Latihan Pengolahan Sampah di LG Corner Ruteng

LG Corner Ruteng kembali menjadi tempat pelaksanaan kegiatan menarik dan bermanfaat. Setelah sebelumnya gedung dengan aneka fasilitas ini dipakai sebagai tempat diskusi buku secara reguler oleh Petra Book Club Ruteng, selama dua hari LG Corner Ruteng digunakan sebagai tempat pelatihan pengolahan atau daur ulang sampah.

Pelatihan Pengolahan Sampah di LG Corner Ruteng

Mengolah sampah menjadi keranjang belanja | Foto: Dok DPP

Sejak Kamis (22/3) sampai Jumat (23/5), sejumlah aktivis dan relawan peduli lingkungan hidup mengikuti pelatihan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan oleh lembaga peduli lingkungan Eco Flores untuk program Green Indonesia dengan fasilitator: Sarah Opheij dari Eco Flores dan Susilowati Koopman dari Bank Sampah Flores Maumere. Mereka di antaranya berasal dari kelompok muda, mahasiswa, pelajar, rohaniwan, masyarakat umum peduli lingkungan serta para pegiat lingkungan hidup dari Labuan Bajo. Di LG Corner Ruteng mereka mempelajari banyak hal, termasuk bagaimana mengolah sampah menjadi bahan siap pakai seperti: dompet, tas, keranjang belanjaan dan lain-lain.

Lahir Bank Sampah Ruteng

Kegiatan dua hari ini juga berhasil membentuk Yayasan Tuluk Rob. Tuluk Rob adalah bahasa Manggarai yang berarti Memungut Sampah. Salah seorang pendiri Yayasan Tuluk Rob, Rm. Beben Gaguk, Pr mengatakan terbentuknya yayasan ini adalah langkah maju bagi perhatian akan lingkungan hidup di Ruteng. Menurut Pastor Kapelan Katedral Ruteng ini, dalam waktu dekat yayasan ini akan melaksanakan beberapa hal penting seperti animasi sampah ke sekolah-sekolah, pelatihan pengolahan sampah dan mendirikan Bank Sampah Ruteng. “Salah satu yang akan kita buat adalah Bank Sampah. Semua orang bisa menjadi nasabah dan setorannya adalah sampah yang dapat didaur ulang. Sampah-sampah tersebut akan dibayar. Kita akan mengadopsi sistem yang sudah ada di berbagai tempat termasuk yang sudah dibuat oleh kawan-kawan kita di Bank Sampah Labuan Bajo” tutur Romo Beben.

Peserta lainnya yang juga ikut mendirikan Yayasan Tuluk Rob, Tony Hagul mengatakan, “Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pada lingkungan hidup dan bertujuan menciptakan kota Ruteng yang bersih. Di Labuan Bajo sudah ada Bank Sampah dan kita bisa bersama kawan-kawan di sana seperti Wawan Rafael, Engkos dan Stefan Rafael bergerak untuk tujuan ini.” Ditambahkannya, target utama adalah mengurangi jumlah sampah serta mempengaruhi semakin banyak orang untuk ikut terlibat dalam gerakan ini.

Aneka Kegiatan di LG Corner Ruteng

Kegiatan Pelatihan Pengolahan Sampah adalah satu dari cukup banyak kegiatan positif yang dilaksanakan di LG Corner Ruteng. Gedung yang dikelola oleh DPP Katedral Ruteng ini sebelumnya telah menjadi tempat diskusi serta pertemuan dari berbagai komunitas. Di LG Corner Ruteng, berbagai fasilitas disiapkan oleh DPP Katedral Ruteng, seperti: Toko Buku, Taman Baca, Kios Sembako, Hot Spot Area, Fotocopy dan Stand Kuliner. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *