Paskah di Ruteng 2014: Sabtu Suci

Pada perayaan Sabtu Suci di Paroki Katedral Ruteng tahun 2014, dilaksanakan dua kali Misa. Jadwalnya sama seperti pada Misa Kamis Putih, yakni Misa pertama dimulai pada pukul 17.00 Wita dan Misa kedua dimulai pada pukul 20. 00 Wita.

Paskah di Ruteng 2014: Sabtu Suci

Upacara Cahaya di Katedral Ruteng | Foto: Kaka Ited 2013

Misa pertama dipimpin oleh Rm. Andy Latu Batara, Pr. Kepala Sekolah SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng ini didampingi oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng, Rm. Daniel Sulbadri, Pr. Dalam kotbahnya, Rm. Andy mengingatkan tentang peran perempuan dalam kehidupan menggereja. Maria Magdalena adalah perempuan pertama yang menyadari kebangkitan Kristus. “Itu berarti, perempuan mengambil bagian penting dalam peristiwa keselamatan,” kata Romo Andy. Ditambahkannya, dengan kesadaran itulah maka seharusnya setiap orang menghargai sesamanya tanpa memandang perbedaan gender.

Sementara itu pada Misa kedua, Rm. Beben Gaguk, Pr berbicara tentang makna kebangkitan. Menurutnya, kebangkitan adalah kemenangan atas kematian. Kebangkitan menjadi peristiwa sukacita, terutama karena dia hadir mengalahkan kematian yang adalah dukacita paling besar dalam hidup manusia. “Oleh kebangkitan Kristus, kematian dikalahkan. Kebangkitan Kristus juga menjadi¬† kebangkitan manusia karena Kristus telah menjadi manusia,” tutur Romo Beben.

Ditambahkannya, kebangkitan yang kita rayakan juga berarti juga berarti keberanian. “Kita bangkit, berarti kita berani melawan ketakutan. Kita berani melawan ketergantungan kita terhadap dunia. Dan jika kita memiliki sikap seperti itu, maka kita benar-benar menghayati peristiwa kebangkitan Kristus dengan baik,” ungkapnya dalam kotbah pada misa yang dihadiri sekitar 3.000 umat tersebut. Umat juga diingatkan untuk meyakini kehidupan setelah kematian seperti yang dijanjikan Kristus.

Perayaan Sabtu Suci adalah Misa sebelum Hari Raya Paskah. Misa ini, ditandai dengan upacara cahaya di mana umat menyalakan lilin pada awal perayaan. Selain, Misa Sabtu Suci juga diwarnai dengan ritus khusus pembaharuan janji baptis. Umat Katolik mengulang kembali janji baptis yang dahulu diucapkan oleh orang tua atau wali baptis. Pada setiap Misa Sabtu Suci, mereka kembali membaharui janji baptis tersebut, sebagai tanda ikut bangkit bersama Kristus dan menjadi baru. Di Gereja Katedral Ruteng, Petugas Liturgi pada Misa pertama adalah umat dari wilayah IV dan V sedangkan pada Misa kedua, Liturgi ditanggung oleh umat dari Wilayah XI. Paskah di Ruteng tahun 2014 ini, diwarnai hujan yang terus mengguyur pada sore sampai menjelang malam hari. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *