Panggilan itu Soal Tuhan Pilih

Pastor Paroki Katedral Ruteng RD Benediktus Bensy mengatakan, hal terutama dalam panggilan seseorang adalah terutama karena Tuhan memilihnya.

panggilan itu kalau tuhan pilih

RD Benediktus Bensy | Foto: Frans Joseph

Saat memimpin Perayaan Ekaristi pada hari Minggu Hari Doa Panggilan Sedunia (17/4) jam 08.00 Wita kemarin, Romo Benediktus menyampaikan beberapa hal menarik terkait panggilan. “Setiap orang Katolik dipanggil untuk menjadi penopang utama Gereja Katolik,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan bahwa dalam konteks ini, tiga penopang tersebut adalah kaum klerus atau para imam, biarawan-biarawati atau mereka yang memilih hidup dalam kaul, dan kaum awam. Karenanya menurut Romo Bene, setiap umat Katolik wajib bertanggungjawab atas jalan hidup tersebut.

Terkait dengan panggilan menjadi imam, biarawan dan biarawati, menurut mantan Vikep Labuan Bajo ini ada tiga hal yang menentukannya. Pertama, Tuhan sendiri memanggil atau memilih seseorang. “Biarpun ada yang mau menjadi Imam tetapi Tuhan tidak memilihnya maka panggilan itu tidak akan terjadi,” ungkapnya.

Kedua, menurut Romo Bene adalah bahwa yang dipanggil, bersedia menjawab panggilan tersebut. Menurut Romo Bene, “Tanpa adanya kesediaan atau kesukarelaan maka juga akan sulit. Misalkan dia memaksakan diri menjalani panggilan tersebut, maka akan sangat mungkin dirinya menjadi tidak bahagia ketika menjalaninya.”

Faktor ketiga yang sangat berpengaruh terhadap panggilan seseorang adalah lembaga pendidikan. “Dalam hal ini, lembaga pendidikan tidak dimulai dari tingkat seminari saja atau lembaga pendidikan formal. Yang paling utama adalah pendidikan dalam rumah tangga atau dalam keluarga,” jelas Romo Bene yang juga mengingatkan pentingnya kualitas hidup rohani yang baik dalam keluarga. Hal tersebut akan mampu menumbuhkan benih-benih panggilan.

Dalam hubungannya dengan minggu panggilan sedunia, Romo Bene mengutip pesan Paus Fransiskus mengajak seluruh umat mendoakan para imam, biarawan-biarawati yang telah dipilih menjadi pekerja di kebun anggur Tuhan.

Pesan Paus Pada Hari Doa Panggilan Sedunia

Paus Fransiskus sendiri pada Pesan Minggu Panggilan Sedunia tahun ini menyampaikan beberapa hal penting. Paus Fransiskus mendorong semua umat beriman mengemban tanggung jawab dalam kepedulian dan penegasan panggilan.

Selain itu, Paus mengingatkan tiga peran Gereja terkait panggilan yakni: panggilan itu lahir di dalam Gereja, panggilan itu tumbuh di dalam Gereja, dan panggilan itu ditopang oleh Gereja.

Paus juga menyampaikan, semua kaum beriman dipanggil untuk menyadari dinamisme eklesial panggilan, sehingga komunitas umat beriman dapat menjadi, sesudah teladan Santa Perawan Maria, seperti sebuah rahim ibu yang menyambut rahmat Roh Kudus (bdk. Luk 1:35-38).

Keibuan Gereja terwujud dalam doa yang konsisten untuk panggilan serta dalam karya pembinaan dan pendampingan kepada semua yang menanggapi panggilan Tuhan. Keibuan Gereja ini juga dinyatakan melalui seleksi calon-calon pelayan tertahbis dan hidup bakti secara cermat dan  hati-hati. (*/adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *