Paskah di Katedral: Bangkit Setiap Hari

Perayaan Paskah di Katedral Ruteng tahun 2015 ini berjalan dengan baik. Ribuan umat menghadiri misa di Gereja Katedral Ruteng, mulai perayaan Kamis Putih sampai Minggu Palma. Berikut rangkuman informasi Paskah di Paroki St. Maria Assumpta – St. Yosef Katedral Ruteng:

Paskah di Katedral: Bangkit Setiap Hari

Minggu Paskah di Katedral Ruteng | Foto: Kaka Ited

Kamis Putih di Katedral Ruteng

Pada perayaan Kamis Putih, dilaksanakan dua kali Misa yakni pukul 17.00 Wita dan pukul 20.00 Wita. Misa pertama dipimpin oleh Pastor Kapelan Katedral Ruteng RD Lian Angkur, Pr. Dalam kotbahnya, Romo Lian mengatakan keagungan dan kebesaran seorang Kristiani terletak pada pelayanan, bukan pada kekuasaan seperti yang telah ditunjukkan oleh Yesus sendiri dengan membasuh kaki para murid-Nya.

“Yesus mau menunjukkan bahwa untuk menjadi yang terbesar, terhormat, dan menjadi seorang pemimpin, pertama-tama seseorang harus siap dan rela untuk melayani. Seorang murid Tuhan hendaknya menjadi besar karena kasih dan pelayanan, bukan atas dasar kedudukan dan kuasa. Status, posisi, atau kedudukan yang melekat pada seseorang hendaknya dilihat sebagai sarana, kesempatan istimewa, peluang yang lebar untuk memberikan kasih, perhatian, dan pelayanan kepada orang lain, bukannya untuk menguasai atau berlaku sewenang-wenang,” kata Romo Lian.

Koor pada perayaan tersebut ditanggung oleh Wilayah VIII dan IX. Sementara itu pada Misa kedua, perayaan mengenang perjamuan malam terakhir tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng RD Daniel Sulbadri, Pr dengan penanggungjawab liturgi Wilayah VI dan VII. Koor pada perayaan tersebut adalah Kelompok Paduan Suara Majesty pimpinan Aris Nekong.

Jumat Agung di Katedral Ruteng

Sementara itu pada Jumat Agung, Paroki Katedral Ruteng hanya menyelenggarakan satu kali perayaan yakni pada jam 15.00 Wita. Umat memenuhi Gereja Katedral Ruteng dan tenda dengan kapasitas 2.500 kursi yang disiapkan tim kerja di pelataran barat Gereja. Sebagian umat bahkan mengikuti upacara mengenang kisah sengsara Yesus itu dari Aula Assumpta atau berdiri di halaman Gereja karena tidak mendapat tempat duduk di Gereja maupun di tenda.

Meski demikian mereka tetapi dengan khidmat mengikuti perayaan. Hujan deras yang mengguyur Ruteng dan sekitarnya pada saat upacara berlangsung tidak mengganggu jalannya Ibadat Jumat Agung. Tim kerja juga tampak sigap melakukan antisipasi terutama terkait titik-titik penyembahan salib. “Mau tidak mau harus diambil langkah antisipasi sehingga penyembahan salib tidak memakan waktu terlalu lama namun tetap khusyuk,” jelas Ketua Tim Kerja Paskah 2015 Paroki Katedral Ruteng, Nobertus Nagung. Ditambahkannya, semula titik penyembahan Jalan Salib ditetapkan hanya di dalam Gereja. “Tetapi melihat jumlah umat yang sangat banyak, ketika yang di dalam Gereja sudah melakukan penyembahan salib, kita langsung pindah ke tenda dan menentukan beberapa titik penyembahan di situ. Dan semua berlangsung baik,” tambahnya.

Sabtu Suci di Katedral Ruteng

Pada hari Sabtu Suci, Misa kembali dilaksanakan dua kali yakni pada pukul 17.00 Wita dan pukul 20.00 Wita. Misa pertama dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng RD Daniel Sulbadri, Pr bersama Ketua Seksi Liturgi Keuskupan Ruteng, RD Ompy Latu, Pr dengan penanggungjawab liturgi Wilayah III. Sedangkan misa kedua dipimpin oleh RD Lian Angkur, Pr dan Wilayah X bertugas sebagai penanggungjawab liturgi. Ribuan umat mengikuti perayaan tersebut dengan penuh sukacita. Umat yang mengikuti perayaan dari tenda tambahan juga dapat mengikuti seluruh rangkaian perayaan karena Tim Kerja menyiapkan dua layar lebar sebagai monitor.

Hari Raya Paskah di Katedral Ruteng: Bangkit Setiap Hari

Pastor Paroki Katedrl Ruteng RD Daniel Sulbadri, Pr pada Misa Hari Raya Paskah, Minggu (5/4) mengatakan sukacita kebangkitan haruslah menjadi bagian dari kehidupan beriman umat Katolik pada hari-hari selanjutnya. “Mutu iman kita tidak diukur dari seberapa besar pengetahuan kita pada sejarah Gereja seputar peristiwa kebangkitan tetapi dari apakah kita berbuat sesuai dengan kehendak-Nya, dan hal tersebut harus terjadi setiap hari” kata Romo Deny.

Menurutnya, ketika kita mengampuni orang lain, mendapat pengampunan dari orang lain, melihat orang lain mengalami pengampunan maka kita mengalami kebangkitan. “Ketika dalam peristiwa hidup harian kita mengalami sukacita, pada saat itulah kita mengalami kebangkitan,” tambahnya. Kepada umat yang hadir pada Misa kedua tersebut Romo Deny meminta umat untuk menghayati kebangkitan pada peristiwa hidup sehari-hari. Penanggungjawab liturgi pada Misa kedua adalah Wilayah XI. Sedangkan pada Misa pertama yang dipimpin oleh RD Lian Angkur, Pr, liturgi ditanggung oleh Wilayah IV dan V.

Nobertus Nagung Ketua Tim Kerja Paskah 2015 di Paroki Katedral Ruteng, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam seluruh rangkaian perayaan Pekan Suci di Paroki Katedral Ruteng. “Kami menyadari bahwa kesuksesan perayaan ini terutama karena partisipasi kita semua, mulai dari petugas liturgi, sosial karitatif, seksi keamanan, petugas P3K, kelompok-kelompok kategorial, kepolisian dan pemerintah Kabupaten Manggarai. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak. Juga kepada seluruh umat yang mengikuti perayaan-perayaan di Gereja Katedral Ruteng. Kami menyampaikan permohonan maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya pada sambutan resmi di Gereja Katedral Ruteng pada Misa kedua. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *