Pembukaan Bulan Maria di Mbaru Gendang

Mei 2014 ini, misa pembukaan Doa Rosario di Paroki Katedral Ruteng dilakukan di empat Mbaru Gendang yang ada di dalam wilayah Paroki Katedral, yakni Mbaru Gendang Nekang, Mbaru Gendang Pitak, Mbaru Gendang Rowang dan Mbaru Gendang Waso. Misa dilaksanakan secara serempak tanggal 2 Mei 2014 kemarin, mulai jam 17.00 Wita.

Pembukaan Bulan Maria di Mbaru Gendang

Pembukaan Doa Rosario di Mbaru Gendang Rowang | Foto: Gusty Stat

Keputusan pelaksanaan misa pembukaan Bulan Maria di Mbaru Gendang tersebut diambil berdasarkan rapat Dewan Paroki bersama Ketua Wilayah yang terdekat dengan lokasi Mbaru Gendang. “Tahun ini memang berbeda dari tahun sebelumnya yang pelaksanaan misa pembukaan dilakukan di Gereja Katedral. Dalam semangat inkulturasi, kita melaksanakannya di Mbaru Gendang juga dengan harapan semakin banyak umat yang terlibat pada kehidupan berparoki,” kata Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Dijelaskannya juga, ketika misa pembukaan Doa Rosario di Gereja tidak banyak umat yang hadir. “Ketika Misa Pembukaan Bulan Maria di Mbaru Gendang, semakin banyak umat yang terlibat,” paparnya.

Dalam kesepakatan antara DPP dengan pengurus wilayah dan para tua adat, setelah Misa umat berarak menuju ke KBG masing-masing. Di Mbaru Gendang Rowang, misa dihadiri oleh sebagian besar umat dari Wilayah X. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki Katedral Ruteng Rm. Daniel Sulbadri, Pr. Sementara itu Kepala SMAK St. Fransiskus Saverius Ruteng Rm. Andy Latu Batara, Pr mempimpin misa di Mbaru Gendang Pitak dan Kepala SMPK St. Fransiskus Saverius Ruteng Rm. Ivan Selman, Pr di Mbaru Gendang Waso. Sebelum misa, para Imam diterima secara adat Manggarai dengan tuak curu dan manuk kapu.

Hal yang sama juga terjadi di Mbaru Gendang Nekang. Pastor Kapelan Katedral Ruteng Rm. Beben Gaguk, Pr diterima secara adat oleh para tetua Gendang Nekang. Kepada umat yang hadir, Rm. Beben Gaguk, Pr dalam kotbahnya mengatakan, “Mbaru Gendang yang kita tempati sama dengan rahim Maria. Keduanya sama-sama melahirkan kebajikan. Karenanya, beo (kampung) dan mbaru gendang (rumah adat Manggarai), harus menjadi rumah yang membawa sukacita bagi banyak orang. Sukacita seperti yang terjadi ketia Maria mengunjungi Elisabeth,” paparnya.

Misa pembukaan Doa Rosario atau Bulan Maria adalah awal untuk kegiatan devosi kepada Bunda Maria dari rumah ke rumah sepanjang bulan Mei. Di Manggarai, tradisi Gereja Katolik dunia ini dikenal dengan nama Ngaji Giliran. Di bulan ini, secara bergilir umat di tiap KBG akan mengunjungi rumah-rumah umat dan mempersembahkan Doa Rosario. Juga dilakukan perarakan arca dari rumah ke rumah. Dalam jadwal DPP Katedral Ruteng, Misa Penutupan akan dilaksanakan pada tanggal 30 Mei. Misa ini juga akan dilaksanakan di empat Mbaru Gendang. Empat kelompok paduan suara yang ada di Katedral Ruteng, ikut menyemarakkan Misa ini yakni: PS Sonora, PS OMK LG, PS Sangkakala dan PS Sisilia. Kelompok Legio Maria dan PPA Lumen Gratiae juga ikut terlibat. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *