Rangka Baja Aula Katedral Ruteng Berdiri

Setelah melalui proses yang cukup panjang, rangka baja aula Katedral Ruteng akhirnya selesai didirikan. Tahapan yang dikerjakan oleh PT. Gemilang ini memakan waktu hampir sebulan. Ini adalah babak baru proses pembangunan ini, setelah secara resmi dimulai pada tanggal 27 November 2012 silam; ditandai peletakan batu pertama.

Rangka Baja Aula Katedral Berdiri

Rangka baja aula Katedral telah berdiri | Foto: FB Herry da Lopez

Hari ini, Selasa (20/5) dilaksanakan upacara adat: Adak Hese Ngando. Ini adalah bagian dari upacara adat Manggarai dalam setiap pembangunan gedung atau rumah, biasanya dilakukan setelah rangka bangunan didirikan dan atap akan segera dipasang. “Karena rangkanya sudah berdiri, maka kita lakukan upacara ini. Setelah ini, barulah atap mulai dipasang,” kata Kepala Sekretariat Paroki Katedral Ruteng, Markus Tarut. Upacara ini dipimpin oleh Tua Adat Waso Ema Galus, dihadiri juga oleh Pastor Paroki Katedral Rm. Daniel Sulbadri, Pr dan Pastor Kapelan Rm. Beben Gaguk, Pr.

Seperti diketahui, pembangunan aula Katedral yang baru ini dilakukan berdasarkan keputusan pleno DPP Katedral Ruteng tahun 2007 silam. Dalam pleno tersebut, setiap kepala keluarga (KK) di Paroki Katedral Ruteng menyumbang dana pembangunan sebesar Rp. 450.000,-. Dana tersebut adalah sebagian dari sumber pembiayaan pembangunan ini, selain donatur dan pihak ketiga. Namun dalam proses perjalanannya, dana yang tersedia sampai saat ini tidak cukup untuk pembiayaan sampai akhir. Karenanya, DPP Katedral Ruteng dan Panitia Pembangunan memutuskan bahwa target pembangunan untuk tahun ini adalah pendirian rangka baja dan atap serta lantai.

“Dana yang terkumpul memang belum cukup. Karenanya, tahun ini target kita adalah rangka, atap dan lantai. Mengapa tiga itu, karena jika tahapan itu telah selesai maka gedung tersebut sudah bisa disewakan untuk berbagai kegiatan. Hitung-hitung, proses selanjutnya bisa dibiayai juga oleh hasil sewa sambil kita terus berupaya agar dana pembangunan dari umat itu terkumpul semua dan para donatur semakin banyak yang menyumbang,” jelas Ketua DPP Katedral Ruteng Erlan Yusran. Ditambahkannya, tahapan selanjutnya diprediksi akan ada yang memberikan sumbangan karena selama ini mereka perlu melihat dulu bukti pembangunan awal yakni berdirinya rangka aula. “Kita berharap agar yang sudah menjanjikan donasi, bisa tergerak untuk segera mewujudkannya setelah melihat rangka baja ini berdiri,” paparnya.

Selain pembangunan rangka baja dan atap yang dikerjakan oleh tenaga teknis dari PT. Gemilang Surabaya, saat ini di lokasi pembangunan aula juga sedang dibangun tembok penahan, pos jaga serta pagar depan; dikerjakan oleh para tukang asal Paroki Katedral Ruteng di bawah arahan kepala tukang Mikael Jabu. Sementara itu, untuk pembuatan lantai, DPP berencana akan melibatkan umat dari semua wilayah untuk melakukan perataan lahan sebelum nantinya dibuat lantai semen. “Ada 11 bidang lantai, akan kita minta umat dari 13 wilayah untuk menangani satu wilayah per satu bidang. Akan ada beberapa wilayah yang bergabung,” kata Ketua DPP. (adm)

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInPin on PinterestEmail this to someone

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *