Persiapan Paskah di Katedral Ruteng

Hari Minggu (10/2) kemarin, telah dilaksanakan rapat pembentukan tim kerja Paska dan Pentekosten tingkat Paroki Katedral Ruteng. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu agenda persiapan menyambut perayaan Paskah di Katedral Ruteng tahun 2013 ini. Para Ketua Wilayah dan KUB tampak hadir pada kegiatan itu dan menghasilkan keputusan bersama, yang bermuara pada niat menyukseskan pelaksanaan perayaan besar tersebut di wilayah ini.
Pengurus DPP pada salah satu rapat DPP (foto: Gusty Stat)
Kali ini, Ketua Tim kerja Paskah dan Pentekosten 2012 adalah Bapak Ambros Dandut, Ketua Wilayah IV. “Penentuan ketua tim kerja di Paroki Katedral Ruteng dilakukan secara bergilir pada setiap wilayah dan kali ini dari wilayah IV di Nekang,” kata ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran yang juga menjelaskan bahwa seluruh mekanisme pengaturan dan keputusan diserahkan kepada tim kerja. “Kita semua berharap agar tim kerja melaksanakan tugasnya dengan baik dan perayaan Paska dan Pentekosten di Katedral Ruteng berlangsung sukses, seperti katekese umat serta hal-hal lainnya” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, selain melakukan distribusi tugas pada masing-masing penanggungjawab, tim kerja juga menyepakati beberapa poin penting yang juga merujuk pada keputusan Keuskupan. “Perarakan Palma akan dilaksanakan secara bersama dan serentak oleh tujuh paroki se-kota Ruteng pada hari Minggu Palma, 24 Maret 2013. Kegiatannya akan dimulai dari Lapangan Motang Rua mulai jam 07.00 WITA menuju ke paroki masing-masing, daun palma disiapkan sendiri oleh umat,” ujar Ketua Tim Kerja Ambros Dandut yang juga menjelaskan bahwa khusus untuk paroki Katedral, rute perarakan akan ditentukan oleh tim kerja. Untuk Jumat Agung pada 29 Maret 2013 juga dilaksanakan secara serentak dari lapangan Motang Rua tetapi dimulai pada jam 06.00 WITA. Jadwal perayaan lebih lengkap serta informasi penanggungjawab liturgi akan diinformasikan kemudian, karena saat ini sedang disusun oleh seksi Liturgi Paroki Katedral Ruteng.

Sementara itu, terkait dana perayaan, tim kerja menyepakati bahwa tahun ini setiap Kepala Keluarga wajib mengumpulkan Rp. 20.000,- untuk dana perayaan. Jumlah tersebut lebih kecil dari dana perayaan Natal Rp. 25.000,- dengan pertimbangan bahwa pada Paska dan Pentekosten tahun ini, wilayah-wilayah yang menanggung liturgi tidak lagi mendapat subsidi dari Paroki. Dana perayaan itu akan dipakai untuk membiayai seluruh perayaan sepertiĀ  dekorasi, kemananan, terop dan kebutuhan lainnya.

“Untuk terop saja, anggaran diperkirakan mencapai sekitar duapuluh juta, karena tim kerja berencana menyiapkan lebih banyak terop, berkaca dari pengalaman perayaan-perayaan sebelumnya di mana umat banyak yang tidak mendapatkan tempat duduk saat mengikuti misa. Apalagi untuk tahun ini, Misa Jumat Agung hanya dilaksanakan satu kali yakni pada jam 3 sore, sehingga jumlah umat yang datang pasti sangat banyak,” jelas ketua DPP ketika ditanyai tentang rencana penggunaan dana perayaan.

Tentang aksi sosial karitatif, tim kerja Paska dan Pentekosten 2013 memutuskan kegiatan pengumpulan beras minimal 1 kilogram per KK. “Teknisnya, beras akan dikumpulkan di KUB lalu diantar ke sekretariat DPP bersama dengan daftar nama keluarga yang akan mendapatkan jatah pembagian beras. Sekretariat akan mendata dan mengatur distribusinya dengan baik,” jelas Ambros Dandut. Di luar dana perayaan dan beras, umat Katedral juga dihimbau untuk mengumpulkan dana APP yang besarannya telah ditentukan oleh Keuskupan Ruteng, yakni Dewasa sebesar Rp. 5.000/orang, siswa SMP sampai Mahasiswa Rp. 2000,-/siswa, TK dan SD Rp. 1.000,-/siswa. (bell)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *