Natal di Ruteng, Perayaan Sukacita

Yesus adalah Kasih Karunia Allah yang Sempurna. Karenanya, peristiwa Natal atau peringatan kelahiran Sang Juru Selamat ini harus dirayakan dengan penuh sukacita. Hal tersebut disampaikan oleh Rm. Ompy Latu, Pr. dalam kotbah pada Misa Malam Natal di Gereja Katedral Ruteng Senin (25/12) pukul 21.00 WITA. Perayaan Ekaristi tersebut diikuti oleh lebih dari tiga ribu umat.
Misa Malam Natal 2012 (foto: Kaka Ited)
Gereja Katedral Ruteng sebenarnya hanya mampu menampung 1.500 sampai 2.000 umat, karenanya panitia menyiapkan tenda besar yang dibangun di samping barat. Namun karena jumlah umat yang hadir sangat banyak, sebagian mengikuti perayaan misa tersebut dari halaman Gereja. Di Katedral Ruteng, Misa Malam Natal dilaksanakan dua kali, yakni misa pertama jam 17.00 WITA dan misa kedua jam 21.00 WITA.
Romo Ompy pada pemberkatan patung Bayi Yesus sebelum perarakan
Misa malam Natal diawali dengan fragmen singkat tentang peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang diperankan oleh anggota THS/THM ranting Katedral Ruteng. Romo Ompy dalam kotbahnya mengingatkan pentingnya kedamaian hati dalam menyambut Sang Juru Selamat. “Saya mendapat SMS dari seorang umat yang bercerita tentang perkelahiannya dengan saudaranya hanya karena kandang Natal. Kalau sudah demikian, bagaimana kita bisa merayakan Natal dengan sukacita? Kita harus berdamai agar Yesus layak hadir di hati kita,” ungkapnya lalu menambahkan bahwa peringatan Natal yang paling istimewa bukan pada persiapan fisik seperti kandang Natal, pohon Natal atau lampion Natal yang indah, tetapi pada hati yang damai.
Sementara itu pada misa Hari Raya Natal, Selasa (25/12) jam 08.00 WITA di Gereja Katedral Ruteng dipimpin oleh Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng. Dalam kotbahnya, Uskup Ruteng mengingatkan beberapa hal pokok yang mesti dipahami terutama pada perayaan Natal. “Jauhkanlah rasa iri hati, agar kita mampu memuliakan Tuhan dan mengasihi sesama,” kata Mgr. Hubert kepada lebih dari 2.000 umat yang hadir pada Misa kedua Hari Raya Natal.
Kandang Natal 2012 di Katedral Ruteng, latar belakang kota Betlehem
Sama seperti pada Malam Natal, misa Hari Raya Natal juga dilaksanakan dua kali, yakni jam 06.00 WITA misa pertama dan jam 08.00 WITA misa kedua.
Selain mengingatkan pentingnya menjauhi sikap iri hati, Mgr. Hubert juga berharap agar seluruh umat berupaya dengan sekuat kemampuan agar senantiasa hidup dalam kebenaran. “Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah kebenaran. Karena dalam kebenaran, kita mampu bersikap terbuka dan lurus,” tutur Uskup yang selalu mengakhiri kotbahnya dengan cerita ilustrasi dengan tokoh utama Nasrudin ini. Pada Misa Hari Raya Natal di Ruteng ini, Uskup Ruteng didampingi oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng, Rm. Daniel Sulbadri dan Pastor Kapelan Rm. Beben Gaguk. (bell)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *