Pleno DPP: Dari Aula ke Kreba ke LG Corner Ruteng

Hari Minggu (25/5) kemarin, Dewan Pastoral Paroki DPP Katedral Ruteng kembali menggelar rapat pleno dengan agenda evaluasi program kerja dan evaluasi keuangan Paroki. Banyak hal dibicarakan, mulai dari pembangunan aula, warta mingguan kreba ke LG Corner Ruteng.

Pleno DPP, Dari aula, kreba sampai lg corner ruteng

Toko Buku Gratiae, salah satu sumber pemasukan paroki | Foto: Dok. DPP

Rapat yang dihadiri 50-an peserta tersebut diawali dengan rekoleksi yang dibawakan oleh Rm. Ivan Selman, Pr. Kepala SMPK St. Fransiskus Saverius Ruteng ini menekankan tentang tiga hal yang menjadi spiritualitas pelayanan adalah: kerjasama, tujuan bersama dan kreatifitas mencari solusi ketika menghadapi persoalan. Dasar biblis refleksi tersebut adalah Markus, 2:1-12 tentang orang lumpuh disembuhkan.

Pembangunan Aula

Setelah rekoleksi, rapat dilanjutkan dengan evaluasi program kerja. Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran memaparkan tentang perkembangan terkini di Paroki Katedral Ruteng, termasuk perkembangan pembangunan aula. “Saat ini rangka baja sudah dipasang. Jika tahapan ini selesai maka kita wajib membayar pelunasan dengan mitra kerja kita PT. Gemilang di Surabaya sebesar dua ratus juta rupiah,” tuturnya. Karenanya, Ketua DPP berharap agar umat semakin aktif mengumpulkan dana pembangunan aula sesuai kesepakatan tahun 2007 sebesar Rp. 450.000,-/KK. Sementara itu sumber pendanaan lain dari propaganda fidei melalui ekonom Keuskupan Ruteng sudah dicairkan sebesar Rp. 100.000.000,- dan sisa lainnya akan dicairkan kemudian.

Tentang aula, informasi lain yang juga disampaikan oleh Ketua DPP adalah tentang rencana pembuatan lantai, tembok penahan di bagian selatan, pos jaga dan pagar timur. Hal-hal lain sudah disiapkan dengan baik, termasuk pemasangan listrik dengan kapasitas 11.000 Watt. “Setelah pemasangan atap selesai, kita (panitia pembangunan dan DPP, red) akan kembali menggenjot dana dari donatur,” tambah Erlan Yusran. Selain tentang aula, juga disampaikan rencana percepatan pemilihan pengurus baru, yang ditanggapi beragam oleh peserta rapat. Salah seorang anggota Dewan Penasihat DPP, Herman Jegaut menyarankan agar pemilihan pengurus baru tetap dilaksanakan tahun 2015. “Tidak usah dipercepat, nanti dikhawatirkan mengganggu mekanisme kerja yang sudah ada,” kata Bapak Herman. Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Ones Jaman. Penasihat DPP ini bahkan berharap agar pengurus yang ada saat ini tidak perlu diganti.

Warta Mingguan Kreba

Usai evaluasi program kerja, rapat dilanjutkan dengan agenda evaluasi keuangan. Wakil Ketua Dewan Keuangan Paroki DKP Tarsi Hurmali memaparkan secara gamblang tentang kondisi keuangan paroki Katedral Ruteng selama tahun 2014 ini. “Yang menarik adalah pendapatan paroki melalui sumber warta mingguan Kreba. Kreba yang kecil itu, jumlah pemasukannya hampir sama dengan penerimaan dari IPM,” katanya. Ditambahkannya, apresiasi positif patut diberikan pada Kreba karena telah secara lengkap memuat informasi mingguan di Paroki Katedral Ruteng.

Melihat manfaat dan antusiasme umat pada Kreba, beberapa usulan muncul termasuk agar Kreba memasukkan lagu-lagu liturgi mingguan, serta jawaban tata perayaan ekaristi TPE inkulturasi. Mengenai usulan tersebut, Pastor Paroki Katedral Rm. Daniel Sulbadri, Pr mengatakan untuk TPE inkulturasi diupayakan agar sekretariat paroki mencetak buku khusus untuk diedarkan ke umat Katedral Ruteng. Kreba adalah salah satu sumber pemasukan tambahan paroki selain LG Corner Ruteng, sayur organik dan jasa sewa kursi dan terop.

LG Corner Ruteng

Pada sesi diskusi, kehadiran LG Corner Ruteng (tempat toko buku, kios sembako, taman baca, hotspot area, fotocopy dan lapak kuliner) mendapat sorotan. Rm. Ivan Selman mengatakan, “LG Corner itu adalah fasilitas yang bermanfaat. Sayangnya tempat tersebut juga kerap menjadi tempat nongkrong anak-anak sekolah pada jam pelajaran. Mereka membolos dan duduk-duduk di LG Corner dan merokok di sana. Ini membuat fasilitas tersebut terlihat kurang baik. Harus ada pengawasan yang lebih ketat tentang ini.”

Menjawab keprihatinan tersebut, DPP saat ini bersurat ke Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Kantor Pol PP agar ikut membantu pengawasan pada jam-jam pelajaran. Selain itu, selama ini telah dibuat pengumuman yang ditempel pada dinding dan tiang di LG Corner Ruteng yang berisi himbauan kepada para pelajar untuk tidak merokok serta membawa minuman keras di tempat tersebut. LG Corner Ruteng adalah fasilitas yang dikelolah oleh DPP Katedral Ruteng dan telah berdiri sejak 1 Desember 2013 dan sejak saat itu dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif seperti pertemuan komunitas, diskusi kelompok dan terakhir menjadi tempat pelatihan pengolahan sampah bersama Eco Flores untuk program Green Indonesia. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *