OMK Katedral Ruteng dan OMK Mamajang, Bertemu dan Saling Berbagi

Akhir 2016 silam, beberapa anggota kelompok kategorial Orang Muda Katolik atau OMK dari Paroki Mamajang, Keuskupan Agung Makassar mengunjungi Paroki Katedral Ruteng.

Dalam kunjungan tersebut, mereka melaksanakan beberapa kegiatan. Salah satu agenda yang terlaksana adalah pertemuan dan sharing dengan OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng. Simak kisah pertemuan tersebut dalam catatan Rossy Fernandez, salah seorang anggota OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng, Manggarai.

omk katedral ruteng dan omk mamajang bertemu dan saling berbagi

Pertemuan OMK Katedral dengan OMK Mamajang Makassar | Foto: Dok. OMK LG

Kami Bertemu dan Saling Berbagi

Oleh: Wilhelmina da Rossy (Rossy Fernandez)

Malam minggu kali ini, 19 November 2016 menjadi malam minggu luar biasa bagi OMK Lumen Gratiae Katedral. Bagaimana tidak? OMK LG mendapat kunjungan dari Irwan, Pollo dan Steven, tiga Orang Muda Katolik yang luar biasa dari Paroki Mamajang Keuskupan Agung Makassar.

Untuk diketahui, mereka datang ke Paroki Katedral untuk memperkenalkan Hydroponic atau budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Luar biasa bukan?

Bertempat di LG Corner, Ruteng Manggarai dan dalam suasana penuh sukacita, OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng menyambut Irwan, Pollo, dan Steven dengan senyuman hangat. Kegiatan diawali dengan sambutan singkat dari moderator OMK LG Katedral RD. Lian Angkur dan dilanjutkan dengan perkenalan singkat dari ketiga anggota OMK dari Paroki Mamajang.

Dalam pertemuan tersebut mereka diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berbagi pengalaman iman, memberikan motivasi, dan juga menjawab pertanyaan dari anggota OMK LG Katedral Ruteng, Manggarai. Tampak semua yang hadir saling berdiskusi tentang permasalahan-permasalahan yang dialami Orang Muda Katolik saat ini.

Sebagai tanggapan atas pertanyaan Adeng mengenai potensi diri, Irwan mengatakan, “Sudah saatnya OMK mengenal potensi diri, menggalinya, dan kemudian melalui potensi yang mereka miliki melakukan hal-hal yang berguna bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.”

Irwan, Pollo dan Steven juga menceritakan sedikit pengalaman hidup mereka. Irwan bercerita tentang kesibukannya sehari-hari mengajar matematika dan mendampingi OMK Paroki Mamajang.

Pada kesempatan yang sama, Pollo menceritakan pengalaman hidupnya yang cukup rumit demi menemukan potensi yang ia miliki, memutuskan untuk tidak masuk biara dan melanjutkan kuliah dan mengambil teknik informatika. Perjalanan itu akhirnya menghantarkan Pollo mengenal OMK dan jatuh cinta pada OMK.

omk katedral dan omk mamajang bertemu

Temu OMK LG dan OMK Mamajang | Foto: Dok. OMK LG

Steven bertutur tentang perjalanannya yang panjang sehingga akhirnya mengenal OMK. Setelah lulus dari Seminari, pria berdarah Flores ini berniat untuk melanjutkan sekolah ke Seminari Tinggi namun mendapat sedikit kendala terkait persetujuan keluarga.

Dengan sedikit rasa kecewa akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke Kalimantan untuk bekerja dan akhirnya memutuskan melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan Ilmu Politik di salah satu Perguruan Tinggi di Makassar.

Sempat berniat untuk meninggalkan Gereja Katolik dan menganut kepercayaan lain, akhirnya suatu hari Steven diajak seorang teman untuk datang ke Gereja dan mulai mengikuti kegiatan bersama Orang Muda Katolik di Gereja tersebut. Di sanalah awal ia mencintai OMK dan menjadi OMK yang aktif di Paroki Mamajang Keuskupan Agung Makassar.

Sharing malam itu semakin seru karena juga membahas tentang tantangan OMK di tengah masyarakat yang majemuk.

Menjadi OMK yang militan dalam iman merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap Orang Muda Katolik demi meningkatkan kepekaan serta tanggung jawab sosial yang lebih baik bukan hanya untuk gereja tetapi juga untuk diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Hal ini sekaligus menjadi pertanyaan dari Uchy dan Lisa mengenai keberadaan OMK di antara masyarakat yang menganut kepercayaan yang berbeda.

“Tidak boleh berhenti belajar, selalu rendah hati, tidak lupa berdoa dan baca kitab suci, serta teruslah menginspirasi,” demikian Irwan mengakhiri sharing-nya.

Sungguh sangat menginspirasi dan semoga di hari-hari yang akan datang OMK di seluruh Indonesia bisa saling mengunjungi, berbagi, dan belajar bersama. (wdr/ktdrl)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *