Masa Bakti Romo Deny di Katedral Berakhir

Terhitung sejak 31 Desember 2015, RD Daniel Sulbadri tidak lagi bertugas sebagai Pastor Paroki Katedral Ruteng. Masa bakti Romo Deny di Katedral Ruteng dimulai sejak tahun Februari 2009 silam.

masa bakti romo deny di katedra

Romo Deny bersama Bapak Simon Manggu | Foto: Kaka Ited

Surat Keputusan atau SK pembebasan Romo Deny dari tugas dan jabatan sebagai Pastor Paroki Katedral Ruteng ditandatangani oleh Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng tanggal 14 Desember 2015. Dalam SK bernomor 460/V.1/XII/2015 itu disebutkan bahwa terhitung sejak 31 Desember 2015, RD Daniel Sulbadri tidak lagi menjabat sebagai Pastor Paroki Katedral Ruteng. Selanjutnya Romo Benediktus Bensi, Pr akan menjadi Pastor Paroki Katedral Ruteng.

Uskup Ruteng dalam SK tersebut mengucapkan terimakasih atas segala jasa dan pengabdian yang telah diberikan Romo Deny bagi umat paroki Katedral selama 5 tahun 11 bulan berkarya di Paroki ini. Dijelaskan juga beberapa alasan, di antaranya pedoman kehidupan dan pelayanan pastoral klerus Keuskupan Ruteng yang mengatur tentang masa jabatan pastor paroki/imam pimpinan lembaga di Keuskupan Ruteng yakni selama 4 tahun. Selain itu, kebijakan pimpinan Keuskupan Ruteng dalam pengaturan tenaga pastoral juga menjadi hal yang diperhatikan, sehingga Romo Deny akan ditempatkan pada posisi yang baru berdasarkan kebutuhan keuskupan.

Masa Bakti Romo Deny di Katedral

Selama menjadi Pastor Paroki Katedral Ruteng, Romo Deny yang lahir pada tanggal 8 Mei 1968, telah menjadi imam yang dekat dengan umat sekaligus tegas dalam setiap pengambilan keputusan. (Baca juga: Homili RD Daniel Sulbadri). Proses pembangunan aula baru adalah salah satu hal yang menjadi perhatian beliau pada masa baktinya di paroki ini.

Selain itu, berbagai program telah ditetapkan dan dijalankan dengan baik sekaligus mendapat apresiasi dari umat seperti Misa KBG, persetujuannya membangun LG Corner sebagai tempat diskusi dan ruang pertemuan kaum muda, pembangunan lapangan parkir, penerbitan Warta Paroki Kreba, kebun sayur organik, kolekte Geser dan yang terakhir adalah kerjasama dengan Dinas PPO Kabupaten Manggarai melalui Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB terkait kegiatan Paket B dan Paket C. Penataan keuangan paroki juga menjadi perhatian Romo Deny, sehingga selama masa bakti Romo Deny, pengelolaan keuangan paroki dilakukan secara transparan. Dalam masa kepemimpinannya, Romo Deny pernah dibantu oleh empat pastor kapelan yakni RD Ivan Selman, RD Gusti Iwanti, RD Beben Gaguk dan sekarang RD Lian Angkur. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

5 gagasan untuk “Masa Bakti Romo Deny di Katedral Berakhir

  1. Ada pepatah yang mengatakan, “Ada pertemuan dan ada pula perpisahan.” Pertemuan dikatakan merupakan pengalaman hidup yang menggembirakan. Namun sebenarnya dalam pertemuan itu, orang harus siap untuk berpisah. Sebab tidak selamanya orang bersama, akan ada saat akan mengalami perpisahan.

    Namun perpisahan tidaklah merupakan pengalaman yang menyedihkan, apalagi bila hal itu menyangkut “iman”.
    Perpisahan justru merupakan pengalaman yang membahagiakan. Sebab dengan berpisah, kita bisa mengenang ‘pengalaman indah’ selama bersama dengan orang yang berpisah dengan kita, dan kitapun akan mengalami ‘pengalaman baru’ bersama orang baru.

    Dalam hal ini yang kami maksud adalah perpisahan seorang imam ke tempat tugas yang baru.

    Proficiat atas segala karya dan bakti yang Romo Deny telah buat.

    “Selamat bertugas untuk kedua pastor, baik yang akan pindah tugas ke tempat baru dan yang akan datang bertugas di Paroki Katedral Maria Assumpta-Santo Yossef , Ruteng”.

    Ave Maria.

  2. Kesan sekilas dengan Romo Deny Sulbadri, Pr. kami memanggilnya Romo Deny. Jujur tidak banyak waktu bersama Romo Deny karena kami** ini bukan umat di paroki Katedral dan Keusukupan Ruteng, walaupun demikian kami dapat juga terkesan.
    Beliau adalah salah satu Imam “Servant-Leader” dalam memimpin Umatnya dan menjadi Pemimpin yang menerapkan Leaddership by Example (keteladanan). yang lebih penting sangat memegang yang namanya “Konstitusi” dalam berparoki.
    “Paratus ad Omne Opus Bonum”.
    Ave Maria – Tuhan Yesus Memberkati.

    **dari Paroki Tello – Keuskupan Agung Makassar

  3. Memang harus ada penyegaran. semoga iman baru menjadi pastor paroki Ruteng yang membawa umat lebih maju lagi. dan tingkatkan jumlah kolekte utk kemajuan gereja atau paroki. dan selamat bertugas di tempat baru utk romo Deny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *