Paskah di Ruteng 2014: Kamis Putih

Misa Kamis Putih 2014 di Gereja Katedral Ruteng (17/4) dilaksanakan dua kali. Misa pertama dimulai jam 17.00 Wita sedangkan Misa kedua mulai jam 20.00 Wita. Wilayah X dan Wilayah XII secara bersama menanggung liturgi di dua Misa tersebut. Misa pertama dipimpin oleh Rm. Andy Latu Batara, Pr didampingi oleh P. Rick James, SDV sedangkan Misa kedua dipimpin oleh Rm. Daniel Sulbadri, Pr bersama Rm. Beben Gaguk, Pr.

Paskah di Ruteng 2014: Kamis Putih

Ritus Pembasuhan Kaki | Foto: Kaka Ited 2013

Rm. Deny dalam kotbahnya mengatakan, perayaan ekaristi yang kita lakukan sekarang ini adalah peringatan akan peristiwa perjamuan malam terakhir. “Yesus sendiri mengatakan, lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku. Ini adalah tanda penyerahan diri Yesus. Roti dan Anggur, dalam kuasa Roh Kudus telah menjadi tubuh dan darah Kristus sendiri, yang diserahkannya bagi kita sebagai tanda keselamatan, “kata Pastor Paroki Katedral ini.

Pada Misa Kamis Putih umat Katolik mempunyai tradisi memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus dan merupakan salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja. Pada dua Misa ini di Katedral Ruteng, Romo Andy pada Misa pertama dan Romo Deny pada Misa kedua, juga mencuci kaki duabelas orang umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalam perjamuan terakhir.

Seperti diketahui, Perintah untuk melakukan pembasuhan kaki ini terdapat dalam Injil Yohanes. Pada zaman Yesus, kegiatan membasuh kaki biasa dilakukan oleh orang Yahudi. Namun kala itu, proses pembasuhan kaki biasanya dilakukan oleh bawahan terhadap atasan. Hal istimewa yang dilakukan Yesus adalah: pembasuhan kaki ini dilakukan oleh seorang Guru kepada murid-muridnya. Yesus melakukan sebuah ritual yang biasa dilakukan dengan cara yang tidak berbeda. Yesus melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak layak dilakukan oleh seorang Guru, sebagai simbol teladan untuk merendahkan diri dan melayani.

Tindakan Yesus membasuh kaki merupakan tindakan simbolis penyerahan diri, pembersihan, pengampunan, pembaharuan, kemuridan dan ibadah. Penyerahan diri yang dimaksudkan adalah penyerahan diri Yesus dalam kematian untuk “menebus dosa”/”membersihkan” orang lain, kerendahan hati dan keinginan untuk menjadi “hamba” yang mau melayani orang yang hina sekalipun.

Meski hujan sempat turun deras mewarnai perayaan Paskah di Ruteng pada hari Kamis Putih, ribuan umat tetap hadir dan setia mengikuti perayaan Ekaristi tersebut. Sebagian umat mengikuti perayaan tersebut dari tenda yang telah disiapkan oleh tim kerja di halaman barat Gereja Katedral Ruteng. Di tenda tersebut, tersedia 1.700 kursi dengan dua layar lebar agar umat dapat mengikuti seluruh rangkaian perayaan dengan baik. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *