Kolekte Geser Disalurkan Maret Ini

Kolekte Geser atau Gerakan Seribu Rupiah di Paroki Katedral Ruteng kembali disalurkan kepada umat yang berhak. Penyaluran dilakukan pada tanggal 4 Maret 2016 silam.

Kolekte Geser disalurkan Maret ini

Ketua PSE dan Pastor Paroki saat penyaluran Geser

Berdasarkan data dari sekretariat Paroki Katedral Ruteng, ada lima keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut dan tersebar di lima wilayah yang berbeda. Seperti diketahui, penentuan sasaran penerima sumbangan kasih umat yang dikumpulkan melalui kotak kolekte khusus Gerakan Seribu Rupiah. Ketua Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi DPP Katedral Ruteng Konstantinus Parit mengatakan, saat ini ada cukup banyak usulan penerima dari KBG-KBG, namun keputusan tentang siapa yang berhak menerima dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan. “Apakah memang harus segera dibantu dan apakah memang hasil kolektenya tersedia cukup,” jelasnya.

Terkait dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka untuk bulan ini ada lima penerima yang terdiri dari para janda dan keluarga yang benar-benar harus segera dibantu. “Satu di KBG St. Fransiskus Sejahtera I Wilayah X, kemudian di KBG Rumah Kencana Waso Bea Wilayah XI, KBG St. Paulus Kedutul Wilayah XIII, KBG St. Maria Fatima Watu V-A Wilayah II, dan KBG St. Agustinus Waso Welu,” jelas Ketua Seksi PSE yang juga menambahkan bahwa pemerataan KBG dan Wilayah juga menjadi dasar pertimbangan penyaluran bantuan Geser.

Kolekte Geser

Sampai saat ini, semua penerima adalah yang benar-benar layak dan sangat membutuhkan uluran kasih umat. “Bahwa ada banyak yang mengusulkan nama-nama calon penerima, itu wajar. Tetapi tidak semuanya bisa langsung dikabulkan karena harus benar-benar mempertimbangkan kondisi dana yang tersedia di kotak kolekte Geser,” sambung Konstantinus. Pada penyaluran tanggal 4 Maret silam, Konstan bersama Pastor Paroki Katedral Ruteng RD Benediktus Bensy langsung mendatangi rumah para penerima. Mekanisme yang ditetapkan untuk penyaluran aksi ini memang dilakukan secara langsung tanpa perantara. Dana yang terkumpul melalui delapan kotak kolekte Geser yang diletakkan di pintu dan tiang Gereja Katedral dihitung jumlahnya oleh tim sekretariat dan diatur secara khusus (tidak dihitung dalam penerimaan paroki, red) untuk kemudian disalurkan.

Gerakan ini telah dimulai secara resmi pada tanggal 10 Maret 2013. Sebelumnya sosialisasi tentang gerakan tersebut disebarkan melalui mimbar gereja dan warta mingguan Kreba. Selain Gerakan Seribu Rupiah, Paroki Katedral Ruteng juga sudah dan akan terus melaksanakan berbagai aksi lain dalam kaitan dengan pengembangan ekonomi umat, termasuk peternakan dan pertanian organik. Sementara itu aksi sosial karitatif lainnya adalah pengumpulan beras pada dua perayaan besar yakni Natal dan Paska yang juga disalurkan kepada umat yang membutuhkan. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *