Pater Eickmann Pulang Ke Manggarai

Dalam rangka perayaan seabad Serikat Sabda Allah berkarya di Manggarai, dan dalam semangat Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai, SVD Provinsi Ruteng dan Keuskupan Ruteng memindahkan kerangka jenazah Pater Franz Eickmann SVD dari Mataloko dan dikuburkan di Ruteng, tepatnya di halaman barat Gereja Katedral Ruteng, di deretan kubur Mgr. Wilhelmus van Bekkum dan Mgr. Eduardus Sangsun.
Uskup Ruteng menaburkan tanah pada pemakaman P. Eickmann, SVD (foto: Bell)
Keputusan pulang ke Manggarai itu diambil karena Pater Eickmann adalah misionaris awal yang berjasa pada penyebaran Gereja Katolik di Manggarai dan Societas Verbi Divini atau SVD. Rangkaian acara pemindahan kerangka Pater Eickman dimulai dari Mataloko tempat beliau dimakamkan sebelumnya kemudian diantar ke Ruteng pada hari Jumat (12/4) dan disemayamkan satu malam di Gereja St. Yosef Katedral lama. Ribuan umat hadir dan mengikuti tuguran sampai jam 12 malam. Selanjutnya pada hari ini, Sabtu (13/4), dilaksanakan misa pemakaman kembali kerangka Pater Eickman. Perayaan ekaristi tersebut dilaksanakan di Gereja St. Maria Assumpta Katedral Ruteng, dipimpin oleh Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng, bersama Provinsial SVD Ruteng Pater Servulus Isak dan Vikjen Keuskupan Ruteng Rm. Laurens Sopang, serta para Vikep.
Dalam kotbahnya, Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng menuturkan betapa pentingnya peranan Pater Eickmann dalam penyebaran kerajaan Allah di wilayah ini. “Pater Eickmann adalah fundator Paroki Rekas, Todo dan Rejeng. Beliau mewujudnyatakan amanat Yesus sendiri: Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Dalam bidang pendidikan, beliau sangat memperhatikan anak-anak sekolah,” kata Mgr. Hubert.
Perayaan ekaristi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah imam di keuskupan Ruteng dan keluarga besar SVD dan SSPS provinsi Ruteng. Tampak hadir juga Bupati Manggarai dan Bupati Manggarai Barat bersama jajarannya. Bupati Manggarai Barat, Agustinus Dula berkesempatan memberikan sambutan dan bertutur tentang sejarah Pater Eickmann dalam bidang pendidikan, yakni tentang kisah dari Bapak Domi Dula (ayah dari Bupati Mabar) yang adalah murid pertama dari Pater Eickman di SDK Rekas.
Sekilas Tentang Pater Eickmann (dikutip dari tulisan P. Adam Satu SVD: Pater Franz Eickmann, SVD – Pahlawan Gereja dan Pendidikan)
Pater Franz Eickmann, SVD adalah misionaris berkebangsaan Jerman yang lahir pada tanggal 11 November 1881. Ia merupakan mantan misionaris Togo dan tiba di Ruteng tanggal 19 Oktober 1923. Dia berkarya di wilayah Manggarai bersama empat misionaris lainnya yakni P. Bernhard Glanemann, P. Franz de Lange, P. Wilhem Janssen dan P. Franz Dorn. Orang Manggarai yang dibatisnya pertama kali adalah Franz Soe dari Runtu Cibal, pada tanggal 17 Oktober 1923 saat Pater Eickmann dalam perjalanan dari Reo menuju Ruteng. Karyanya kemudian diteruskan pada berbagai wilayah di sekitar Ruteng, seperti Pau, Tulung dan Watu, sebelum memulai karya misi di Rekas, Todo dan Rejeng, sampai pada tahun 1952 meninggalkan Paroki Rejeng untuk sebuah retret di Ledalero.
Kisah perjalanannya ke Ledalero serta jadwal kegiatan rertret tidak diketahui, tetapi hari-hari terakhir kehidupannya diingat secara baik oleh Br. Paskalis Koke, SVD yang saat itu berkarya di Mataloko. Setelah retret di Ledalero, Pater Eickmann berangkat ke Ende. Dari Ende ke Mataloko tanggal 4 Juli 1952 menumpang kendaraan umum (colt) dan tiba di Mataloko pada malam hari. Berdasarkan kesaksian Bruder Paskalis, sopir oto colt menurunkan Pater Eickmann di Seminari dalam keadan fisik yang amat lemah, karena colt yang ia tumpangi tidak berkaca depan sehingga paparan angin langsung mengenai misionaris yang pada tahun 1924 ini membangun sebuah gereja yang megah di Rekas.
Pada malam itu juga Pater Eickmann diantar ke Rumah Sakit di Bajawa, namun kondisi fisik yang sangat lemah membuatnya tidak bertahan hidup. Keesokan harinya, tanggal 5 Juli 1952 Pater Eickmann meninggal dunia. Setelah semalam disemayamkan di Mataloko, tanggal 6 Juli dikuburkan di Pekuburan Paroki Mataloko. Tidak ada utusan dari Ruteng saat penguburan itu, dan mewakili keluarga Manggarai, Bapak Makarius Maus yang saat itu bekerja sebagai kepala pertanian di Bajawa memberikan sambutan.
Tanggal 12 April 2013, kerangka jenazah P. Eickmann bersama lima rekan misionaris SVD yang dikuburkan di Pekuburan Paroki Mataloko digali kembali. Lima rekannya dikuburkan kembali di Pekuburan SVD Kemah Tabor Mataloko, sedangkan kerangka Pater Eickmann dibawa ke Ruteng dan dikuburkan kembali di pekuburan uskup-uskup Ruteng di samping Katedral Ruteng. Kini Pater Ecikmann pulang ke Manggarai (bell)
Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *