Pater Dion dari Nekang ke Barcelona

Satu lagi putra asal Paroki Katedral Ruteng yang ditahbiskan menjadi imam. Dia adalah Pater Dionisius Paskalis Ananta Nandut, CMF. Pria kelahiran Ruteng, 8 April 1982 ini ditahbiskan di Barcelona Spanyol tanggal 29 Juni 2013 silam sebagai salah seorang Imam dari tarekat Claretian. Sebagai bentuk syukur atas rahmat tersebut, Pater Dion mempersembahkan Misa Sulung di tempat asalnya, Kedutul – Nekang – Ruteng (Wilayah XIII Katedral) Jumat, 26 Juli 2013.
 
Pater Dion Nandut, CMF
Perayaan Misa Sulung di rumah keluarga tersebut dihadiri oleh para pembesar ordo Claretian dari Spanyol, Timor Leste, Indonesia, Imam Keuskupan Ruteng, Bupati Manggarai bersama jajarannya serta sahabat dan kenalan Yubilaris. Hadir juga Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr. Koor oleh Paduan Suara Sonora.
Setelah Misa, rangkaian acara syukur dilanjutkan dengan resepsi. Pada kesempatan tersebut, Bupati Manggarai Drs. Christian Rotok sebagai tokoh umat menyampaikan profisiat kepada Yubilaris dan keluarga. Kepada Pater Dion, Bupati Rotok menitipkan harapan untuk selalu setia dalam panggilan. “Pater Dion adalah Imam asal Indonesia pertama yang ditahbiskan di Vic Barcelona di atas makam pendiri ordo ini. Hal tersebut harus dilihat sebagai rahmat besar dan dijawab dengan tanggung jawab untuk senantiasa setia dalam panggilan,” ungkap Christian Rotok. Sementara itu kepada keluarga diharapkan untuk mengambil bagian penting dalam mendukung ziarah imamat Pater Dion dengan terus berdoa dan memberikan contoh yang baik kepada lingkungan sekitar.
Pater Dion sendiri dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas rahmat imamatnya dan atas kehadiran umat pada perayaan Misa Sulung itu. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini adalah contoh nyata dari refleksi perjalanannya selama ini yang kemudian menjadi motto tahbisan imamatnya: Sebab Bagi Allah Tidak Ada Yang Mustahil. Tidak lupa, Imam muda ini meminta dukungan dari seluruh pihak atas perjalanan selanjutnya sebagai misionaris di Spanyol.
Lulusan SDK Ruteng VI tahun 1995 ini pernah menjadi bagian dari civitas academica Seminari Pius XII Kisol (1995 – 1998) dan SMA Negeri 1 Ruteng (1998 – 2001). Pater Dion menempuh pendidikan tingginya di UNWIRA Kupang (2002 – 2007) dan Universidad Pontifica Comillas – Madrid (2008 – 2011). Riwayat panggilannya dimulai dari Seminari Kisol, kemudian Seminari Tinggi Claret Kupang dan Novisiat Claretian Benlutu. Di Benlutu, Pater Dion mengucapkan Kaul Pertama (2005) dan Kaul Kekal dia ikrarkan di Vic, Barcelona Spanyol (2011). Tahun 2013 adalah tahun penting dalam ziarah panggilannya, ketika dia menerima Tahbisan Diakon dan Imam di rumah tarekat Claretian di Barcelona.
Baca juga:
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

4 gagasan untuk “Pater Dion dari Nekang ke Barcelona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *