Pabrikasi Konstruksi Baja untuk Aula Selesai

Proses pabrikasi konstruksi baja untuk aula telah selesai dilakukan. Saat ini, PT Gemilang yang menangani pekerjaan tersebut di Surabaya sampai pada proses pengapalan untuk kemudian dikirim ke Ruteng. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran, Kamis (18/4) setelah melakukan koordinasi dengan PT Gemilang, . “Proses pabrikasinya telah selesai dan PT. Gemilang sedang melakukan pengapalan untuk kemudian dikirim ke Ruteng,” kata Erlan Yusran. 
Rancangan Aula oleh Arta Prima Konsultan, Makasar
Lanjutnya, Dengan selesainya proses pabrikasi, maka panitia pembangunan berkewajiban untuk membayar cicilan kedua dari enam tahapan cicilan. “Dalam kontraknya memang begitu. Cicilan pertama tigaratus juta sudah kita kirim sebelum pabrikasi dimulai. Setelah pabrikasi, kita harus kirim lagi duaratus juta, itu berarti dalam waktu dekat. Total biaya konstruksi baja itu 1,1 miliar rupiah dan kita diberi waktu enam kali cicilan,” jelas Ketua DPP Katedral.
Menurutnya, karena dana umat yang terkumpul dan dana sumbangan donatur sudah terpakai dalam proses pembangunan selama ini, maka panitia meminjam di koperasi yakni Kopkardios dan Florette untuk cicilan tahap kedua. “Masih ada empat tahapan lagi untuk konstruksi baja saja dan kita sangat berharap dari swadaya umat melalui dana pembangunan yang telah disepakati bersama dan dari para donatur,” paparnya. Tambahnya, panitia tetap berharap para donatur dan pihak-pihak lain yang peduli dengan pembangunan ini tetap tergerak untuk ikut membantu dengan menyalurkan sumbangannya melalui rekening panitia.
Seperti diketahui, total anggaran untuk pembangunan aula Katedral yang baru sebesar 4,25 miliar rupiah. Anggaran tesebut yang bersumber pada swadaya umat, donatur dan sumbangan pihak ketiga. Terkait dengan swadaya umat, panitia berharap agar umat Katedral yang belum menyelesaikan kewajiban sebesar Rp. 450.000/KK yang telah disepakati pada tahun 2007 silam, bisa segera mencicilnya sehingga kebutuhan dana untuk pembangunan ini bisa terpenuhi. Dari data keuangan di bendahara Paroki, saat ini dana pembangunan yang telah terkumpul dari umat sebesar Rp. 208.440.000,-. Jumlah tersebut belum sampai 50 persen dari angka 990 juta sesuai proposal pembangunan aula.
Meski demikian, proses pembangunan tetap dilakukan agar bisa berjalan sesuai rencana. Saat ini di lokasi aula baru, sedang dilakukan pengerjaan pondasi di bawah koordinasi Mikael Jabu. “Ada 30 orang tukang bangunan yang saya pakai, mudah-mudahan bisa segera selesai pada bulan Mei ini sehingga proses selanjutnya bisa dilakukan sesuai waktu,” jelas Mikael. (bell)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *