Liturgia – Bertemu Tuhan Butuh Persiapan, Bukan?

Salam. Kolom catatan di website Paroki Katedral Ruteng ini akan hadir dengan topik Liturgia. Topik ini sebelumnya adalah salah satu halaman di buletin milik Katedral Ruteng bernama Swardika. Buletin tersebut tidak lagi terbit, dan karenanya kami memindahkan beberapa bagian dari Swardika di website katedralruteng.id.

liturgia bertemu tuhan butuh persiapan, bukan

Gereja Katedral Ruteng

Liturgia sendiri berisi catatan tentang sikap-sikap liturgi, hal-hal yang harus diketahui umat Katolik agar dapat mengikuti ritus-ritus Gereja Katolik dengan baik. Di Swardika, kolom ini diasuh Romo Beben Gaguk. Edisi ini akan berisi persiapan sebelum mengikuti perayaan Ekaristi.

Liturgia – Bertemu Tuhan Butuh Persiapan, Bukan?

Apa pun yang akan kita buat, pasti perlu persiapan. Ya, persiapan menjadi hal yang teramat penting agar kita tidak kelabakan mengikuti apa yang terjadi, atau paling kurang berada pada posisi bathin yang nyaman untuk mengalami situasi yang bakal dihadapi.

Persiapan adalah sebuah keharusan jika sesuatu yang bakal terjadi itu menyangkut interaksi atau perjumpaan formal dengan orang lain. Misalkan saja, dengan pihak lain atau mereka yang mempunyai posisi penting berkaitan dengan hajat hidup kita, pimpinan atau atasan. Jika tanpa persiapan maka bukan mustahil kita akan salah tingkah, garuk-garuk kepala, grogi, kalang kabut dan gerimis (gerakan imi-amas) lainnya.

Persiapan menjadi semakin penting, jika kita ingin berjumpa dengan Tuhan, dalam doa, teristimewa pada perayaan Ekaristi. Logika sederhananya, kalau mau bertemu dengan sesama manusia saja kita butuh persiapan, apalagi bertemu dengan Sang Pemberi kehidupan.

Ekaristi merupakan perayaan kenangan akan misteri keselamatan Yesus Kristus. Ia hadir dalam Sabda yang didengarkan dan santapan tubuh dan darah yang kita terima; sebuah jaminan penebusan.

Di sini, ekaristi merupakan momen perjumpaan. Allah, dengan penuh kerendahan, turun melawati umatnya, dan pada saat yang sama, umat datang untuk mempersembahkan diri dan permohonannya. Dalam perayaan ini, umat manusia yang penuh dengan kerapuhan dan dosa mengalami perjumpaan dengan Allah yang hadir meresapi dan mengangkat martabat manusia pada taraf keliahian.

Kalau Ekaristi adalah kesempatan berjumpa dengan Tuhan, maka kita hadir dengan posisi bathin sebagai hamba yang rendah hati. Persiapan hati yang pantas dan penuh kerinduan membuat Ekaristi yang kita rayakan menjadi bermakna dan penuh arti. Dan hampir pasti ini yang kita lupa, bukan?

Waktu jeda, sebelum perayaan misa merupakan saat yang berahmat bagi kita untuk menyiapkan hati dan bathin. Tanpa mengabaikan persiapan di rumah, seperti berpuasa satu jam sebelum perayaan Misa, saat berahmat sebelum Ekaristi menjadi kesempatan untuk berdoa, mohon bimbingan Roh Kudus agar kita dapat merayakan ekaristi dengan baik, agar kita dijauhkan dari segala hal yang dapat mengganggu kekhusukan ekaristi kita, misalnya tergoda untuk jalan-jalan, pencet-pencet handphone atau juga berbisik tentang penampilan umat yang lain.

Selain itu, waktu sebelum misa menjadi saat yang tampan bagi kita untuk menyampaikan permohonan pribadi, kemudian disatukan dengan permohonan seluruh Gereja, melalui doa Imam dalam perayaan Ekaristi.

Tentu persiapan bathin ini akan berjalan dengan baik, kalau kita hadir di Gereja sebelum perayaan Ekaristi dimulai. Dan hampir pasti, hal ini yang sering dilalaikan, bukan? Disadari atau tidak, masih ada sebagian dari umat kita yang terlambat mengikuti perayaan Ekaristi. Jika kita datang tidak tepat waktu tentu amat berpengaruh pada kesiapan batin untuk mengikuti perayaan.

Sebab kalau terlambat, otomatis kita memasuki gereja dengan amat terburu-buru. Hal ini membuat kita pun lupa menandai dahi dengan air suci di pintu gereja dan tidak sempat berlutut sebelum ke tempat duduk. Jika terpaksa keringatan akibat langkah yang terburu-buru, itu berarti harus “kipas-kipas” badan, yang tentunya dapat mengganggu umat sekitar. Dalam situasi ini, bagaimana mungkin kita dapat mempersiapkan ekaristi dengan baik? (*/adm)

Oleh: Romo Beben Gaguk

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *