OMK LG Ikut Terlibat di Pentas Ombeng

Setelah sukses menggelar pentas Tablo Kisah Sengsara pada minggu terakhir masa Prapaskah 2016, beberapa anggota OMK LG ikut terlibat pada pentas Drama Musikal “Ombeng” bulan April ini.

omk lg katedral ruteng ikut main drama musikal ombeng

Drama Musikal Ombeng | Foto: Frans Joseph

Pentas drama musikal “Ombeng” adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng, sebagai bagian dari persiapan keikutsertaan OMK Keuskupan Ruteng pada ajang Indonesian Youth Day yang dilaksanakan di Manado bulan Oktober mendatang.

Pentas drama musikal karya Armin Bell ini melibatkan orang-orang muda Katolik di Kevikepan Ruteng, dan pertama kali dilaksanakan di MCC Ruteng pada hari Sabtu (23/4) silam.

Ketua OMK LG Katedral Ruteng Adeng Crova mengatakan, sebagai bagian dari OMK Kevikepan Ruteng maka sebagian anggota OMK Katedral juga dipilih untuk ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. “Tidak semua teman-teman OMK LG ikut, hanya beberapa orang saja. Untuk pemain, yang ikut adalah yang lolos audisi, sedangkan untuk tim kerja, yang ikut adalah yang dipilih oleh Kaka Peik Paus selaku penanggungjawab tata panggung dan lampu,” jelas Adeng.

OMK LG Ikut Terlibat di Ombeng

Beberapa anggota OMK Lumen Gratiae yang terlibat sebagai pemain di antaranya Eltin Damon, Adeng Crova, Celly Djehatu, Ary ‘Kojek’ Djehatu, Ferdy ‘Mojak’ Iring, Ronald Iring, Rossy Fernandez, Lia Crova, Hilda Hambur, Okta Rewes, Putri Dyah.

Sedangkan yang terlibat sebagai tim kerja di antaranya Peik Paus selaku koordinator, dibantu Enno Juna, Wong, Tian Guess, Nathan Dalo, Adi, Bill Tatus, Joan Waso, James Saquera, dan lain-lain. Ada juga Monic Wangga dan Prisca Reza di tim make up artist, serta Evan Lahur di bagian peliputan.

omk lg ikut terlibat di pentas ombeng

Latihan Drama Musikal Ombeng | Foto: Frans Joseph

Sementara itu, pendamping OMK LG yang juga ketua seksi Humas dan Publikasi DPP Katedral Ruteng, Frans ‘Kaka Ited’ Joseph menjadi tim dokumentasi. Moderator OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng RD Lian Angkur juga mendampingi pada proses latihan dan pementasan.

Keterlibatan pada pentas drama musikal Ombeng ini juga dijadikan sebagai sarana untuk mengenal anggota OMK dari paroki-paroki lain di Kevikepan Ruteng.

“Kita berharap setelah ini OMK LG tidak hanya kuat di Katedral tetapi juga dapat menjadi tim yang hebat bersama teman-teman OMK dari paroki-paroki lain. Sehingga tidak ada kesan eksklusif. Seluruh anggota OMK adalah satu keluarga besar,” tutur Adeng yang pernah mewakili Keuskupan Ruteng pada kegiatan Indonesian Youth Day 2015 di Sanggau Kalimantan Barat.

Rossy Fernandez salah seorang anggota OMK LG yang mengikuti Asian Youth Day di Jeju Korea Selatan beberapa tahun silam juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, OMK dari setiap paroki adalah kekuatan untuk organisasi OMK tingkat Keuskupan.

Drama Musikal Ombeng sendiri adalah pentasan yang menampilkan beberapa jenis kesenian dalam satu cerita. Kisah tentang pergumulan kaum muda dalam hubungannya dengan budaya dan perkembangan teknologi menjadi pokok bahasan.

Disampaikan dalam gerak tari, lagu, dan dialog, serta melibatkan seniman-seniman muda seperti Pompy Jehaun, Rian, Febry Djenadut, RD Risal Baeng dan Livens Turuk di tim kerja, tema ini menjadi suguhan yang menarik bagi para penonton. Pentas yang berlangsung selama sekitar satu setengah jam tersebut akan kembali hadir di MCC Ruteng tanggal 30 April mendatang. Selanjutnya dilaksanakan tur ke beberapa tempat, termasuk Labuan Bajo dan Borong. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *