus 2002. Sejak saat itu, Gereja Katedral ini menjadi salah satu ikon kota Ruteng dan merupakan salah satu tujuan wajib bagi pengunjung kota Ruteng. (adm)

Data-data:

Nama lengkap Gereja: Sta Maria Assumpta – St. Yosef, Katedral Ruteng
Luas Area: 4.000 meter persegi
Luas Bangunan: 150 meter persegi
Jumlah Pintu: 7 buah
Kapasitas: 2.500 orang
Fasilitas penunjang: Lapangan Parkir 40 x 100 meter dan Pekarangan
Alamat: Jl. Pelita Ruteng
Tautan rekomendasi
– Informasi dan Agenda Juli 2012
– Proposal Pembangunan Aula Paroki

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *