Paskah di Ruteng 2014: Jumat Agung

Perayaan Jumat Agung di Ruteng dibagi dalam dua bagian besar. Pertama, jalan salib yang secara serempak dimulai di lapangan Motang Rua Ruteng dan selanjutnya berarak ke tujuh paroki se-kota Ruteng dan kedua Ibadat Jumat Agung di Paroki masing-masing. Di Paroki Katedral Ruteng, Ibadat Jumat Agung dilaksanakan tepat pukul 15.00 Wita.

Paskah di Ruteng 2014: Jumat Agung

Jalan Salib 2014 Paroki Katedral Ruteng | Foto: Kaka Ited

Jalan Salib

Sebelum jam 06.00 Wita, umat Katolik dari tujuh Paroki sekota Ruteng telah memenuhi lapangan Motang Rua Ruteng. Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng tampak hadir bersama umat. Seperti diketahui berdasarkan keputusan  Vikep Ruteng, titik awal Jalan Salib Jumat Agung di kota Ruteng adalah lapangan Motang Rua. Selanjutnya umat berarak ke paroki masing-masing berdasarkan rute yang telah disepakati oleh tim kerja Paskah masing-masing paroki. Pembukaan Ibadat Jalan Salib tahun ini ditanggung oleh Paroki St. Nikolaus Golodukal.

Setelah mengikuti rangkaian upacara pembukaan, umat Katedral langsung mengikuti prosesi Jalan Salib mengikuti rute yang telah ditentukan sebelumnya oleh tim kerja Paskah yakni ke wilayah Nekang, Ngencung, Rangkat, Waepalo lalu menuju Katedral Ruteng. Ini adalah rute yang berbeda dengan tahun sebelumnya yakni ke wilayah Waso. Petugas Jalan Salib khusus Paroki Katedral Ruteng adalah OMK Lumen Gratiae. Ribuan umat mengikuti prosesi tersebut dengan khidmat. Pada perhentian 12 di pelataran parkir Katedral Ruteng, saat ribuan umat berlutut, Eltin Damon dan Ratu Marung menyanyikan lagu Pie Iesu dengan merdu, menambah suasana haru pada rangkaian jalan salib panjang pada Paskah di Ruteng tahun 2014. Ibadat Jalan Salib berakhir pukul 10.00 Wita.

Ibadat Jumat Agung

Hujan deras yang mengguyur Ruteng dan sekitarnya tidak menyurutkan niat umat Katedral Ruteng mengikuti perayaan peringatan wafat Yesus Kristus di Gereja Katedral Ruteng mulai jam 15.00 Wita. Tenda tambahan yang disiapkan tim kerja dengan 1.700 kursi penuh terisi. Sebagian umat bahkan terpaksa mengikuti perayaan dari teras pastoran/aula Assumpta. Meski demikian, mereka tetap dapat mengikutinya dengan baik, karena perayaan juga ditayangkan di dua layar lebar di luar gereja.

Ibadat dipimpin oleh Rm. Beben Gaguk, Pr didampingi oleh Rm. Daniel Sulbadri, Pr dan Rm. Andy Latu Batara, Pr. Dalam kothbahnya, Rm. Beben mengungkapkan tiga makna kematian Kristus. Pertama, Allah yang menjadi manusia bahkan lebih rendah dari manusia. Hal itulah yang membuat manusia menjadi pribadi yang berharga. Romo Beben juga menjelaskan, definisi Cinta menurut Salib adalah pengurbanan; memberikan nyawa kepada orang-orang terkasih. Tentang Salib, Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng ini mengatakan: “Salib adalah lambang ketaatan, kesetiaan dan penyerahan diri. Karenanya, mengikuti Kristus berarti memiliki sikap taat, setia dan rela berkorban.” Petugas Liturgi pada Ibadat Jumat Agung adalah umat dari Wilayah III. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *