Mengenal Enno, Tokoh Yesus di Katedral Ruteng

Jumat, 18 Maret 2016 pukul 15.00 Wita, Orang Muda Katolik OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng mementaskan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus.

Menjawab berbagai pertanyaan tentang siapa ‘Yesus’ pada Ibadat Jalan Salib Hidup ini, kami ajak anda mengenal Enno yang berhasil memerankan tokoh Yesus. Selamat membaca.

tablo omk katedral warnai jumat agung di ruteng

Tablo OMK Katedral Ruteng | Dok. OMK LG

Mengenal Enno, pemeran Yesus

Oleh: Evan Lahur

Dramatisasi kisah jalan salib atau sering disebut tablo oleh OMK Lumen Gratia Paroki Katedral Ruteng telah berakhir pada Jumat, (18/03). Pementasan yang mengambil tempat di pelataran gereja paroki Katedral ini pun dianggap menuai sukses besar oleh umat paroki Katedral bahkan oleh umat dari beberapa paroki di seputaran kota Ruteng, Manggarai , NTT ini. Tak ayal, rasa bangga tak dapat disembunyikan di balik wajah para pemain drama jalan salib ini. Tak terkecuali oleh Vinsensius Juna atau sering disapa Enno, tokoh kunci Yesus. “Saya jadi artis beberapa hari ini” ungkap Enno dengan senyuman kecilnya ketika dijumpai di sela-sela acara kumpul-kumpul OMK Lumen Gratiae.

Dari kesaksian teman-teman OMK LG, sosok Enno ketika memerankan toko Yesus sungguh menghadirkan secara nyata siapakah Yesus itu. Hal ini dibenarkan oleh Romo pastor paroki Katedral RD Benediktus Bensy. “Saya menaruh apresiasi terhadap tokoh Yesus. Pemerannya sukses memainkan peran Yesus,” jelas Romo Bene saat dijumpai selesai pementasan tablo. Namun tak banyak umat yang mengenal sosok Enno.

Enno adalah keturunan Manggarai Timur yang lahir dan dibesarkan di Ruteng dan kini tinggal di ‘Gazaby’. Gazaby merupakan akronim yang dibuat sendiri oleh anak-anak di kompleks tempat tinggalnya yang berarti: Gang Samping Biara. Komunitas Biara yang dimaksud adalah Biara Scalabrinian, Kampung Maumere.

Lahir pada 7 April 1992, Enno bernama lengkap Vinsensius Afianus Juna. Pemuda gondrong ini menghabiskan masa kecilnya di Gazaby dan menyelesaikan pendidikan dasar di SDK Ruteng IV. Tentang ini, seorang guru SD Ruteng VI yang ikut menyaksikan penampilan Eno memerankan tokoh Yesus menyampaikan apresiasi usai tablo Kisah Sengsara itu. Ibu Mia, nama guru tersebut langsung mengirim pesan singkat kepada moderator OMK Lumen Gratiae RD Lian Angkur sebagai pernyataan kebanggaannya atas penampilan mantan muridnya itu. “Romo, pemeran Yesus tadi adalah mantan murid saya di SDK Ruteng VI dulu” begitu pesan singkat yang diterima Romo Lian.

Sekolah Menengah Pertama SMP Enno habiskan di SMPK Widya Bakti Ruteng, dan Sekolah Menengah Atas di SMAK Setia Bakti Ruteng. Sempat melanjutkan kuliah ke Universitas PGRI Kupang jurusan Olahraga, Enno terpaksa berhenti kuliah karena kendala biaya. Saat ini dia mengisi hari-harinya dengan mengerjakan stiker mobil dan motor serta grafitti. Dirinya juga mengaku senang terlibat pada berbagai kegiatan kreatif seperti dekorasi panggung, dan lain-lain. Dari pengakuan beberapa teman masa kecilnya, Enno dikenal sebagai teman yang enak diajak apa saja. “Senyum awalnya Enno sungguh manis dan itu awal yang baik dalam memulai petemanan dengannya” terang Leo Sareng teman masa kecilnya.

Enno menjadi Yesus

Bagaimana reaksi Enno ketika memperoleh kepercayaan memerankan Yesus? Layaknya tawaran pertama untuk memerankan tokoh utama dalam drama, sebagian orang pasti akan merasa ragu terutama jika ini adalah kesempatan pertama dan tokoh yang diperankan adalah tokoh besar sepanjang masa; pertanyaan apakah mampu memerankan tokoh tersebut dengan baik selalu datang. Enno pun mengalami hal serupa.

“Untuk pementasan tablo kali ini, awalnya saya tidak percaya ketika diminta memerankan tokoh Yesus” begitu cerita awal Enno. Menurutnya, siapa pun pasti akan berpikir dua kali memerankan tokoh Yesus. Selain tokoh yang akan diperankan begitu kudus, dialog yang cukup banyak bisa jadi menjadi alasan logis kenapa setiap orang akan kaget ketika diminta memerankan tokoh penebus ini. “Tapi yah pada akhirnya saya menerima tawaran tersebut. Sampai sekarang saya tidak tahu kenapa saya mengatakan ya untuk menerima” cerita Enno sambil tertawa kecil.

Enno memiliki pandangan tersendiri tentang siapakah Yesus itu. “Bagi saya Yesus itu orang yang betul-betul berkurban demi dosa-dosa manusia. Sulit juga bagi saya maupun kita untuk berpikir tentang sosok Yesus” ungkapnya pelan.

mengenal enno pemeran yesus dari katedral ruteng

Enno Juna, Pemeran Yesus dari Katedral Ruteng

Hal menarik juga Enno ceritakan ketika memerankan tokoh Yesus pada latihan-latihan awal. “Wuiii… berat memang di awal ketika latihan, saya nervous” jelas Enno. Untunglah dia bisa mengatasi berbagai tantangan yang ada. Mungkin karena sosok Yesus telah merasuki dirinya sehingga ada-ada saja trik untuk mengatasi berbagai tantangan termasuk serangan rasa gugup tersebut. “Langkah sederhana tetapi penting, ya, berdoa”, tegas penyuka musik Reggae ini yang juga menambahkan setiap tantangan yang dihadapi akan lebih mudah diselesaikan dengan terus berdoa; termasuk ketika diminta memerankan tokoh Yesus.

Menjawab pertanyaan tentang dorongan apa yang membuatnya bisa lebih rileks memerankan tokoh Yesus, Enno menjelaskan: “Saya mendapat dukungan dari keluarga. Mama adalah orang yang senantiasa menasehati saya tentang cara memerankan tokoh Yesus. Seluruh anggota keluarga saya sangat mendukung saya memerankan tokoh penebus ini. Dukungan ini menjadi energi positif yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Dan apa yang telah saya tampilkan kemarin saya persembahan kepada kedua orang tua saya” jelas Enno.

Di akhir perjumpaan Eno menyampaikan harapan agar apa yang telah dia lakukan dapat membantu umat menghayati kisah penebusan. “Semoga apa yang telah saya perankan dapat menghantar umat sekalian menghayati dengan sungguh kisah sengsara Yesus Kristus,” harap pemeran Yesus ini. (*/adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

7 gagasan untuk “Mengenal Enno, Tokoh Yesus di Katedral Ruteng

  1. Terima Kasih Tuhan atas segalanya,, Terima Kasih (mata leso ge)Mama Veronica dan(wulang mongko) Bapa Markus Juna, terima kasih untuk semua Doa dn dukunganya, terima kasih untuk kasih sayangnya, untuk cintanya, sgalanya yg kalian berikan selama ini. I love u, I Love so much.. (ntala gewang gu loo capu gula ge)Kk tercinta Maria Goreti Ani, Alm. Maria Imaculata Ana, Senadin Laus Jalu, Alm. Petrus Juna,, Im Not Perfect Without U my Fams.. Terima kasih seribu untuk semua org yg sa sayang, semua yg bantu lewat doa dn dukungan,, Love u brother Anan’Leovaldus Chandra Agung, dn semua teman2 yg tdk bisa saya sebutkan satu persatu.. Terima kasih seribu.. Tuhan Memberkati..

  2. Sy sangat terharu dan bangga atas pemetasan ini, apa lagi yang memeran tokoh Yesus adalah orang yang saya kenal, teman SMA dahulu. semoga Tuhan selalu menyertainya dan kita semua.Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *