Pembangunan Aula Katedral Ruteng Resmi Dimulai

Pembangunan aula baru di Paroki Katedral Ruteng secara resmi dimulai. Setelah selama ini dilakukan pengerjaan tahap awal yakni pembuatan tembok penahan dan penggusuran lahan, proses pembangunan aula akan segera beralih ke tahap selanjutnya yakni penggalian fondasi.

Pembangunan Aula Katedral Ruteng Resmi Dimulai

Ibadat Peletakan Batu Pertama Aula Katedral | Foto: Kaka Ited

Tahapan ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng bersama Ir. Abraham Paul Liyanto seorang entrepreneur sukses yang juga adalah anggota DPD RI daerah pemilihan NTT mewakili donatur, Wakil Bupati Manggarai Dheno Kamelus mewakili pemerintah kabupaten Manggarai, Herman Djegaut mewakili umat Katedral dan Hilarius Mantara mewakili panitia pembangunan, dalam ibadat peletakan batu pertama yang dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi pembangunan aula baru di belakang (halaman selatan) Gereja Katedral Ruteng, hari Selasa, 27 November 2012 pukul 09.00 Wita. Peletakan batu pertama pembangunan aula Katedral Ruteng dihadiri juga oleh umat, para frater dan suster dari beberapa biara di wilayah Katedral Ruteng.

Rangkaian kegiatan ini juga diwarnai dengan presentasi rencana pembangunan oleh konsultan perencana Richard Sin Idrus dari Arta Prima Konsultan Makasar di Aula Assumpta, langsung setelah ibadat peletakan batu pertama. Dalam pemaparannya, Richard mengatakan rancangan pembangunan aula paroki ini dibuat berdasarkan kebutuhan dari Paroki Katedral Ruteng.

“Dewan Paroki Katedral menemui kami dan berkonsultasi tentang rencana untuk membuat aula yang baru. Berdasarkan gambaran kebutuhan tersebut, kami lalu membuat desain gedung aula ini yang disesuaikan dengan ketersediaan lokasi dan aspek lain. Maka, dalam rancangan kami, aula ini nantinya akan menampung 2.000 sampai 2.500 orang, dengan fasilitas parkir yang luas, aksesibilitas yang layak termasuk untuk penyandang cacat dan hal-hal lainnya. Total biaya untuk pembangunan ini sebesar Rp. 4.250.000.000,-,” papar konsultan yang berpengalaman dalam proyek-proyek pembangunan di berbagai wilayah di Indonesia ini.

Pada kesempatan yang sama, Ir. Abraham Paul Liyanto mewakili para donatur mengungkapkan apresiasinya atas rencana ini. Menurutnya, pembangunan aula paroki adalah hal yang penting terutama karena salah satu tujuanya adalah melayani kebutuhan umat. “Karena aula ini bertujuan mulia, maka hendaknya proses pembangunannya tidak membuat umat merasa dirugikan. Saya percaya panitia telah mempertimbangkan hal ini dengan sangat baik dan saya ingin memberikan dukungan dalam bentuk rangsangan awal berupa 250 sak semen,” kata pengusaha yang saat ini menjadi kandidat calon wakil gubernur NTT berpasangan dengan Drs. Christian Rotok sebagai calon gubernur seraya menyerahkan bantuan tersebut kepada ketua panitia pembangunan.

Pengusaha sukses yang juga adalah konsultan berpengalaman ini juga mengingatkan agar aula yang dibangun benar-benar menjadi fasilitas penunjang dan bukan bangunan utama di Paroki ini. “Panitia harus ingat, bangunan utama di paroki ini adalah Gereja. Sehingga dalam membangun aula, aspek ini mesti diperhatikan,” tuturnya. Sementara itu, Uskup Ruteng Mgr. Hubertus Leteng dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang berkenan memberikan sumbangan pada pembangunan ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Abraham serta para donatur lainnya yang telah mendukung proses awal ini. Kami juga tetap berharap agar umat dan pihak-pihak lain yang peduli tetap memberikan sumbangsih dengan caranya masing-masing untuk pembangunan ini,” kata Uskup Hubert.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Manggarai juga ikut memberikan bantuan awal berupa 100 sak semen. “Pemerintah untuk bagian awal menyumbang 100 sak semen. Kita akan tetap mendukung pembangunan ini pada tahap-tahap selanjutnya,” tutur Wabup Dheno saat menyerahkan bantuan tersebut kepada panitia. Pembangunan aula Katedral yang baru dilakukan atas beberapa pertimbangan seperti pemenuhan kebutuhan ruangan untuk kegiatan gerejani dan karya pastoral, kebutuhan riil umat akan tempat pertemuan yang representatif serta sumber pemasukan bagi paroki dan Keuskupan dalam rangka menuju Gereja Mandiri. Sumber dana untuk pembangunan tersebut berasal dari swadaya umat, donatur dan sumbangan pihak ke tiga yang tidak mengikat. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *