OMK Watu IX A Katedral Bakti Lingkungan

OMK Watu IX A Wilayah I Paroki Katedral Ruteng pada akhir Februari silam melaksanakan kegiatan bakti lingkungan. Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kaum muda pada lingkungan hidup. Berikut laporan Evan Lahur dari OMK Watu IX A Wilayah I Paroki Katedral Ruteng.

omk watu ix a katedral bakti lingkungan

Kegiatan bakti lingkungan OMK Watu IX A | Foto: Evan Lahur

OMK Watu IX A Katedral Bakti Lingkungan

Langit pagi di hari Minggu, 28 Februari tampak kurang bersahabat. Awan hitam tampak ada di beberapa titik. Jalanan tampak sepi. Hanya beberapa kendaraan roda dua dan empat yang lewat. Sebagian besar warga kelompok yang juga umat paroki Katedral Ruteng sedang mengikuti perayaan ekaristi di Gereja paroki. Di Rumbit Watu, kaum muda dari Kelompok St. Kristoforus Watu IX A Wilayah I Paroki Katedral mengadakan kegiatan kerja bakti di seputaran kompleks.

Kerja bakti lingkungan oleh kaum muda ini merupakan buah dari pertemuan kaum muda yang diselenggarakan pada Jumat (26/2). Dalam pertemuan disepakati kerja bakti yang diinisiasi oleh kaum muda di beberapa tempat, mulai dari rumput-rumput yang tumbuh liar di jalan dan saluran airĀ  dari depan kantor Peradi Posbakum Ruteng sampai ke pertigaan cabang ke Rangkat, dari depan kantor Peradi Posbakum sampai ke perempatan radio Lumen 2003 dan rumput serta sampah yang bertebaran di depan rumah-rumah warga Watu IX A.

Tumpukan sampah dan rumput tampak mulai menggunung pada jam 11 siang. Beruntung, kendaraan drum truk milik salah satu anggota kelompok Watu IX A berhasil didatangkan untuk mengangkut seluruh tumpukan sampah dan rumput liar ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Km. 5. Pukul 12.30 siang, pekerjaan kerja bakti pun selesai.

Mimpi sederhana

Kegiatan kerja bakti ini merupakan satu dari beberapa hasil pertemuan OMK Watu IX A Katedral Ruteng. Pertemuan yang digagas sendiri oleh orang muda Katolik tersebut menghasilkan beberapa poin penting.

Pertama, konsolidasi kaum muda di kelompok Watu IX A. Poin ini menjadi poin penting untuk kembali mengumpulkan seluruh kaum muda di kelompok Watu IX A. Dengan adanya konsolidasi ini, berbagai kegiatan di kelompok dapat dilakukan bersama.

Kedua, menyepakati adanya kerja bakti bersama pada hari Minggu, 28 Februari sebagai kegiatan pertama yang dilakukan oleh kaum muda sendiri.

Ketiga, menggagas pengadaan tempat sampah umum di lingkungan Watu IX A. Hal ini menjadi perhatian bersama karena keprihatinan atas bertebarannya sampah di seputaran kelompok Watu IX A. Pengadaan tempat sampah umum ini juga akan dilakukan sendiri oleh kaum muda.

Keempat, sebagai wujud konsolidasi akan dilaksanakan pertemuan bulanan kaum muda pada hari Sabtu, setiap minggu kedua. Pada pertemuan bulanan ini akan dibahas evaluasi kegiatan di bulan sebelumnya dan agenda kerja di bulan berikutnya. Tak hanya pembahasan program kerja, namun pada pertemuan bulanan ini akan diadakan arisan bersama dengan modal Rp. 10.000,. Kaum muda kelompok Watu IX A sepakat, pertemuan bulanan ini diadakan sebagai wadah berkumpul bersama kaum muda di kelompok St. Kristoforus Watu IX A.

Kerja bakti menjadi pilihan pertama yang cukup mudah dilakukan. Ada tiga hal yang menjadi kelebihan kaum muda kelompok Watu IX A. Pertama jumlah kaum muda cukup banyak, yang berasal dari tingkat pendidikan berbeda dari yang masih SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi sampai yang sudah bekerja. Tiga asrama yakni Asrama Putra St. Gabriel, Asrama Putri Restu Bunda 1 dan Asrama Putri Restu Bunda 2 menjadi penyumbang terbanyak kaum muda di kelompok Watu IX A. Kedua, secara geografi rumah-rumah di Watu IX A berdekatan sehingga memudahkan interaksi. Hal ini sangat membantu tak kala ingin mengadakan pertemuan, tinggal berjalan dari satu rumah ke rumah lainnya dengan waktu yang cukup singkat. Massa kaum muda pun terkumpul, pertemuan terlaksana dengan baik. Ketiga, dukungan orang tua. Poin ketiga ini menjadi vitamin pelengkap atas apa yang menjadi rencana kerja OMK ke depan.

Saat kerja bakti misalnya, orang tua ikut serta memberi dukungan seperti air mineral, permen, uang, dan tidak kalah pentingnya semangat. Satu mimpi sederhana yang akan dikejar ialah, apa yang mulai dilakukan di Rumbit ini menjadi rujukan bagi kaum muda di kota Ruteng untuk dilakukan di lingkungannya masing-masing. (Evan Lahur/adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Satu gagasan untuk “OMK Watu IX A Katedral Bakti Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *