Memukau, Pentas Opera OMK Lumen Gratiae

Para penonton terpukau saat 33 anggota Orang Muda Katolik OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng memainkan adegan demi adegan dengan baik di panggung utama Lapangan Motang Rua Ruteng. Mereka menampilkan Opera berjudul Wajah Pertiwi, sebuah pertunjukan yang mengadopsi naskah teater Wajah Pertiwi milik Teater Tanya Maumere.

Memukau, Pentas Opera OMK Lumen Gratiae

Opera OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng | Foto: Stefany Soe

Hari itu tanggal 28 Oktober 2013, peringatan Sumpah Pemuda ke-85. OMK  Lumen Gratiae ikut ambil bagian dalam pentas seni yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama Kabupaten Manggarai, mulai jam 10.00 WITA – 12.00 WITA. Selain OMK Lumen Gratiae, juga hadir perwakilan dari sekolah-sekolah dan organisasi pemuda, seperti SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng, OMK Golodukal, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ruteng, SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng, SMA Negeri 2 Langke Rembong, pemuda GMIT dan Persatuan Hindu Dharma.

Opera Wajah Pertiwi

Pentas Opera OMK Lumen Gratiae memainkan naskah Wajah Pertiwi. Naskah ini berisi kritik sosial tentang perbedaan yang melahirkan pertentangan. Kondisi ini dalam pentasan dijelaskan dengan munculnya sekelompok pemuda yang melakukan perang tanding dan mengganggu keindahan dan keharmonisan yang sebelumnya dibangun dalam cerita lewat tarian yang indah diiringi lagu Wongga ciptaan Ivan Nestorman. Koreografi oleh Febry Djenadut.

Selanjutnya, nuansa duka atas matinya kerukunan ditampilkan dengan baik oleh Jeany Sawang yang masuk bersama para malaikat, menyanyikan lagu Ibu Pertiwi. Lagu ini, notasinya disebut-sebut berasal dari lagu Kristiani: What a Friend We Have in Jesus karya Charles Crozart Converse asal Amerika Serikat pada 1868. Pentasan berlanjut dengan adegan para pemuda terbangun dari kematian dan segera menyadari bahwa mereka telah melakukan kesalahan dengan menodai indahnya perdamaian.

Narasi yang dibacakan oleh Ratu Felicitas sangat membantu penonton memahami apa sebenarnya yang mau disampaikan oleh Opera Wajah Pertiwi tersebut. Adegan ditutup dengan niat untuk menghargai perbedaan dan ajakan untuk membangun bangsa menjadi lebih baik. Lagu Teu Ca Ambo (juga milik Ivan Nestorman) dinyanyikan dengan baik oleh Novent Erlan Ferrano dan koor dari seluruh pemeran Opera. Musik digarap apik oleh Acik Roja.

“Naskah ini berkisah tentang potret bangsa kita saat ini, di mana perbedaan dipandang sebagai sesuatu yang salah dan lalu melahirkan perpecahan. Padahal, bangsa ini seharusnya dibangun dari sikap saling menerima perbedaan. Perbedaan itu indah,” jelas Rm. Beben Gaguk yang menulis ulang naskah teater Wajah Pertiwi untuk kepentingan Opera. Pentasan Opera Wajah Pertiwi yang disutradarai oleh Armin Bell itu mendapat apresiasi dari para pentonton yang hadir, di antaranya Wakil Bupati Manggarai Dr. Dheno Kamelus dan jajaran perangkat daerah otonom Kabupaten Manggarai, FKUB, Wasekjen Jarbangpora Kemenpora RI Iwan Manasa, pengurus Forkom Pemuda Lintas Agama, Rustam Raihani Kellilauw, Rm. Andy Latu Batara, Pr dan Ibu Imelda Agus serta para pelajar. Celly Jehatu, Lorens Waso, Wella Do, Priska Janggi dan seluruh pemain berhasil menampilkan persembahan terbaik untuk HUT Sumpah Pemuda ke-85 tingkat Kabupaten Manggarai. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Satu gagasan untuk “Memukau, Pentas Opera OMK Lumen Gratiae

  1. Ping-balik: Saya dan Panggung Kecil yang Manis - Arbell Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *