Pembangunan Aula Katedral Ruteng Dibahas di Pleno

Dana pembangunan Aula Katedral Ruteng kembali jadi sorotan pada pleno DPP Katedral Ruteng hari Minggu (3/11). Beberapa hal terkait pembangunan aula yang dibicarakan di antaranya: dana pinjaman, cara pembayaran, kewajiban umat dan terbentuknya kelompok khusus sebagai penjamin pengembalian dana pinjaman. Rapat Pleno dipimpin oleh Wakil Ketua Dewan Keuangan Paroki (DKP) Katedral Ruteng Tarsis Hurmali.

Pembangunan Aula Katedral Ruteng dibahas di Pleno

Penggalian Pondasi Aula Katedral Ruteng | Foto: Armin Bell

Dijelaskan bahwa saat ini pembayaran kewajiban terkait pembangunan aula dilakukan dengan beberapa cara selain sumbangan dana pembangunan aula yang dikumpulkan oleh umat Paroki Katedral. “Ada yang telah memberikan pinjaman tanpa bunga untuk ini. Selain itu, ada satu keluarga yang telah rela menjadikan rumah tinggalnya sebagai agunan atau jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank. Dana tersebutlah yang selama ini kita pakai untuk melanjutkan proses pembangunan ini,” jelas Tarsis.

Dirinya berharap agar pengorbanan ini menjadi hal yang menggerakkan hati semua orang untuk menyadari bahwa ada orang yang amat berkorban untuk kehidupan paroki. Sementara itu, terkait dengan dana spontanitas yang dikumpulkan di setiap misa kelompok, pleno menyepakati hal sebagai berikut: kalau ada kelompok yang menghendaki agar sumbangan spontan diperhitungkan untuk pelunasan kewajiban dana pembangunan aula (Rp. 450.000,-/KK), hal itu bisa diterima. Sedangkan jika kelompok lain yang memberi hal itu sebagai sumbangan spontan semata, juga diterima. Untuk hal tersebut, bendahara diminta untuk mencatat dan membuat laporan dengan semestinya.

Tentang pengembalian dana pinjaman, saat ini telah terbentuk kelompok khusus yang beranggotakan 179 orang. Sejak Oktober 2013, kelompok khusus ini mengumpulkan Rp. 50.000,- setiap bulannya selama dua tahun. Dana tersebutlah yang dipakai untuk cicilan pengembalian pinjaman. “Kita berterima kasih atas inisiatif ini. Para penyumbang khusus ini, termasuk mereka yang menyumbang dalam bentuk material juga didoakan dalam intensi khusus setiap misa oleh Romo Paroki,” jelas Tarsis. Menanggapi terbentuknya kelompok khusus ini, Penasihat DPP Herman Jegaut menyarankan agar hal itu diumumkan juga secara resmi waktu perayaan dan di dalam Warta Mingguan Kreba tanpa harus menyebutkan nama.

Proses pembangunan aula Katedral Ruteng terus berlangsung. Rangka baja yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut telah ada di lokasi. Konsultan pembangunan aula Richard Sin Idrus menjelaskan, “Saat ini memasuki tahap penulangan atau pondasi telapak. Jika selesai, akan dilanjutkan dengan pembuatan kaki kolom atau pedestal yang berfungsi menerima angker dari konstruksi baja.” Ditambahkannya, saat ini yang masih sangat dibutuhkan adalah ketersediaan besi beton dan semen.

Selain berbicara tentang pembangunan aula, pleno juga membahas kegiatan-kegiatan seksi, rencana tim kerja Natal dan Iuran Paroki Mandiri (IPM). Tentang IPM, sampai periode Oktober 2013 yang terkumpul adalah 42%. Dari data Bendahara DPP, masih ada 60 KUB yang mengumpulkan kurang dari 50%. (bell)

Baca juga:
– Proposal Pembangunan Aula
– Memukau, Pentas Opera OMK Lumen Gratiae

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *