Proses Pembangunan Aula Dilanjutkan

Proses pembangunan Aula Katedral Ruteng yang direncanakan sejak tahun 2007 silam terus dilanjutkan. Setelah pada tahun 2014 target pemasangan rangka baja dan atap selesai dilakukan, di awal tahun 2015 ini panitia pembangunan aula mulai memasang target baru yakni pengerjaan lantai.

Pembangunan Aula Katedral Dilanjutkan

Mengisi Sirtu | Foto: Dok. Panitia

Seperti diketahui, meski telah mulai digunakan oleh umat untuk berbagai acara seperti resepsi pernikahan dan pertemuan-pertemuan komunitas, tetapi lantai dan dinding aula belum mulai dikerjakan. Untuk memenuhi target selesainya pembuatan lantai pada tahun 2015 ini, panitia pembangunan memulainya dengan mengisi sirtu (pasir, tanah dan batu). Setelah tahapan pengisian sirtu ini selesai, panitia baru akan mulai merancang tahapan selanjutnya yakni pengerjaan lantai.

Site manager pembangunan aula Katedral Ruteng Silvester Jemi Haryanto menjelaskan pengisian sirtu ini perlu dilakukan karena tanah yang lama tidak cukup tinggi. “Kita harus isi lagi dengan sirtu sehingga memenuhi target yang direncanakan oleh tim perancang. Kita butuh sekitar 80 sampai 100 ret truk sirtu,” kata Jimmy Haryanto ketika memulai tahapan ini, Rabu (28/1) kemarin. Jimmy menambahkan, setelah seluruh sirtu diisi di aula baru, kemudian akan diratakan dengan alat berat sehingga menjadi padat. “Baru setelah itu kita mulai dengan pengerjaan lantai kasar,” jelasnya lagi.

Sementara itu terkait kenyamanan saat dimanfaatkan untuk berbagai acara, panitia pembangunan aula juga melakukan antisipasi sampai seluruh proses pembangunan selesai. “Kita sadar bahwa aula baru ini sudah mulai digunakan meski belum selesai seluruhnya. Ketika lantainya belum selesai saja, sudah ada beberapa keluarga yang menggunakannya untuk pesta. Pengerjaan lantai pada tahun ini adalah salah satu upaya agar mereka semakin nyaman. Untuk dinding, kita memang masih belum bisa mulai bangun tetapi untuk kenyamanan kita akan siapkan dinding terpal,” tutur Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Menurut Erlan, terpal dinding tersebut adalah sumbangan dari donatur yang peduli dengan proses pembangunan aul Katedral Ruteng. “Sehingga tahun 2015 ini sudah lebih nyaman,” tambahnya.

Dana Pembangunan Aula

Terkait dana pembangunan aula, seperti diketahui pembiayaan proses pengerjaan aula ini berasal dari swadaya umat Katedral Ruteng, donatur dan sumbangan dari pihak ketiga. “Sejauh ini yang dari umat sudah terkumpul umat sudah sekitar 60-an persen dari total anggaran 990 juta. Sedangkan dari donasi itu mencapai 112 jutaan dari target tiga miliar lebih,” jelas bendahara pembangunan aula Helena M. Palu. Ditambahkannya, untuk pembiayaan selama ini panitia melakukan peminjaman dana ke pihak lain yang pengembaliannya dilakukan oleh kelompok umat yang peduli dengan menyumbang Rp. 50.000,-/kepala keluarga setiap bulan. “Untuk ini ada sekitar 200 keluarga yang bersedia menjadi penjamin. Juga setiap misa hari Minggu di Gereja Katedral Ruteng ada kolekte khusus untuk pembangunan aula. Dari kolekte ini sejak Februari 2014 terkumpul sebesar Rp. 486.104.500,-, ” tambah Elen.

Selain itu, kelanjutan proses pembangunan aula ini, sebagian umat juga menyumbang material berupa semen dan hal-hal lain seperti swadaya tenaga pada tahapan yang membutuhkan banyak orang. “Sampai seluruh proses ini selesai, kita membutuhkan dana yang cukup banyak. Karena itu kita berharap ada donatur yang bersedia membantu proses ini,” harap Elen. Jika telah selesai dibangun, aula ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai acara dengan daya tampung 2.000 serta fasilitas parkir untuk 400 sepeda motor dan 200 mobil. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *