Mahasiswa STKIP Ruteng KKN di Katedral

Tigabelas mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata KKN di Paroki Katedral Ruteng.

Mahasiswa STKIP Ruteng KKN di Katedral

Mahasiswa STKIP Ruteng, peserta KKN 2015| Foto: Dok. DPP

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari persyaratan meraih gelar sarjana pendidikan tersebut, berlangsung mulai tanggal 16 sampai dengan 28 Februari 2014. Sebelum terjun ke lokasi KKN yakni KBG-KBG di Paroki Katedral Ruteng, para mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PGSD tersebut mendapat pembekalan dari tim sekretariat DPP Katedral Ruteng pada hari Jumat (13/2).

Berdasarkan SK Pastor Paroki Katedral Rm. Daniel Sulbadri, Pr, selama masa KKN para mahasiswa akan bertanggungjawab atas sosialisasi dan distribusi buku Iuran Paroki Mandiri IPM ke Kelompok Basis Gerejawi atau KBG. “Ada 89 KBG di Paroki Katedral Ruteng, dan tahun ini kita membuat buku baru untuk daftar IPM. Para mahasiswa KKN akan membantu sekretariat dalam melakukan sosialisasi sekaligus distribusi buku-buku tersebut ke semua KBG,” jelas Herry da Lopez, tim sekretariat yang mendampingi para mahasiswa dalam kegiatan ini.

Selain itu, para mahasiswa juga akan dilatih untuk mengelola kebun organik. “Seperti kita ketahui, Katedral Ruteng punya kebun organik. Tahun sebelumnya, mahasiswa STKIP Ruteng yang KKN di sini ikut dalam kegiatan pengelolaannya, terutama pembuatan pupuk organik. Tahun ini, 13 mahasiswa ini akan ikut kegiatan yang sama,” tambah Herry.

Berikut adalah nama-nama mahasiswa peserta KKN tersebut:

  1. Maria Dolorosa Yanda
  2. Maria Huni
  3. Imelda Rimin
  4. Angela Merici Nita
  5. Delfina Srifina Sinar
  6. Maria Herlina Amon
  7. Mathilda Ratna
  8. Maria Metilda Jemimun
  9. Susana Gembira
  10. Helena Srimarti
  11. Magdalena Sri Mulyati
  12. Krenstia Oda Madarsa
  13. Paulus Pancak

Tahun 2014 silam, empat belas mahasiswa STKIP St. Paulus Ruteng juga melaksanakan program KKNnya di Paroki Katedral Ruteng. Saat itu, pelayanan mereka kepada KBG-KBG adalah pendataan potensi umat yang kemudian menjadi data yang kemudian digunakan sebagai dasar penyusunan program DPP Katedral Ruteng.

Tentang pelatihan pupuk organik, pengelola kebun sayur organik Katedral Ruteng San Denggot ketika itu menuturkan “Di sini mereka pelajari pupuk bokasi. Mulai dari proses awal, cara pengolahannya dan juga manfaatnya.” Salah satu alasan para mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan tersebut adalah agar ketika terjun ke masyarakat, mereka ikut melakukan sosialisasi tentang manfaat mengkonsumsi sayur organik serta cara mengelola kebun organik. (swa)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *