LG Magz, Majalah Dinding OMK Katedral

OMK Lumen Gratiae Paroki Katedral Ruteng menambah daftar kegiatan kreatif mereka dengan meluncurkan majalah dinding. Diberi nama LG Magz, majalah dinding ini mulai terbit bulan Mei ini.

lg magz, majalah dinding omk katedral

Tampilan edisi pertama LG Magz | Foto: Evan Lahur

Koordinator pembuatan majalah dinding ini Evan Lahur mengatakan, ide pembuatan majalah dinding LG Magz ini bermula dari niat berbagi pengalaman menulis kepada anggota OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng. Evan sendiri telah sering menulis di berbagai media masa, termasuk membuat laporan untuk website ini.

“Saat pertama kumpul, yang bergabung cuma empat orang. Kami sepakat untuk membuat majalah dinding yang sesuai dengan gaya anak OMK dan belakangan beberapa anggota bergabung, bahkan ada yang dari luar paroki Katedral,” jelas Evan. Ditambahkannya, tentang rubrik di majalah dinding ini disepakati dibuat berdasarkan kemampuan tim kerja. “Ada yang bisa asuh rubrik opini, karikatur, dan lain-lain. Setiap pengasuh rubrik bertugas mencari kenalan yang bisa mengisi masing-masing rubrik,” tambahnya.

Sementara itu, Della Perry, salah seorang anggota OMK yang bergabung sebagai tim kerja LG Magz mengatakan dirinya senang bisa terlibat dalam kegiatan kreatif ini. “Salah satu tujuannya adalah menyalurkan bakat dan minat serta terus belajar,” kata Della yang juga menuturkan harapannya agar LG Magz bisa memberikan informasi yang cukup kepada umat tentang kegiatan kaum muda di Paroki Katedral Ruteng. Berkoordinasi dengan Evan Lahur dan moderator OMK Lumen Gratiae RD Lian Angkur, Della mengerjakan edisi bertama bersama Tessy, James, Patris, Lisa dan Krisen hingga terbit pertama tanggal 8 Mei 2016 silam.

Untuk edisi pertama, dibutuhkan waktu dua minggu untuk persiapan sampai penempelan di papan mading. Dijadwalkan akan terbit sekali dalam sebulan. Juga dibuka kesempatan kepada anggota kelompok kategorial ppa dan Sekami untuk mengisi rubrik-rubrik yang telah disediakan. Tema pertama yang diusung LG Magz adalah Kaum Muda dan Seni. “Ini mengambil momen pentasan Drama Musikal Ombeng, di mana cukup banyak kru dan pemain yang adalah anggota OMK LG. Kami juga berpikir, kaum muda dan seni menjadi dua paduan unsur yang berkaitan sangat erat. Anggota OMK bisa merayakan masa mudanya dengan kesenian,” ungkap Evan. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *